Friday, June 15, 2018

MUDIK

Ini Lebaran pertama saya setelah kembali aktif di kampus. Moment yang membuat saya jadi asyik sendiri mengamati rekan-rekan dan mahasiswa di kampus yang ‘berjuang’ agar bisa mudik pada saat Lebaran.

Mudik itu sebenarnya budaya kita sebagai orang Indonesia, budaya yang membuat kita selalu ingat akan keluarga di kampung halaman. 

Moment Lebaran kali ini saya melihat banyak yang lembur di kampus supaya target kerjaan atau tugas bisa selesai sebelum mereka mudik. Perjuangan mereka untuk mudik sebenarnya bukan di situ saja, karena beberapa waktu sebelumnya mereka sudah berjuang saving money supaya bisa berbagi di hari raya nanti, dan bisa membeli oleh-oleh untuk sanak saudaranya. Mencari tiket untuk mudik juga butuh perjuangan, banyak yang sering kehabisan tiket dengan harga normal sehingga mau tak mau mesti beli tiket harga Lebaran yang dua hingga tiga kali lipat lebih mahal. Yang mudik dengan kendaraan pribadi juga tidak selalu mudah. Tahun-tahun sebelumnya mereka selalu berjuang dengan macetnya jalan menjelang hari Lebaran. Bersyukur karena tahun ini jalan toll sudah banyak yang bisa digunakan sehingga tidak ada lagi cerita macet berjam-jam (begitu yang saya baca dari report teman-teman yang mudik).

Bagaimana dengan Natal? 
Natal seharusnya juga jadi moment penting bagi kita yang merayakannya untuk mudik dan kumpul bersama keluarga. Bukan hanya di Indonesia ya, bangsa Eropa (khususnya orang Jerman yang saya amati pola hidupnya selama bertahun-tahun) selalu memanfaatkan Natal untuk berkumpul bersama keluarga. Yang masih single biasanya mudik ke rumah orang tuanya, yang sudah berkeluarga pasti bleib zu haus dan merayakan Natal sederhana sesuai budaya mereka: masak dan makan bersama, buka kado Natal, main game di meja makan (ah saya kok lupa nama game ini ya, padahal sering main tiap kali diundang Natal ke rumah supervisor).

Saya mengamati belakangan ini banyak orang Kristen di Indonesia ini yang justru lebih senang bepergian kalau Natal tiba. Shopping ke Singapore, trip ke Australia, dan ada juga yang katanya ingin merasakan white Christmas di Eropa. Sayang sekali, moment yang seharusnya dipakai untuk berkumpul dan bersuka cita dengan keluarga malah diabaikan karena tergiur tiket promo liburan Natal ke negara A, B, atau C... 
Bagi yang masih ada orang tua, sempatkanlah untuk pulang; peluk dan temani mereka ngobrol, pastikan bahwa mereka dalam keadaan yang baik dan tercukupi meski kita jauh. Bagi yang sudah tidak ada lagi orang tuanya, tetaplah pulang karena masih ada sanak saudara yang juga menanti. Don‘t ever forget your roots, the family where you come from!

Surabaya, 14 Juni 2018
—writing in the middle of doing house chores and finishing my proposal 😅

Friday, November 28, 2014

I travel a lot!

I travel a lot, both for business/research and for leisure. Mostly alone.
Let me count travels I've been doing in 2014.

Mid January: I traveled from Bremen to Surabaya with Emirates then Air Asia
Between February-March: I traveled to Solo, Yogyakarta, and Pekalongan (all by train)
In the end of March: Back to Bremen
April: I traveled to Duesseldorf
May: I traveled to London with Ryan Air
July: I traveled to London (again) then Oxford
In the end of July: Back to Surabaya with Lufthansa, Singapore Airlines, then Garuda
August: I traveled to Semarang
September: I traveled to Bali; and this time with family!
Early October: Back to Bremen
Mid October: I traveled to Leiden

That's all the travels I could remember... :D
There's another trip to Edinburgh and Manchester in beginning of November, but I had to cancel it due to health issue. And soon in mid December I'll be traveling again...


Tuesday, October 28, 2014

Go travel, see the world, and be humble!

Saya memperkenalkan Amadeo pada Cars (McQueen, Mater, Doc, Sally, etc) ketika dia berumur 1.5 tahun. Pada ulang tahun yang ke-2, yang kebetulan dirayakan di Bremen dan di Bologna, Amadeo berdoa bilang ingin ke Amerika (US) dan ketemu dengan McQueen. Saya amini doa anak saya.



Sekarang Amadeo sudah 7 tahun, sudah kelas 2 SD, sudah pintar melihat peta. Salah satu hobby-nya adalah muter-muter globe mininya dan menunjuk kota-kota yang sudah pernah dia kunjungi. Dia sudah tahu Amerika itu di mana, dan paham akan jauhnya Amerika dari Indonesia. Keinginan dia untuk ke Amerika semakin besar; bukan lagi sekedar untuk ketemu McQueen tapi karena dia ingin sekolah di Amerika. Saya amini keinginan anak saya.

Saya selalu bilang ke anak-anak saya, Amadeo dan Egidio: Go travel, see the world, and be humble... Perlahan namun pasti, mereka akan paham arti kalimat itu.

