Thursday, March 30, 2006

FgPE

Hari ini dikasih penghargaan sebagai Fotografer Pilihan Editor (FgPE) di fotografer.net.
Seneng, bangga, sekaligus terkejut kok bisa ya... Soalnya kalo ngeliat foto2 saya, kayaknya belum layak dapet penghargaan itu. Udah gitu, banyak teman2 fotografer yang kirim messages ucapan selamat. Makin seneng dah :)
Terima kasih Tuhan.

Thursday, March 09, 2006

Traveling? Yeah, why not?!

As far as most things are concerned, my husband and I are in perfect synchronicity. For instance, we share the same interests of life such as fave food, crazy on football, music style, and a keen on traveling. I highlighted the term of 'traveling' since I would point it here.

I don't remember since when exactly we love to do traveling. Hmm, let me think...
I guess since we were here in Germany. We come here for study. True. But we also need another thing to do for fun. And we think that traveling is a great choice as compensation of our study. Right? :)

We really enjoyed some traveling we have done so far. Visited nice places, met with people around the world, enjoyed the culture, the food, the building style...
Still want to do some more. Some places are in our list: Rome, Praha, London, Stockholm, Venezia, etc.
But in the other side we should be wise to use our limited money :) Try to consider smartly each of nice traveling offer, even it's quite cheap though.

The next traveling would be a trip to Sonderborg and continued to Copenhagen, hopefully in April. So now, we are so excited waiting for announcement from Mbak Mia and Mas Yadi. Yippieee!

Saturday, February 25, 2006

Champions League: Werder Bremen vs Juventus Turin

One more precious moment has been granted into my life. Since I came here I've been praying for the coming of Juventus to Bremen. And God answered me...
On 22nd of February, my husband and I got a chance to watch a big match of 1/8 round of Champions League between Werder and Juventus. The tickets cost 80 Euro for two different-away seats.

I couldn't believe that Nedved -- the best player in the world, at least in my eyes -- was running around the field in front of me. He was so amazing, so strong, and incredible!

to be continued...

Monday, February 06, 2006

xhtml files

Ok.. it's 01:35 am now..
And I'm still struggling with xhtml files..

...
...
...
...
...

HELP!!!

Thursday, February 02, 2006

3 things

It's February now.
I have to discipline myself.
3 things should be finished today.

- magazine cover for Paul Renner (Typography and Layout)
- poster for Paul Renner (Typography and Layout)
- flash design for Joan Truckenbrod (Hypermedia)

So now... ACTION!

Monday, January 23, 2006

Selamat tinggal sepatu butut..

Hari ini, tanpa direncanakan, aku membeli sepatu sport baru di Deichmann.. cihuyy!!
Sudah lama sebenarnya aku harus menanggalkan sepatu butut yang selama ini sudah menjadi teman perjalananku sehari2. Tapi karena aku terlalu sayang dengan sepatu ini, makanya tetap kupakai. Selain karena modelnya yang sederhana, sepatu ini juga sangat nyaman dipakai. Mau nginjek apa aja, kepentok apa aja, kalo pake sepatu ini kayaknya gak akan terlalu berasa deh.

Tapi hari ini, mau tak mau aku harus rela melepasnya. Penggantinya sudah datang..
Sepulang dari Deichmann, kupandangi sepatuku ini lama2 dan baru kusadari kalau ternyata dia memang sudah sangat jelek, bau, dan sangat butut. Sebagai penghargaan terakhir atas jasanya selama 1.5 tahun ini, kufoto dia. Kemudian akhirnya kumasukkan dia ke dalam tempat sampah.

Selamat tinggal sepatu bututku.. Goodbye.. Au revoir.. Tschüß..

Wednesday, January 18, 2006

Konsep Diri

Oke, kayaknya ini bahasan yang sudah basi deh ya. Tapi biar saja, wong saya lagi pengen nulis ini kok, hehehe...

Tadi pagi saya ujian presentasi di kelas Hypermedia. Buat anak2 Digital Media, yang namanya presentasi itu seharusnya sudah jadi makanan empuk, saking seringnya (harus) berpresentasi di depan kelas :). Kalo diitung2 mungkin ada 5 kali dalam tiap semester.
Sayangnya, saya ini punya konsep diri yang kurang baik (baca: sangat tidak PD-an). Belum juga apa2, sudah panik duluan, takut kaki gemeteran, kuatir kalo ntar ada pertanyaan yang gak bisa dijawab gimana ya, trus ditambah lagi dengan perut mules yang bikin tampangku jadi makin tidak karuan... Kasian banget deh saya ini, huhuhu...

Suamiku adalah orang yang paling sering ngomongin konsep diri. Akibatnya, aku jadi ikutan sering mikirin ini, tapi belum bisa nerapin semuanya.
Konsep diri itu seperti cara pandang atau cara menilai diri sendiri. Orang yang punya konsep diri negatif akan cenderung bersikap pesimis, mudah menyerah, gampang kuatir, mudah dipengaruhi karena tidak punya pendirian, dsb. Akibatnya dia akan tampak seperti orang yang kurang PD dan seringkali mengkritik dirinya sendiri.
Sebaliknya, orang yang punya konsep diri positif akan terlihat lebih optimis dan sangat PD.
Idealnya sih tentu saja menjadi orang dengan konsep diri positif. Tapi menurut saya, kalo terlalu PD juga bisa kebablasan jadi terkesan sombong ya... Yaa pokoknya diatur2 sajalah supaya tepat pada porsinya.

Konsep diri sangat dipengaruhi oleh pembentukan karakter sejak kecil, di dalam keluarga dan di sekolah. Selain itu, 'dengan siapa kita berteman' juga sangat mempengaruhi konsep diri kita.
Saya pernah punya teman yang selalu melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin dia lakukan, dan dia pergi ke sana dan ke sini hanya untuk mendapatkan satu penghargaan dari orang2 tertentu di sekitarnya (ini menurut pengakuan dia sendiri). Dalam mata saya, dia sebenarnya orang yang hebat, dia punya segalanya: pinter, cantik, dan berduit. Tapi yang membuat saya heran kenapa konsep dirinya masih bisa dipengaruhi oleh 'apa kata orang nantinya'. Satu hal yang pasti, dia berteman dengan beberapa orang dari satu kelompok tertentu dan teman saya ini ingin sekali diterima di kelompok itu. Akibatnya hidup teman saya ini jadi seperti bergantung sekali pada komentar dari orang2 di kelompok itu. Sayang sekali...

Satu contoh lain. Sewaktu masih kerja di Surabaya, saya punya teman dekat yang akhirnya jadi seperti mbakku sendiri: Mbak Dina. Orangnya pinter dan pengalaman kerjanya oke banget, tapi dia tetap rendah hati. Yang membuat saya kagum adalah konsep dirinya yang kuat sekali. Saya seringkali terpana ngeliat bagaimana dia bisa tetap tegar dan tidak terpengaruh dengan sekelilingnya. Entah orang mau bilang apa, dia tetap jalan. Tentunya ini menyangkut hal2 yang baik dan benar.

Ingat pesan dari orang tua kita: Kebiasaan yang baik, jangan sampai jadi rusak hanya karena pergaulan yang tidak tepat.

..to be continued..