These are two songs we sang in our church this morning. Both of them are pretty old but everytime we sing them my heart is touched and my tears will uncontrolable be falling down (abis itu panik cari tissue, malu2in aja deh :D). They both remind me of the greatest thing He has given in my life, and of the work He has done for me.
I downloaded the songs and have uploaded them onto my multiply music page. Hope you could enjoy and be blessed with them.
Wonderful, Merciful Saviour
(Dawn Rodgers, Eric Wyse)
Wonderful, merciful Saviour
Precious Redeemer and Friend
Who would've thought that a Lamb could
Rescue the souls of men
Oh, You rescue the souls of men
Counselor, Comforter, Keeper
Spirit we long to embrace
You offer hope when our hearts have
Hopelessly lost our way
Oh, we've hopelessly lost the way
CHORUS
You are the One that we praise
You are the One we adore
You give the healing and grace
Our hearts always hunger for
Oh, our hearts always hunger for
Almighty, infinite Father
Faithfully loving Your own
Here in our weakness You find us
Falling before Your throne
Oh, we're falling before Your throne
© 1989 Word Music
Great is the Lord and Most Worthy of Praise
(Words and Music by Steve McEwan)
Great is the Lord and most worthy of praise
The city of our God, the holy place
The joy of the whole earth
Great is the Lord in whom we have the victory
He aids us against the enemy
We bow down on our knees
And Lord, we want to lift Your name on high
And Lord, we want to thank You
For the works You've done in our lives
And Lord, we trust in Your unfailing love
For You alone are God eternal
Throughout earth and heaven above
© 1985 Body Songs
Monday, July 03, 2006
Saturday, July 01, 2006
Senang...senang...senang...
Hari ini rasanya senang banget. Report hasil research saya yang tempo hari direview sudah saya submit tadi siang. Lega banget rasanya satu pendingan kerjaan bisa diselesaikan. Aku harap, kali ini Professorku bisa puas sehingga aku gak perlu lagi merevisi. Rasanya sulit sekali untuk konsentrasi sama thesis kalo masih ada beban kerjaan lain yang belum terselesaikan. Untunglah yang satu ini sudah lewat...
Saking senangnya, sore tadi sehabis kontrol ke dokter pengen langsung ke toko buku Thalia. Sudah sejak berhari2 yang lalu kepingin baca bacaan2 ringan. Mungkin karena otakku sudah terlalu penuh kali ya? :)
Tapi begitu ngecek rekening, rupanya dana beasiswa belum masuk, hehehe. Beginilah kalo tiap bulan hidup dari kasih karunia :) Karena gak pingin 'mengganggu' simpanan kami, akhirnya kami untuk putuskan pulang saja, beli bukunya ntar aja kalo dananya sudah masuk.
Sepanjang perjalanan pulang, aku ngoceh sama suami tentang buku2 yang ingin aku beli. Beberapa diantaranya tidak tersedia di Thalia, jadi kudu beli di Amazon.
Ini buku2 yang masuk dalam wishlist saya:
1. Cynthia Heald (2005). Becoming a Woman of Excellence.
Kenapa?
Buku ini sedang jadi bahan PA kaum wanita di gereja kami di IBC Bremen. Karena saya tidak pernah bisa (atau emang gak mau ya?) datang ke acara kaum wanita itu, jadi saya pikir sebaiknya saya cari bukunya dan pelajari sendiri. Rencananya nanti kalau ada waktu mau saya bagikan juga di acara Frauentreffen teman2 PERKI Bremen.
2. Elisabeth Elliot (1999). Let Me be a Woman.
Kenapa?
Saya lupa tepatnya dimana, tapi yang pasti dari blog seorang teman, saya pernah membaca tulisan dia tentang buku ini. Teman saya itu sangat menyarankan setiap wanita, khususnya yang sudah menikah untuk membaca buku ini. Ok, will do it soon!
3. One of Shopaholic series from Sophie Kinsella.
Kenapa?
Yaa itu tadi, saya emang lagi pengen baca yang ringan2. Kalo baca resensinya di Amazon, rasanya novel ini tidak 'seserius' novel2nya Coelho ataupun Steel :) Dan lagi, kalo baca sepintas tentang tokoh utama dalam serial karya Kinsella ini, karakternya kok kayak gue banget deh... hahaha.
Udah ahh, mo bobok dulu nih. Senang banget malam ini gak perlu ngelembur lagi...