Tuesday, June 10, 2014

Sharing pengalaman apply visa UK dari Jerman

Beberapa waktu yang lalu, saya apply visa UK dari Jerman (Düsseldorf). Mengingat minimnya referensi yang saya butuhkan untuk apply visa ketika itu, maka saya bagikan pengalaman saya di sini. Semoga bisa bermanfaat bagi yang teman2 di Jerman yang akan berkunjung ke UK. :)

Kenapa saya pilih untuk apply via British Consulate di Düsseldorf dan bukan di Berlin ataupun München? Selain karena jarak dari kota tempat tinggal saya (Bremen) lebih dekat ke Düsseldorf, juga karena biaya untuk apply visa di Düsseldorf lebih murah. Kalau apply via BC di Berlin atau München ada tambahan biaya sekitar 115 Euro, kalau tidak salah (mesti cek lagi berapa pastinya).

Untuk apply visa UK, ada tiga website penting yang terkait proses aplikasi ini:
  1. Informasi penting sebelum apply visa: https://www.gov.uk/government/organisations/uk-visas-and-immigration. Silahkan diobok2 website itu, sampe hapal ya :p
  2. Untuk apply online: https://www.visa4uk.fco.gov.uk
  3. Untuk konfirmasi appointment penyerahan dokumen dan pembuatan data Biometric: http://www.ge2de.tpcontact.co.uk
Kepergian saya ke UK adalah untuk menghadiri sebuah konferensi/seminar, karena itu saya pilih tipe visa: Academic Visitor. Pastikan bahwa tipe visa yang dipilih adalah benar. Jika keliru, maka Anda harus menghapus data yang sudah diisikan dan mengulangi lagi dari awal.

Ok, setelah website nomor 1 sudah selesai dibaca dan dipahami dengan baik, selanjutnya siapkan dokumen2 yang diperlukan. Daftar dokumen yang diperlukan untuk setiap tipe visa bisa dibaca dan didownload di sini. Sementara itu, ada beberapa dokumen yang diperlukan untuk pengisian aplikasi online:
  1. Pasport yang masih valid dan juga yang tidak valid lagi
  2. Invitation letter dari UK -- Kalau ikut konferensi, pihak organizer pasti akan memberikan invitation letter
  3. Jadwal keberangkatan dan kembali ke kota asal -- Sebaiknya sudah membeli tiket penerbangan sebelum mengisi aplikasi online
  4. Akomodasi -- Pastikan juga sudah ada tempat tinggal sebelum mengisi aplikasi online
  5. Rincian keuangan -- Saya ngeprint bank statement secara online, tidak perlu minta ke bank. :D
Setelah dokumen lengkap, silahkan untuk membuat aplikasi online pada website nomor 2. Untuk yang baru pertama kali apply mesti register dulu. Ingat, account pada web ini sebaiknya dicatat dan disimpan dengan baik, karena valid selama 2 tahun. Jadi jika dalam waktu 2 tahun kedepan ingin apply visa UK lagi, tidak perlu membuat account baru.

Data yang perlu diisikan pada aplikasi online ini lumayan banyak. Jadi sebaiknya jangan dikerjakan mepet2 ya. Pengalaman saya pribadi, butuh 2 hari penuh untuk mengisi data online ini. Mungkin karena saya terlalu hati2, atau bisa jadi karena saya juga tulalit. Lol.
Data yang diisikan bisa disave dan diedit kemudian jika perlu. Jika sudah yakin tidak ada lagi yang perlu diedit, silahkan disubmit. Di bagian akhir Anda akan diminta untuk menentukan appointment untuk menyerahkan langsung dokumen ke BC di Düsseldorf. Tips sebelum menentukan appointment: cek jadwal kereta dari kota tempat tinggal Anda. Karena proses penyerahan dokumen dan pembuatan Biometric itu cepat, jadi tidak perlu menginap di Düsseldorf, kecuali kalau memang ingin sekalian jalan2...
Pada saat mengisi data, Anda akan mendapatkan nomor GWF. Nomor ini yang nantinya akan dipakai sebagai identitas Anda. Meskipun nantinya akan dikirimkan via email, tapi sebaiknya dicatat juga supaya lebih aman.

Nah, setelah selesai apply online, jangan lupa untuk masuk ke website nomor 3. Di sini Anda harus membuat konfirmasi untuk appointment penyerahan dokumen dan pembuatan Biometric. Appointment yang Anda buat pada website nomor 2 tidak berlaku jika Anda tidak mengkonfirmasi dengan memasukkan appointment yang sama pada website nomor 3. Ribet ya? Ember... :D

Setelah selesai apply online, siap2 untuk berangkat ke Düsseldorf. Jangan lupa untuk menyiapkan bukti appointment, copy passport yang masih berlaku dan copy Residence Permit card (depan dan belakang) -> dokumen ini akan dicek oleh petugas di pintu depan BC. Di Düsseldorf, tidak perlu bingung mencari lokasi BC. Begitu keluar dari Hauptbahnhof, jalan lurus kedepan sekitar 100 meter, nyampe deh.

Setelah penyerahan dokumen dan pembuatan Biometric, tunggu selama kurang lebih 2 minggu (10 hari kerja). Tracking progress aplikasi bisa dicek di website nomor 3. Tapi sayangnya ketika saya apply visa, tracking systemnya tidak berfungsi dengan baik. Progres tidak berubah sejak saya mulai apply hingga visa saya terima. :D

Ok, sukses ya buat aplikasi visanya. Dan jangan lupa untuk BERDOA! :)

Monday, July 01, 2013

luka

sudah terlalu banyak luka ini
dan sudah sangat dalam
apakah masih bisa diobati?
entahlah...

