Showing posts with label book. Show all posts
Showing posts with label book. Show all posts

Monday, October 08, 2007

The Baby Book... by Sears

The Baby Book: Everything You Need to Know About Your Baby From Birth to Age Two by William Sears, Martha Sears, Robert Sears, and James Sears
---

This book is one of my long-felt wants. I have been wanting it since mid period of my pregnancy. Sad that no bookstore in Indonesia have it. Then there was a friend of mine in the States who planned to back home. Jadi deh nitip ke dia :) Thanks Ira, you're my angle!

Now the book is on my bed (bad habit: always sleep with the book I'm reading). Don't know when I will complete it, pretty thick indeed. Every time I'm about to start reading it, my infant has calling me first :)

From a few first pages I have read, I could say that this is a great book. It offers wonderful advices on everything new mommy wonder about, like feeding the baby and sleep schedules. Really, this is the 'baby bible'. Every new mom should have one.

Sunday, July 22, 2007

Shopaholic & Baby

Di salah satu halaman Kompas hari ini, Gramedia memasang iklan besar tentang buku2 baru terbit dengan harga diskon 10%. Salah satu buku yang menarik perhatian saya adalah Shopaholic & Baby karangan Sophie Kinsella, versi Indonesia. Ahh, buku favorit saya sudah ada terjemahannya rupanya.

Edisi pertama buku ini terbit Januari 2007, versi Inggris tentunya. Tapi sudah sejak akhir tahun 2006 saya menanti-nantikan buku ini. Tidak sabar ingin baca pengalaman Becky Bloomwood yang lagi hamil pertama, sama seperti saya! hehehe.
Begitu buku ini terbit (kebetulan waktu itu saya masih di Bremen), saya langsung berburu ke toko buku Thalia. Mau langsung beli, tapi suami waktu itu mengingatkan supaya saya konsentrasi dulu sampai selesai defense thesis (dia tahu betul kalo saya sudah pegang buku itu, gak akan saya lepasin sampe selesai bacanya:)). Akhirnya saya batalin beli buku itu.

Minggu ketiga Februari, begitu saya study saya selesai dan sekitar empat hari sebelum balik ke Indonesia, saya pergi lagi ke Thalia. Tapi saya kaget sekaligus sedih karena rupanya buku yang saya idam2kan itu sudah habis. Si mbak penjualnya bilang saya bisa pesan dan buku itu akan datang dalam waktu kurang dari seminggu. Alamak, tgl segitu mah saya sudah berpanas2-ria di Surabaya...
Saking sedihnya (atau mungkin karena kurang cerdas juga kali ya), saya sampe gak terpikir untuk mencari di toko buku lainnya. Saya pulang dengan tangan hampa. Sampai rumah langsung buka amazon.de, hmm semua seller ada di UK, belum ada seller dari Jerman. Artinya, kalaupun saya order, tetap saja nyampenya semingguan. Ok, amazon dilewatin saja. Saya coba cek ebay.de, ternyata belum ada yang jual:(
Keesokan harinya, ketika pikiran saya sudah mulai waras, saya coba ke Thalia cabang lainnya (kebetulan di Bremen ada tiga cabang). Sukur banget di salah satu cabang ternyata masih ada sisa stok, cuman satu biji loh! Horeee...

Shopaholic & Baby memang bacaan hiburan yang tepat untuk ibu2 muda terutama yang baru pertama kali hamil. Buku ini penuh dengan kisah2 konyol si Becky, beberapa diantaranya kalau dipikir secara logika rasanya gak mungkin terjadi. Tapi dibalik semua itu, saya pribadi sungguh terhibur dengan buku ini. Saya jadi merasa tidak sendirian mengalami beberapa 'keanomalian' selama masa hamil ini, misalnya kadang2 saya dihinggapi rasa kuatir dan cemas yang berlebihan, atau tiba2 saja saya bisa menangis karena sesuatu yang sepele saja, dsb. Kisah keseharian si Becky membuka mata saya kalau perasaan2 seperti itu memang biasa terjadi pada wanita hamil. Dan itu semua diceritakan dengan ringan dan jenaka...
Juga kisah tentang persiapan Becky dalam menyambut kehadiran si bayi, mulai dari kontrol rutin ke dokter, ikut kelas pre-natal, sampai ketika dia berbelanja perlengkapan bayinya yang tidak dia ketahui jenis kelaminnya!
Masih banyak lagi kisah seputar kehamilan si Becky yang sangat menginspirasi. So, buat ibu2 yang lagi hamil pertama, buku ini very recommended!