Saking senangnya, sore tadi sehabis kontrol ke dokter pengen langsung ke toko buku Thalia. Sudah sejak berhari2 yang lalu kepingin baca bacaan2 ringan. Mungkin karena otakku sudah terlalu penuh kali ya? :)
Tapi begitu ngecek rekening, rupanya dana beasiswa belum masuk, hehehe. Beginilah kalo tiap bulan hidup dari kasih karunia :) Karena gak pingin 'mengganggu' simpanan kami, akhirnya kami untuk putuskan pulang saja, beli bukunya ntar aja kalo dananya sudah masuk.
Sepanjang perjalanan pulang, aku ngoceh sama suami tentang buku2 yang ingin aku beli. Beberapa diantaranya tidak tersedia di Thalia, jadi kudu beli di Amazon.
Ini buku2 yang masuk dalam wishlist saya:
1. Cynthia Heald (2005). Becoming a Woman of Excellence.
Kenapa?
Buku ini sedang jadi bahan PA kaum wanita di gereja kami di IBC Bremen. Karena saya tidak pernah bisa (atau emang gak mau ya?) datang ke acara kaum wanita itu, jadi saya pikir sebaiknya saya cari bukunya dan pelajari sendiri. Rencananya nanti kalau ada waktu mau saya bagikan juga di acara Frauentreffen teman2 PERKI Bremen.
2. Elisabeth Elliot (1999). Let Me be a Woman.
Kenapa?
Saya lupa tepatnya dimana, tapi yang pasti dari blog seorang teman, saya pernah membaca tulisan dia tentang buku ini. Teman saya itu sangat menyarankan setiap wanita, khususnya yang sudah menikah untuk membaca buku ini. Ok, will do it soon!
3. One of Shopaholic series from Sophie Kinsella.
Kenapa?
Yaa itu tadi, saya emang lagi pengen baca yang ringan2. Kalo baca resensinya di Amazon, rasanya novel ini tidak 'seserius' novel2nya Coelho ataupun Steel :) Dan lagi, kalo baca sepintas tentang tokoh utama dalam serial karya Kinsella ini, karakternya kok kayak gue banget deh... hahaha.
Udah ahh, mo bobok dulu nih. Senang banget malam ini gak perlu ngelembur lagi...
Wednesday, June 28, 2006
Italy vs Australia
Senin, 26.06.06 jam 17:00 waktu Jerman, ZDF menayangkan pertandingan antara Italy vs Australia. Sejak awal hampir semua orang sudah memprediksi kalau Italy pasti menang dan saya setuju dengan prediksi itu. Sejujurnya jauh di lubuk hati, saya sendiri agak sangsi karena menurut saya penampilan tim Australia sejak babak penyisihan hingga saat ini selalu memukau. Sempat terkejut juga melihat bagaimana mereka bisa bermain seperti tim2 favorit lainnya. Guus Hiddink memang hebat dalam hal ini, sama hebatnya seperti ketika dia melatih tim Korea Selatan di WC 2002.
Pertandingan antara Italy vs Australia ternyata berjalan cukup alot. Kedua tim bermain seimbang, sama2 menyerang tetapi lapisan pertahanan belakang cukup rapi. Sampai akhir babak pertama, saya masih berpikir bahwa pertandingan kali ini akan berakhir dengan adu pinalty. Dan kalau sampai adu pinalty terjadi, saya sangat yakin kalau Italy pasti menang. Buffon adalah salah satu kiper terbaik di dunia (menurut saya). Dari 5 tendangan pinalty Australia, saya perkirakan paling kurang 2 tendangan akan di-block oleh Buffon.
Itu angan-angan saya tadi...
Dan sampai menit ke-90, saya masih tetap berangan2 seperti itu....
Kemudian ada tambahan 4 menit. Tanpa diduga di menit terakhir Fabio Grosso dijatuhkan bek Australia, Lucas Neill di kotak terlarang. Semua mata pasti melihat kalo jatuhnya Grosso itu cuman diving, yang dalam hal ini Italy emang terkenal paling jago...
Akhirnya wasit pun menghadiahkan pinalty ke Italy yang dieksekusi oleh Totti. Gol di akhir permainan inilah yang menghantarkan Italy ke masuk putaran berikutnya.
Saya ini fans berat Italy, tapi saya tetap tidak suka dengan cara Italy meraih kemenangan :(
Sebagai seorang yang pernah merasakan hidup layak dengan fasilitas yang bagus selama jadi 'kuli' untuk pemerintah Australia, saya merasa sedih dengan cara kalahnya Australia.