Sunday, May 23, 2010

deo's first trophy

this is another story of deo :)

deo always loves drawing and coloring
each time he gets a pencil, he will intuitively draw a car!
a 2D car, so it has only two wheels :)
he will color the whole object in one color, body of the car, the lamps, the wheels are in the same color!
crayons and pencil colors are his powerful tools.

recently, he learns to draw an airplane,
still in 2D form but from bird-eyes view :)
one higher skill he got is he could give more colors on the object
so the body of the plane, the wings, and the small wheels are colorful now

on 24 january 2010, deo participated in a painting competition organized by his school
the theme was: “Painting with Mommy”...
it was focused on how cooperative the children and mom when they work together
creativity was valued as additional point

it was deo’s first experience in painting
he never touched any painting tools previously
i had to show him how to mix the colors, added some water, then started to paint
he learned very quickly!
he mixed the colors and painted some abstract ornaments (i prefer to call it “abstract” rather than “unclear” :))
but to my eyes they just looked like knick-knacks
my only help was making sketch of a car and guiding him to color it
that’s all

at the end, teachers announced the winners
out of the blue, deo became the first winner from playgroup A and playgroup B levels
my husband, who was accompanying us at the moment, and i were so-so-so proud!

if you visit deo at home, don’t be surprised if he eventually shows you his first trophy,
proudly of course! :)

Monday, June 15, 2009

what would you do...

if you are very upset and hurt?
if your tears can't stop running down?
if you have no one to share your grief with?

what would you do?
tell me please.

Tuesday, May 26, 2009

Morning conversation with Deo

Sudah beberapa minggu ini, setiap bangun pagi sebelum berdoa, saya ajak Deo (21 mos) ngobrol-ngobrol. Kira-kira seperti inilah obrolan kami:

Saya (S): Deo gimana tidurnya? Enak ga?
Deo (D): Iyah... {sambil ngucek-ngucek matanya}
S: Deo bangun gini ga cari Papa?
D: Ndak...
S: Emang Papa dimana sih?
D: Itayi... (Italy)
S: Oh gitu. Papa ke Italy naek apa?
D: Nae pecawak (naik pesawat)
S: Deo mau ikut juga?
D: Iyah...
S: Deo naik apa dong ke Italy?
D: Nae taci... (naik taxi)
S: Loh, kok taxi... Entar ga sampe2 dong kalo pake taxi. Naik pesawat aja ya?
D: Ndak, Deo... taci aja... (Deo naik taxi ajah)
S: Ya udah. Mau pake taxi apa?
D: Taci biyu... (taxi biru aka Bluebird :))
S: Loh, bukan yang merah ya?
D: Miyah... Papa, miyah... Papa (kalo merah itu mobil Papa)

Saya selalu berusaha untuk membuat Deo ingat akan Papanya. Orang-orang di rumah juga saya beritahu supaya Deo selalu diajak ngobrol tentang Papanya. Foto Papanya juga sering kami perlihatkan. Mudah-mudahan Deo bisa tetap ingat sampe tiba saatnya dia bertemu lagi dengan Papanya :)

Thursday, April 16, 2009

Mudik ke Kendari

Hari ini kami sekeluarga akan mudik ke Kendari, ke kampung halaman suami saya :)
Kemudian tgl 19 Apr dari Kendari kami akan terbang ke Makassar.
Rencana kembali ke Surabaya tgl 21 malam.
Tolong didoakan supaya semuanya berjalan dengan baik dan lancar, juga supaya Deo bisa menikmati setiap penerbangan.
Terima kasih.

Hesti melaporkan dari Executive Lounge Juanda :)

Monday, April 06, 2009

First Blogging Award ^_^

On of my student, Budiharja, sent me a message through Facebook.
He said that my blog just got an award from him :)
What a surprise!
And, here is the award:
The aims of this award:
As a dedication for those who love blogging activity and love to encourage friendships through blogging.
• To seek the reasons why we all love blogging!

Here are the rules of the award:
Put the award in one post as soon as you receive it.
• Don’t forget to mention the person who gives you the award.
• Answer the award’s question by writing the reason why you love blogging.
• Tag and distribute the award to as many people as you like.
• Don’t forget to notify the award receivers and put their links in your post.

-------------------------------------------------------------------------------------------------
Following the rules of the award, here is some reasons (not all) why I do love blogging:
1. Blogging is just a kinda activity for relaxing, getting me out of daily routines for some time.
2. This blog is like my treasure house. I put some of my precious experiences here. And it's always good to read it the day later.
3. I love to receive comments from readers and to know what they think about my writings.

Next, I would distribute this award to these people:
1. Angela Adelia
2. Merlyna Lim
3. Pratanti

Congrats! ^_^

Tuesday, March 31, 2009

Pelayan di Kantin Kampus yang Kasar dan Tidak Sopan

Hari ini saya tidak bawa bekal dari rumah.
Jam 12.30 perut sudah mulai lapar.
Tapi karena saya masih menyelesaikan satu pekerjaan yang lagi tanggung, jadi saya tahan laparnya.
Jam 13.00 perut makin lapar, kepala mulai pusing.
Maka saya pun turun ke bawah, ke kantin.
Rencananya saya mau bungkus makan saja untuk saya bawa ke ruangan.
Maksudnya mau makan sambil melanjutkan kerjaan.