Tuesday, May 22, 2007

Mimi lan Mintuna

Satu lagi novel si penulis mbeling, Remy Sylado, terbit. Mimi lan Mintuna, diterbitkan oleh KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) pertama kali pada Maret 2007.
Kali ini Remy mengangkat kisah yang saat ini sedang banyak dibicarakan, kisah perdagangan perempuan Indonesia ke luar negeri. Satu yang menjadi ciri khas dari novel2 Remy adalah objek penderita dia biasanya seorang wanita yang berasal dari kaum marjinal, yang harus berjuang melawan kerasnya hidup, dan akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang (dari situasi yang berat). Seperti itu jugalah novel Mimi lan Mintuna ini.

Indayati, wanita beranak satu yang berasal dari Gunungpati, Ungaran, diperdaya oleh sindikat pedagang perempuan internasional. Kehidupan rumah tangga Indayati yang sangat menyedihkan membuat dia harus pergi meninggalkan Gunungpati dan akhirnya sampai ke Manado. Di Manado inilah dia bertemu dengan para sindikat itu. Meski sejak awal dia sudah menolak untuk terlibat dalam pembuatan film di Bangkok yang diiming-imingi oleh sindikat itu, tapi nasib membawanya ke sana juga. Di Bangkok dia dipaksa menjadi model dan bintang film porno sekaligus pemuas nafsu lelaki hidung belang.

Adapun Petrus, yang di kampungnya lebih beken dengan nama Petruk, adalah suami Indayati yang selalu memperlakukan Indayati dengan kasar (baca: menyiksa). Selain itu, Petruk juga dikenal sebagai preman kampung yang selalu memalak uang dan miras dari warung2 di sekitar rumahnya. Hal ini membuatnya dibenci oleh penduduk kampung, bahkan ada yang sampai menyewa pembunuh bayaran untuk menembak mati si Petruk. Dasar untung, si Petruk ternyata lolos dari maut. Tapi kondisi ini juga yang membuat si preman ini akhirnya bertobat dan bertekad mencari istrinya hingga ke ujung bumi untuk menebus sikapnya yang selama ini selalu menyia-nyiakan istrinya.

Cerita yang tampaknya biasa saja, tapi menjadi luar biasa karena Remy yang nulis :) Remy memang selalu pandai memikat pembaca dengan bahasa2 dan pemilihan kata2nya yang khas. Gaya bahasa kenes ala koran sungguh jauh dari novel2 dia :) Cara penulisan dia juga progresif, tidak pake alur mundur, bikin novel ini jadi terasa 'ringan'. Belum lagi sentilan2 manis ala Remy terhadap performance pejabat dan aparat keamanan di negeri ini (dan juga di Thailand) membuat novel ini makin menarik.

Judul novel ini juga bikin saya penasaran. Di bagian awal, 'Mimi lan Mintuna' hanya sekali disebutkan. Jadi sepanjang membaca buku itu, saya terus2an mencoba menarik satu kesimpulan tentang arti harfiah 'Mimi lan Mintuna'. Tapi gak dapet2 juga :) Di akhir cerita, lewat petuah2 mertua Indayati, Remy akhirnya berbaik hati menjelaskan artinya.
Mimi adalah unam, sejenis siput laut. Mintuna adalah belangkas, sejenis ketam berekor. Mimi dan Mintuna adalah dua hewan yang berbeda jenis tetapi mereka bisa hidup rukun dan damai di pesisir pantai. Kalau Mimi hilang atau mati, Mintuna akan terus mencari dan menunggunya. Jika ternyata dia tidak berhasil menemukan Mimi, dengan sengaja dia membiarkan dirinya mati di pasir pantai...