Beberapa hari yang lalu mantan boss saya kirim email ke saya...
"Have not heard from you so guess you are right into World Cup fever!!? Have you been able to get caught up in the activities? Lots of coverage over here. Hope Australia get into the next round!"
Kemudian siang tadi sebelum pertandingan dimulai, mantan boss saya ini ngebales email saya seperti ini:
"Yeah big result for Australia, now they have to play Italy!! Are you supporting Italy or Germany??"
Dari dulu dia emang taunya saya ini pendukung Italy, hehehe. Dia pasti gak nyangka kalo saya tuh sedih banget Australia harus pulang dengan cara seperti itu.
Tapi ya sudahlah, seperti kata suami saya, sepak bola itu terkadang memang sulit untuk diprediksi. Sepak bola adalah game, jadi jangan terlalu dimasukin hati.
Pertandingan antara Italy vs Australia ternyata berjalan cukup alot. Kedua tim bermain seimbang, sama2 menyerang tetapi lapisan pertahanan belakang cukup rapi. Sampai akhir babak pertama, saya masih berpikir bahwa pertandingan kali ini akan berakhir dengan adu pinalty. Dan kalau sampai adu pinalty terjadi, saya sangat yakin kalau Italy pasti menang. Buffon adalah salah satu kiper terbaik di dunia (menurut saya). Dari 5 tendangan pinalty Australia, saya perkirakan paling kurang 2 tendangan akan di-block oleh Buffon.
Itu angan-angan saya tadi...
Dan sampai menit ke-90, saya masih tetap berangan2 seperti itu....
Kemudian ada tambahan 4 menit. Tanpa diduga di menit terakhir Fabio Grosso dijatuhkan bek Australia, Lucas Neill di kotak terlarang. Semua mata pasti melihat kalo jatuhnya Grosso itu cuman diving, yang dalam hal ini Italy emang terkenal paling jago...
Akhirnya wasit pun menghadiahkan pinalty ke Italy yang dieksekusi oleh Totti. Gol di akhir permainan inilah yang menghantarkan Italy ke masuk putaran berikutnya.
Saya ini fans berat Italy, tapi saya tetap tidak suka dengan cara Italy meraih kemenangan :(
Sebagai seorang yang pernah merasakan hidup layak dengan fasilitas yang bagus selama jadi 'kuli' untuk pemerintah Australia, saya merasa sedih dengan cara kalahnya Australia.
Beberapa hari yang lalu mantan boss saya kirim email ke saya...
"Have not heard from you so guess you are right into World Cup fever!!? Have you been able to get caught up in the activities? Lots of coverage over here. Hope Australia get into the next round!"
Kemudian siang tadi sebelum pertandingan dimulai, mantan boss saya ini ngebales email saya seperti ini:
"Yeah big result for Australia, now they have to play Italy!! Are you supporting Italy or Germany??"
Dari dulu dia emang taunya saya ini pendukung Italy, hehehe. Dia pasti gak nyangka kalo saya tuh sedih banget Australia harus pulang dengan cara seperti itu.
Tapi ya sudahlah, seperti kata suami saya, sepak bola itu terkadang memang sulit untuk diprediksi. Sepak bola adalah game, jadi jangan terlalu dimasukin hati.
Thursday, June 22, 2006
Group E: Ceko vs Italy
Buat saya pertandingan hari ini adalah yang paling mendebarkan. Soalnya dari ke-4 peserta di Group E ini belum ada satupun yang berhasil memastikan diri bakal lolos ke babak perdelapan final. Dan pertandingan terakhir nanti sore inilah (waktu Jerman) yang paling menentukan.
Kalau saya sih pengennya Italy dan Ceko saja yang masuk, hehehe. Soalnya dari dulu saya emang suka banget sama tim Italy. Kalo Ceko, saya sukanya karena ada Nedved :D Trus juga karena tahun 2004 lalu mereka mainnya bagus sekali di Piala Eropa, sampe bisa masuk ke semifinal booo... Saya pikir itu karena mereka punya Nedved dan Milan Baros tentunya.
Kalau melihat statistik nilai ke-4 tim peserta saat ini:
Hmm, alangkah indahnya hidup seandainya bener mauku ini bisa keturutan...