Tiba di kantin, antrian panjang sekali.
Seperti rel kereta api.
Sebenarnya saya bisa saja ambil "jalur khusus" supaya tidak perlu berdesakan dengan mahasiswa.
Tapi saya tidak mau begitu.
Jadi saya pun ikutan antri.
Bebek saja bisa antri, masa saya ga bisa? :D

Waktu tiba giliran saya, saya bilang ke seorang ibu di kantin kalau saya mau dibungkuskan.
Si ibu cuman lewat aja sambil bilang supaya saya minta ke (pelayan) yang lain saja.
Oke, saya tunggu sampai ada pelayan yang free.
Waktu saya lihat ada mba yang lagi free, saya kembali minta dibungkuskan.
Si mba cuek saja, dia malah mengambil sendok dan melayani mahasiswa di belakang saya.
Loh, kok saya dilewatin ya.
Mulailah saya merasa "panas".
Tapi saya coba untuk menahan diri, meski perut makin perih dan kepala nyut-nyutan.
Saya panggil lagi mba-nya dan bilang kalo saya mau bungkus.
Akhirnya si mba "mudeng" juga.
Dia ambil selembar kertas coklat pembungkus makanan.
Horeee, akhirnya saya diladeni juga, begitu pikir saya.
Tapi ternyata kertas itu malah dilemparkan ke saya.
Sekali lagi: DILEMPARKAN.

Saya: Mba, saya ini mau bungkus makan...
Si mba: Iya, itu kan sudah ada kertasnya. Nasinya ada di situ (katanya sambil menunjuk ke pojok), bungkus sendiri kan bisa toh...
Saya: Ya, bisa sih. Tapi kan biasanya kalo bungkus emang dibungkusin sama mba2 di sini. Lagian, saya mau pesen ayam penyet. Kan ada di dalam, ga bisa ngambil dari sini.
(Bukannya mau sok dilayani, tapi biasanya kalo pesen makan bungkus, ya emang dibungkusin sama pelayannya. Dimana-mana juga begitu, kan?)
Si mba: Iyaaa, tu nasinya kan sudah ada, tinggal disendok aja baru dibungkus. Masa ga bisa sih?
Kemudian dia melengos pergi...

Perut lapar, kepala pusing, dapat perlakuan kasar dan ga sopan lagi.
Beberapa mahasiswa yang antri di depan dan di belakang saya melihat kejadian itu.
Kalau ga ingat sopan santun yang sudah diajarkan oleh orang tua, rasanya mau tak lempar sepatu si mba itu.
Saya tidak mengharapkan dilayani seperti raja.
Saya hanya ingin, si mba itu menjalankan tugasnya dengan baik.
Tugas dia di situ kan untuk melayani, tapi ternyata dia tidak melakukan bagiannya dengan baik.
Kalo mahasiswa ganteng aja, baru mau dia layani.
Dasar pelayan ganjen.

Maaf, kalau ada kata-kata yang kurang berkenan.
Saya memang benar-benar kesal sama si mba itu.
Duh, Tuhan, ampuni saya...

Tuesday, March 10, 2009

Please keep praying for Deo

some of you might have known
last wednesday, on the 3rd of march
my 18 mos son was taken to hospital
due to high fever that made him unconscious
doctor initially diagnosed he got Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)
*atau Demam Berdarah (DB)
but three days ago the diagnosis turn to be typhus
and yesterday doctor said that he probably got the meningitis symptoms

my son is still lying on the bed in hospital
every morning his blood is taken
four times a day he gets injection for some antibiotics
and his infuse has to be replaced almost in every three days

yes, his physical is ill
but the sadden thing is
he becomes traumatic each time he sees
all the uniformed nurses
and the medical stuffs

he often wakes up in the night
screaming and crying out
not for the pain
but for the fears he feels deep inside
my tears, my prayers
seem to be nothing compared to his sufferings
i tried to negotiate with GOD
if it's possible
*and i believe that nothing is impossible for Him
i would take over all my son's sufferings

children shouldn't be hurt
neither by injection nor by other medical treatment
GOD has designed children
to be our little angel
to be an apple of our eyes
to cheerful our days
they are created to be happy

i thank you all, dear friends
for the encourage messages you text me
and for the prayers you send for my son
please, keep mention AMADEO in your prayers
thank you!

Tuesday, February 17, 2009

Bila Anak Anda Kidal (Kompas.com)

Kompas.com - Minggu, 21 Desember 2008 | 11:41 WIB


Bila Anda memiliki anak kidal, inilah beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan:

1. Terimalah dan bantulah anak.
Anda harus bersikap menerima dan support anak. Jangan malah merendahakna dirinya, misalnya, “Ih, apaan tuh, pakai tangan kiri, jelek!” Pnerimaan orangtua bisa membangun rasa percaya diri anak sehingga ia bisa kuat menghadapi lingkungannya. Anak akan merasa biasa-biasa saja meski dirinya berbeda dari anak lain.

2. Tidak memaksa anak menggunakan tangan kanan.
Untuk aktivitas bina diri atau aktivitas lain yang tidak terlalu terkait dengan relasi interpersonal semisal menulis, menggambar, makan, pakai baju, biarkan ia memilih menggunakan tangan kirinya yang dianggap nyaman untuk beraktivitas. Jadi, jangan Anda malah memaksanya mengganti dengan tangan kanan. Boleh saja Anda menyarankan anak untuk mencobanya, tapi buka suatu keharusan. Jika kualitas kerjanya menurun dan ia merasa tak nyaman, biarkan anak bekerja dengan tangan yang paling nyaman. Sebaliknya, jika ia bisa menunjukkan kualitas kerja yang sama baiknya, atau bahkan lebih baik, segeralah berikan pujian agar perilakunya berulang.

3. Ajarkan norma sosial yang berlaku umum di masyarakat.
Berkaitan dengan nilai dan budaya timur umumnya, anak bisa diajarkan menggunakan tangan kanannya untuk bersalaman, cium tangan, menerima sesuatu, memberikan sesuatu, dan seterusnya. Sehingga, anak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya, bisa diterima secara sosial, tidak dianggap anak tak sopan, dan sebagainya. Lagipula gerakan seperti itu bukanlah sesuatu yang sulit untuk diajarkan.

4. Tinggalkan stigma “tangan kiri jelek”.
Tangan kiri sama bagusnya dengan tangan kanan. Jangan pernah orangtua memarahi anak apalagi menggunakan nada tinggi karena anak menggunakan tangan kiri untuk beraktivitas. Cara seperti ini akan membuat anak merasa tertekan.Bisa-bisa anak malah mengurungkan niatnya untuk belajar menggunakan tangan kanannya dengan lebih sering.

5. Tetap latih penggunaan tangan kanannya.
Tujuannya untuk lebih menyeimbangkan fungsi otak kanan dan kirinya. Melatihnya pun dalam hal-hal yang lekat dengan aktivitas anak sehari-hari seperti makan, mewarnai gambar, menggambar dan kegiatan lainnya. Bila anak melakukan aktivitas dengan tangan kirinya, mintalah ia mengulangi kegiatan yang sama dengan tangan kanannya, sambil memujinya.

6. Beri pemahaman pada lingkungan.
Seringkali lingkungan sosial di luar keluarga merupakan tantangan bagi anak. Sementara anak usia ini sosialisasinya sudah lebih luas lagi di mana ia mulai bersekolah, bermain di lingkungan sekitar rumah, dan lainnya. Nah, untuk meminimalkan dampak psikis karena dirinya yang berbeda, orangtua bisa konsultasikan pada guru di sekolah agar mereka pun memahami kondisi anak kidal, dengan tidak memaksakan atau mengatakan bahwa penggunaan tangan kirinya jelek dan buruk.


Dedeh Kurniasih

Thursday, January 15, 2009

[MOVIE] Confessions of a Shopaholic

As a lover of Kinsella's Shopaholic book series, I always wanted the movie as well. The series are enormously interesting with the main character of an out-of-the-ordinary girl. When I read certain parts on the book, I imagined it in my head. So I thought to see it on screen makes it that much better.
I remember when those filmmakers made Bridget Jones movie, it was just like the book - PERFECT!

To the Shopaholic movie, it seems to be nothing like the real book. They made some changes. Oh no, it's not only 'some' but they changed it a lot. A LOT. Reading the synopsis of the movie just made me depressed :(

Here is list of some parts I really concern about the movie:
- Isla Fisher plays as Rebecca Bloomwood. I don't really know her but after watching the movie trailer, I could say that she's good enough converting herself to be Becky.
- To my surprised, they made Becky as American. OMG, OMG!! How could they took Becky out from England? She is originally British.
- IMDB didn't reveal who plays as Luke Brandon. But seeing name of Hugh Dancy on the top list just made me disappointed. Hugh is a good actor but when I think he is going to be Luke, hmm I don't think he fits the character.
Luke Brandon supposed to get that charming and amused way: tall, attractive, and looks MIGHTY fine in a designer suit, but he can still be completely serious and business-like. And Hugh Dancy is just too nice and sweet. The only thing makes him like Luke is that he is British. Oh yeah, he is also well-educated (just like Luke), graduated from Oxford Univ.
- They made Suze, Becky's best friend, as an American-Africa or Puerto-Rican. How come? She supposed to be a girl from a very well off family in Scotland. She is definitely a blonde.
- Krysten Ritter plays as Suze. Krysten is really not like an American-Africa nor Puerto-Rican. Agree? :)
- They made Danny as Suze's boyfriend. Do you remember Danny on the book? He is GAY and doesn't even MEET Suze until after Becky and Luke get engaged in the 3rd book!

That's some points I remark from plenty references I read. Probably there will be another shocking point coming out when I see the movie :)
I will surely watch the movie. Hoping that even they changed the characters and some parts of the story, the movie remains interesting. Part of me sigh because I was looking forward for a London setting instead of New York.
We will see.