Source: http://hestiasari.multiply.com/reviews/item/1
Kalau saya sih pengennya Italy dan Ceko saja yang masuk, hehehe. Soalnya dari dulu saya emang suka banget sama tim Italy. Kalo Ceko, saya sukanya karena ada Nedved :D Trus juga karena tahun 2004 lalu mereka mainnya bagus sekali di Piala Eropa, sampe bisa masuk ke semifinal booo... Saya pikir itu karena mereka punya Nedved dan Milan Baros tentunya.
Kalau melihat statistik nilai ke-4 tim peserta saat ini:
- Italy 3:1 Score: 4
- Ceko 3:2 Score: 3
- Ghana 2:2 Score: 3
- USA 1:4 Score: 1
Hmm, alangkah indahnya hidup seandainya bener mauku ini bisa keturutan...
Source: http://hestiasari.multiply.com/reviews/item/1
Thursday, June 15, 2006
Leaving Bremen for good...
Waktu berlalu cepat sekali. Tgl 1 Juni kemarin kami sudah melapor ke pemilik apartment kalau study kami sudah akan selesai dan rencananya kami akan pulang ke Indonesia akhir Agustus ini. Si Bapak pemilik apartment sempat kaget dan sedih juga. Katanya kenapa kami gak menetap saja di Jerman, hehehe. Dia sudah kadung senang sama kami, jadi dia minta kalau ada teman orang Indonesia yang ingin menggantikan kami, dia akan senang sekali dan dia percaya saja dengan rekomendasi kami.


Terlepas dari urusan rumah, rasanya masih banyak sekali hal2 yang perlu kami selesaikan menjelang kepulangan ini. Mulai dari melapor dan memutuskan rekening telpon dan internet, SWB (strom), televisi, handphone, dsb. Belum lagi kami harus mulai packing barang (terutama buku2 dan ole2 untuk keluarga) dan membuang barang2 yang tidak kami perlukan. Selain itu kami juga harus melaporkan diri ke KBRI di Hamburg.
Aduh, rasanya banyak sekali yang harus dilakukan...
Sementara pada saat yang bersamaan, kami dikejar waktu untuk menyelesaikan thesis kami. Dan sebenarnya itu yang paling utama untuk diselesaikan saat ini!
Ada rasa sedih dan berat untuk meninggalkan Bremen, meninggalkan kehidupan yang sudah mulai kami nikmati di sini, meninggalkan apartment kami, teman dan sahabat2 yang sudah seperti saudara sendiri, dan meninggalkan pelayanan kami.
Tapi disisi lain ada juga rasa deg2an dan senang karena sebentar lagi akan bertemu dan kumpul kembali dengan keluarga di Indonesia.
Saya sudah mulai ngebayangin kehidupan yang akan kembali saya jalani begitu tiba di Indonesia nanti. Bisa jajan segala macam makanan, nongkrong di Gramedia, ngegosip sama adik2, wahh asik sekali...
Saya percaya, ketika ada hal baru yang kita dapatkan, kadang2 ada hal lain yang harus kita relakan untuk dilepas... Dan Tuhan selalu baik, semua pasti indah pada waktunya.


Terlepas dari urusan rumah, rasanya masih banyak sekali hal2 yang perlu kami selesaikan menjelang kepulangan ini. Mulai dari melapor dan memutuskan rekening telpon dan internet, SWB (strom), televisi, handphone, dsb. Belum lagi kami harus mulai packing barang (terutama buku2 dan ole2 untuk keluarga) dan membuang barang2 yang tidak kami perlukan. Selain itu kami juga harus melaporkan diri ke KBRI di Hamburg.
Aduh, rasanya banyak sekali yang harus dilakukan...
Sementara pada saat yang bersamaan, kami dikejar waktu untuk menyelesaikan thesis kami. Dan sebenarnya itu yang paling utama untuk diselesaikan saat ini!
Ada rasa sedih dan berat untuk meninggalkan Bremen, meninggalkan kehidupan yang sudah mulai kami nikmati di sini, meninggalkan apartment kami, teman dan sahabat2 yang sudah seperti saudara sendiri, dan meninggalkan pelayanan kami.
Tapi disisi lain ada juga rasa deg2an dan senang karena sebentar lagi akan bertemu dan kumpul kembali dengan keluarga di Indonesia.
Saya sudah mulai ngebayangin kehidupan yang akan kembali saya jalani begitu tiba di Indonesia nanti. Bisa jajan segala macam makanan, nongkrong di Gramedia, ngegosip sama adik2, wahh asik sekali...
Saya percaya, ketika ada hal baru yang kita dapatkan, kadang2 ada hal lain yang harus kita relakan untuk dilepas... Dan Tuhan selalu baik, semua pasti indah pada waktunya.