Saturday, January 03, 2009

Awal 2009

sudah tahun 2009 rupanya
lama sekali saya "tertidur"
sampe kadang lupa hari
lupa tanggal
lupa berdoa kalo baru bangun
lupa sisiran kalo habis mandi
lupa sudah makan atau belum
lupa ngecek email
lupa bales sms
lupa bayar tagihan bulanan
lupa memindahkan ribuan foto2 lama dari kamera ke komputer
lupa punya banyakkk buku yang belum kebaca
lupa kalo punya blog yang lama ga keisi
*parah banget kan?

tapi untung saya belum lupa nama saya sendiri
belum lupa alamat rumah saya
belum lupa nomer telpon dan hp saya
belum lupa kalo saya punya suami
belum lupa kalo saya punya anak
belum lupa jadwal imunisasi anak saya
belum lupa janji2 saya sama beberapa teman
belum lupa kalo ADA yang selalu setia menjagai saya

terima kasih Tuhan Yesus
untuk tidak pernah lupa mengirim MalaikatMu berjaga2
untuk tidak pernah lupa memberi fajar di pagi hari
untuk tidak pernah lupa memberi pelangi setelah hujan
untuk tidak pernah lupa menepati janji2Mu
pada Abraham
pada Ishak
pada Yakub
...
...
...
dan pada saya...

[di tahun 2009 saya ga pingin jadi orang yang lupaan terus]

Thursday, December 25, 2008

Selamat Natal

Selamat Hari Natal
dan
Selamat Tahun Baru


[Felix-Hesti-Deo]


Wednesday, August 20, 2008

20-08-2008... Deo genap 1 tahun

Kalau mengingat waktu setahun yang lampau, ketika melihat Deo pertama kali lahir, rasanya gak nyangka dia bisa seperti sekarang ini. Deo lahir dengan berat badan dibawah 3 kg, hanya 2630 gram. Belum lagi, ketika dia lahir air ketuban sudah hijau sehingga Deo harus disuntik antibiotik selama tiga hari pertama dia hidup di dunia. Untungnya dia bisa langsung dibawa pulang setelah tiga hari itu. Tapi karena kondisinya itu, dokter tidak mau memberi imunisasi pertama untuk bayi yang baru lahir. Deo harus menunggu tiga hari lagi baru dokter mau imunisasi dia. Tiga hari berikutnya dokter belum juga mau imunisasi karena berat badan Deo masih belum mencapai 3 kg. Seminggu kemudian ketika kami kembali, barulah Deo bisa diimunisasi...
Itu hanya sebagian kecil dari kisah kehidupan awal Deo :)

Dan waktu terus berjalan... Hari ini Deo genap berusia 1 tahun.
Banyak hal yang sudah terjadi. Setiap hari selalu saja ada perkembangan baru, yang membuat saya semakin takjub akan cara Allah berkreasi dalam hidup anak saya. Seringkali ketika sedang bermain bersama Deo, saya dan suami sering heran: "kok bisa ya Tuhan membentuk Deo sampe jadi kayak gini...:))".

Beberapa milestones Deo dan hal2 penting lainnya yang tersimpan dalam memori saya:
* 4 minggu: Deo sudah bisa melihat.
* 6 minggu: Deo pertama kali membalas senyum saya. Waktu lihat dia senyum, saya sampe nangis loh, padahal itu jam 01.00 loh :)
* 3 bulan: Di suatu pagi Deo mengangetkan saya dan papanya yang sedang tidur karena dia tiba2 bilang "Dheo, Dheo". Dia memanggil namanya sendiri :) -- Deo sudah bisa tengkurap.
* 6 bulan: Deo pertama kali bilang"mama" -- Deo mulai makan bubur instan (hanya mau Milna dan Mealtime ajah), sebelum makan saya ajari berdoa sambil melipat tangan -- Deo mulai ambil ancang2 merangkak -- Sangat suka musik, gak bisa tidur kalau gak dengar musik.
* 7 bulan: Deo mulai makan bubur tim buatan saya (setelah kenal bubur tim, gak mau lagi makan bubur instan, hehe) -- Deo sudah bisa duduk tegak sendiri dan mulai merangkak kemana2 (tempat favoritnya adalah dapur!).
* 8 bulan: Deo pertama kali digunduli.
* 10 bulan: Gigi pertama akhirnya nongol juga (lama boo nungguinnya) -- Deo sudah bisa berdiri sendiri dan mulai minta dititah kalau jalan -- Mulai menunjukkan minat yang mendalam pada benda2 elektronik seperti hp, remote, kamera, laptop, kalkulator (kami suka guyon dan bilang ke Deo kalo gedenya dia bisa jadi tukang servis atau montir yang handal, hehe).

* 11 bulan: Deo sudah bisa jalan sendiri, maksimal 2 langkah saja :) -- Kalau dengar musik favoritnya dia akan berjoget :) -- Kalau doa sudah gak pernah lagi ngoceh, dia sudah bisa diam sampai 'amin' diucapkan.
* 12 bulan: Berat badan 9 kg, tinggi 73 cm -- Gigi sudah 5 biji -- Tangan dan kaki kirinya lebih aktif dan lebih bertenaga -- Deo sudah berani jalan sambil bawa bola besar kesayangannya (hadiah dari Om Christmas!).

Begitulah perkembangan Deo dalam satu tahun ini. Selain sangat concern dengan perkembangan fisik, motorik, mental, dan intelektualitasnya, kami juga sangat memperhatikan perkembangan karakternya. Kami ingin supaya Deo tumbuh jadi anak yang takut akan Tuhan. Satu hal yang sampai sekarang masih sulit untuk saya terapkan adalah membacakan Firman Tuhan atau cerita2 Alkitab setiap hari untuk Deo. Itu PR penting buat saya :)

Kami bersyukur untuk hari ini, hari yang telah Tuhan tetapkan untuk Deo.
Terima kasih juga untuk teman2 yang selama ini selalu setia mengikuti perkembangan Deo, baik lewat blog ini maupun lewat email dan sms. Special thanks buat mbak Maria Prihandrijanti yang sering jadi tempatku bertanya dan curhat gak karuan (hehe), juga mbak Jisca yang jadi teman sharing via email...
Tuhan memberkati.

Friday, June 13, 2008

Deo vs Ari Wibowo



Senin malam yang lalu, 9 Juni 2008 pukul 19.00, ada KKR di GKI Manyar dengan menghadirkan Ari Wibowo yang akan memberi kesaksian. Karena saya termasuk ngefans sama Ari, makanya saya jadi semangat untuk pergi. Adik saya (yang ngekost dekat kampus ITS) jauh2 hari sudah mengirimkan sms, mengingatkan supaya saya gak lupa event penting itu. Dia juga bolak-balik mengingatkan supaya saya gak lupa bawa kamera dan nyiapin extra batere.

Tapi sayangnya, pas hari H-nya suami ternyata harus lembur dan pulang terlambat. Ketika suami tiba di rumah jam sudah menunjukkan pukul 19.15. Sudah tidak mungkin lagi untuk pergi KKR. Meski merasa kesal, saya (seperti biasa) tetap menyambut suami di depan pintu sambil menggendong Deo. Suami yang tahu kalau saya merasa kesal, langsung minta maaf dan mulai melakukan beberapa aksi lucu supaya saya tidak lagi kesal. Tapi rasa kesal itu rasanya sulit hilang...

Event ini sudah lama saya nantikan dan saya sudah mengatur segala sesuatunya supaya malam itu bisa pergi tanpa terlalu menguatirkan Deo (seandainya saya jadi pergi, itu adalah malam pertama saya meninggalkan Deo bersama nanny-nya dalam waktu yang cukup lama sejak dia lahir). Deo sengaja saya mandikan agak sorean, jadwal makan malamnya juga agak dimajuin. Kemudian botol susunya sudah saya siapkan dan saya masukkan dalam stereofoamnya (soalnya nanny-nya itu belum bisa menakar susu dengan tepat), pakaian tidur dan mainan yang biasa dia mainkan sebelum tidur juga sudah saya letakkan di tempat tidur...

Suami terus saja mengajak bercanda. Saya jadi tidak tega berlama-lama kesal, apalagi melihat wajah capek suami. Ketika suami bilang begini: "Gak usah jauh2 kalau mau lihat cowok cakep, di sini kan ada makhluk cakep juga... Tuh, lihat anakmu, lebih cakep dari Ari Wibowo toh?!", maka meledaklah tawa kami... Lenyap sudah rasa kesal itu.

Akhirnya malam itu kami lewatkan seperti malam2 biasanya: bermain dengan Deo, bergulat dan ikut berguling2 di tempat tidur, ngobrol dan mendengarkan ocehan Deo, sampai akhirnya dia kelelahan dan tertidur dengan sendirinya. Sambil menggendong Deo dan meletakkannya pada posisi tidurnya, saya mengucap syukur karena malam itu tidak jadi pergi. Waktu yang saya lewatkan bersama Deo selalu begitu berharga, tidak akan dapat tergantikan dengan event apapun. Dalam lelapnya, wajah Deo tampak begitu tenang. Suamiku memang benar, Deo jauh lebih cakep daripada Ari Wibowo. Jangankan Ari Wibowo, Tom Cruise dan Brad Pitt aja lewat kok. Ha-ha-ha.
---
Foto Ari Wibowo diambil dari: www.kapanlagi.com/free/ari_wibowo_13.html

Wednesday, April 23, 2008

Deo digunduli :)



Tgl 20 April kemarin adalah hari yang bersejarah buat Deo. Bukan hanya karena pada hari itu dia genap 8 bulan, tapi karena pada hari itu juga dia digunduli (untuk pertama kalinya).

Sejak Deo lahir, orang2 banyak yang kasih saran supaya dia digunduli antara umur 1-3 bulan. Alasannya supaya rambut bawaan lahir bisa langsung habis dan diganti dengan rambut baru. Selain itu, katanya kalo bayi digunduli bisa lebat juga rambutnya.
Tapi karena berbagai alasan juga, maka kami gak sempat2 juga menggunduli Deo. Yaa karena kami masih sibuklah, atau pas Deo lagi ada undangan pesta (gini2 Deo termasuk banyak teman di RT yang suka ngundang loh kalo mereka ultah, hehehe), dll...
Sampai kemarin itu, pas Deo ulang bulan ke-8, pas kami juga gak terlalu sibuk, dan pas Deo lagi gak sibuk menghadiri pesta2 ultah, jadi deh dia digunduli...
Sekedar diketahui ya, butuh waktu 3 hari untuk benar2 menggunduli Deo. Sekali lagi: 3 hari! Dari tgl 20-22 April, Deo 'dikerjain' tiap sore sebelum mandi :)
Susah sekali ternyata menggunduli dia pada umur segini, dimana dia lagi aktif2nya. Segala upaya dilakukan supaya dia bisa diam, tapi gak bisa lama... Saya jadi semakin paham kenapa bayi sebaiknya digunduli pada saat mereka masih berumur 1-3 bulan.
Tapi syukurlah akhirnya beres juga :) Silahkan dinikmati fotonya, tampak samping dan tampak depan. Oya, yang menggunduli dia tuh mamanya loh... *menepuk dada bangga*

Friday, April 11, 2008

ASI vs Susu Formula

Beberapa waktu yang lalu, di sebuah milis yang saya ikuti, sedang dibahas tentang pentingnya memberikan ASI eksklusif pada bayi minimal enam bulan pertama. Para member jadi ramai membandingkan berapa lama anak mereka dapat ASI, ada yang pas enam bulan, ada yang sembilan bulan, setahun, bahkan sampai dua tahun. Semakin lama ASI diberikan, maka akan semakin baik perkembangan si anak: anak jadi pinter, kebal sama penyakit, dst, dst...