Tuesday, June 06, 2006
Grillen Party
Heute habe ich eine Grillen-Party mit einigen alten Freunden von Sprachschule. Es war im Haus von Hui Ling, eine Freundin aus China, wer mit einen deutschen Mann geheiratet hat.
Wir sprachen uns, zurückgerufen den Gedächtnissen, die wir hatten als wir im Sprachschule waren. Es war wirklich schöne Momente!
David, Hui Lings Baby ist jetzt grösser. Er ist so nett und freundlich. Einige seiner Fotos, die du unten finden kannst.
---
Today I have a barbeque party with some old friends from language school. It was in Hui Ling's house, a friend from China who's married with a German guy.
We talked each other, recalled the memories we had when we were in the school. It was really beautiful moments!
David, Hui Ling's baby is growing up now. He is so cute and friendly. Some of his photos you can find below.
---
P.S. Lagi blajar nulis pake bahasa orang sini, maksudnya sih biar gak lupa gitu loh :) Kalo salah, mohon dikoreksi ya. Danke sehr! Btw, 'cute' itu apa sih bhs Jermannya?

Wir sprachen uns, zurückgerufen den Gedächtnissen, die wir hatten als wir im Sprachschule waren. Es war wirklich schöne Momente!
David, Hui Lings Baby ist jetzt grösser. Er ist so nett und freundlich. Einige seiner Fotos, die du unten finden kannst.
---
Today I have a barbeque party with some old friends from language school. It was in Hui Ling's house, a friend from China who's married with a German guy.
We talked each other, recalled the memories we had when we were in the school. It was really beautiful moments!
David, Hui Ling's baby is growing up now. He is so cute and friendly. Some of his photos you can find below.
---
P.S. Lagi blajar nulis pake bahasa orang sini, maksudnya sih biar gak lupa gitu loh :) Kalo salah, mohon dikoreksi ya. Danke sehr! Btw, 'cute' itu apa sih bhs Jermannya?

Tuesday, May 30, 2006
Kamera Poket
'OE dan kurang menarik objeknya.... susah memang kalok pakek poket'Itu komentar paling gak enak yang tertulis di foto terakhir yang tadi aku upload di FN, dengan nilai 1TU.
Jujur saja, itu foto (ternyata) emang gak bagus. Saya bilang 'ternyata' karena saya baru menyadarinya setelah saya upload dan dapat beberapa komen.
Foto itu aku edit dengan laptop, gak pake PC yang biasa kupakai. Contrast dan brightness di kedua layar komputer tsb memang gak sama, sementara mataku belum terbiasa dengan contrast dan brightness di laptopku. Setelah diupload, dapet komen, baru ngeh kalo flare di bagian atas foto emang keliatan dan ganggu banget.
Sempat bengong juga liatnya, lah wong pas ngedit gak keliatan kok...
Ya sutralah, sekalian belajar juga dari komen teman2 fotografer.
Tapi yang mau aku bagiin disini adalah komentar beberapa teman ttg kamera poketku. Di beberapa fotoku yang lain juga pernah ada yang komen gak enak ttg kameraku.
Kadang2 suka sedih juga bacanya. Saya emang cuman bisa beli kamera poket, tidak seperti teman2 fotografer lain yang kameranya hebat2. Dan selama ini saya enjoy2 saja pakai kamera poket ini.
Kalau ternyata hasil jepretannya kurang bagus, bisa jadi karena memang kameranya cuman segitu mampunya, tapi peran saya yang megang kamera juga besar. Kamera bagus kalo fotografernya gak bisa makenya, kan percuma juga ya. Tapi kalo kamera biasa di tangan fotografer yang tepat, nahh itu baru hebat :)
Jadi foto yang gak bagus tadi, itu bukan salah kameranya, tapi emang saya-nya yang gak bisa makenya.
Kamera ini memang belum maksimal di tanganku, karena aku belum benar2 mengenal karakteristiknya. Sempat kepikiran untuk menjualnya di ebay, tapi setelah kupikir2, rasanya sayang juga. Soalnya kamera inilah yang mengantarkanku dapat FgPE di FN. Dan kenangan bersama kamera ini cukup banyak. Perjalanannya pun sudah panjang, sudah banyak moment yang berhasil diabadikannya. Andai suatu hari nanti saya punya kamera yang lebih profesional, kamera poket ini tetap akan kusimpan. Sungguh loh!
Subscribe to:
Posts (Atom)