Pro dan kontra antara pemberian ASI dan susu formula juga bermunculan. Ada satu pendapat yang menyiratkan bahwa pertumbuhan bayi yang (hanya) diberi susu formula oleh ibunya tidak akan sebaik bayi yang memperoleh ASI eksklusif. Saya yang hanya jadi pengamat setia (hanya ngikutin diskusi tanpa berani berkomentar), jadi sedikit teriritasi membaca postingan itu. Kenapa? Deo, anak saya yang saat ini berusia 7.5 bulan sudah tidak lagi minum ASI, hanya mengandalkan susu formula dan makanan pendamping. Beberapa teman dekat tentu tahu betul alasannya...
Sampai akhirnya seorang mentor (yang sudah sangat senior) menuliskan bahwa ASI ataupun susu formula, bukan itu yang terpenting dalam membesarkan anak, tetapi keharmonisan dalam rumah tangga dan bagaimana mendidik anak, itulah yang sangat menentukan. Kombinasi dari nutrisi yang diberikan pada anak, ditambah dengan atmosfer dalam rumah dan lingkungan pergaulan, dan didikan dari orang tua, itulah yang nantinya akan membentuk si anak.

Saya pribadi sangat setuju dengan tulisan si mentor ini. Bukan karena menemukan alasan untuk membenarkan diri saya, tapi karena saya sendiri mengalami apa yang dibagikan si mentor ini.
Mendidik Deo, mengajarkan dia setiap hal, mengenalkan dia pada benda2 asing, menolong dia melakukan sesuatu yang belum bisa dia kerjakan sendiri, membentuk dia menjadi anak yang takut akan Tuhan, sambil tetap menjaga keharmonisan dalam rumah (hubungan dengan suami, pembantu, dll), bukanlah perkara yang mudah. Perlu banyak doa, hikmat, kesabaran, dan airmata...

Saya cuplikkan sebagian dari isi email si mentor, yang dia tuliskan berdasarkan prinsip2 Kristiani, tapi saya rasa baik untuk dibaca oleh semua ibu... Semoga berguna!

***********
dear teman-teman sesama ortu,

dari pengamatan saya, tampaknya anak sehat (jasmani dan rohani) itu adalah hasil sinergi dari faktor berikut:
1. SUSU FORMULA + kasih sayang ortu+'anugerah dan rancangan Tuhan untuk anak itu' = anak sehat
2. ASI + kasih sayang ortu+ 'anugerah Tuhan dan rancangan Tuhan untuk anak itu' = anak sehat

karena ASI maupun penggantinya sudah tersedia, maka faktor kasih sayang orangtua dan pemahaman tentang anugerah dan rancangan Tuhan sangat menentukan pertumbuhan dan arah masa depan anak. kasih sayang orangtua disini maksudnya adalah keharmonisan hubungan orangtua, yang tentu saja sangat ditentukan oleh prinsip yang dianut oleh orangtua dalam hal hubungan suami-isteri. Kalau suami mengasihi isteri walau bagaimanapun isterinya dan isteri tunduk total kepada suaminya walau bagaimanapun suaminya **deleted**, maka atmosfir keluarga Kerajaan Allah akan dirasakan oleh si bayi/anak sehingga akan menghasilkan suasana kondusip untuk tumbuh sehat (jasmani dan rohani).

contoh: dua hari lalu di KL saya baca di koran setempat yang melaporkan adanya seorang anak jenius umur 14 tahun hingga dapat beasiswa masuk perguruan tinggi paling top di Inggris ('MIT' nya Inggris). ceritanya anak itu ditemukan polisi melarikan diri dari orangtuanya dan tidak mau kembali ke rumah, alasannya adalah rumahnya bersuasana seperti neraka karena kedua orangtuanya sangat menuntut, tidak harmonis dan ambisius mendidik dengan cara yang membuat anak tertekan.
teman sekolah anak saya, melarikan diri dari sekolah, karena merasa tertekan, padahal anaknya pandai dg IQ > 125, karena stressnya dia tidak bisa mengerjakan satu soalpun ulangan atau ujian hariannya, tampaknya ortunya sangat menuntut dirinya untuk berhasil di sekolah itu.

kalau kita balik, jika kita paham betul akan anugerah Tuhan dan rancangan Tuhan untuk anak itu dan kita sebagai orangtua memberi suasana kasih sayang/keharmonisan, maka walau ASI tersendat dan duit pas-pasan untuk beli susu formula atau susu sapi kaleng, anak akan dijamin tetap sehat, karena Tuhan yang berdaulat atas masa depan anak itu. jadi, mari kita mencemaskan tentang hubungan harmonis ortu dan pemahaman akan anugerah Tuhan dan rancanganNya, sehingga kita cukup 'confident' dalam soal makanan dan sekolah anak-anak kita.

**deleted**
***********