Yang agak mengganggu mata saya ketika membaca novel ini adalah beberapa kata dituliskan tidak mengikuti standar2 EYD. Seperti ketika Remy menuliskan 'laki-laki' sebagai 'lakilaki'. Beberapa kali saya juga merasa kurang nyaman dengan penulisan awalan 'di' yang menurut saya kurang tepat. Kadang Remy seperti kepleset membedakan bagaimana menuliskan 'di'+tempat (sebagai preposisi) dan 'di'+kata kerja (sebagai imbuhan). Tapi bisa dimaklumi, masih cetakan pertama soalnya. Mungkin setelah ini akan ada revisi sebelum cetakan keduanya diterbitkan.

Ehh, atau sayanya aja yang terlalu soktaw kali yee... Iya sih, saya kan juga masih belajar :)

Saturday, July 01, 2006

Senang...senang...senang...

Hari ini rasanya senang banget. Report hasil research saya yang tempo hari direview sudah saya submit tadi siang. Lega banget rasanya satu pendingan kerjaan bisa diselesaikan. Aku harap, kali ini Professorku bisa puas sehingga aku gak perlu lagi merevisi. Rasanya sulit sekali untuk konsentrasi sama thesis kalo masih ada beban kerjaan lain yang belum terselesaikan. Untunglah yang satu ini sudah lewat...

Saking senangnya, sore tadi sehabis kontrol ke dokter pengen langsung ke toko buku Thalia. Sudah sejak berhari2 yang lalu kepingin baca bacaan2 ringan. Mungkin karena otakku sudah terlalu penuh kali ya? :)
Tapi begitu ngecek rekening, rupanya dana beasiswa belum masuk, hehehe. Beginilah kalo tiap bulan hidup dari kasih karunia :) Karena gak pingin 'mengganggu' simpanan kami, akhirnya kami untuk putuskan pulang saja, beli bukunya ntar aja kalo dananya sudah masuk.
Sepanjang perjalanan pulang, aku ngoceh sama suami tentang buku2 yang ingin aku beli. Beberapa diantaranya tidak tersedia di Thalia, jadi kudu beli di Amazon.
Ini buku2 yang masuk dalam wishlist saya:

1. Cynthia Heald (2005). Becoming a Woman of Excellence.
Kenapa?
Buku ini sedang jadi bahan PA kaum wanita di gereja kami di IBC Bremen. Karena saya tidak pernah bisa (atau emang gak mau ya?) datang ke acara kaum wanita itu, jadi saya pikir sebaiknya saya cari bukunya dan pelajari sendiri. Rencananya nanti kalau ada waktu mau saya bagikan juga di acara Frauentreffen teman2 PERKI Bremen.

2. Elisabeth Elliot (1999). Let Me be a Woman.
Kenapa?
Saya lupa tepatnya dimana, tapi yang pasti dari blog seorang teman, saya pernah membaca tulisan dia tentang buku ini. Teman saya itu sangat menyarankan setiap wanita, khususnya yang sudah menikah untuk membaca buku ini. Ok, will do it soon!

3. One of Shopaholic series from Sophie Kinsella.
Kenapa?
Yaa itu tadi, saya emang lagi pengen baca yang ringan2. Kalo baca resensinya di Amazon, rasanya novel ini tidak 'seserius' novel2nya Coelho ataupun Steel :) Dan lagi, kalo baca sepintas tentang tokoh utama dalam serial karya Kinsella ini, karakternya kok kayak gue banget deh... hahaha.

Udah ahh, mo bobok dulu nih. Senang banget malam ini gak perlu ngelembur lagi...

Friday, January 06, 2006

Memoirs of a Geisha (2005)

This is one of my fave reading. I have read both Indonesian and English versions. So touched and impressed me.
Before read this book, I used to think that Geisha is only such a 'hostess' (couldn't find any more suitable word for this, sorry!). But then I knew that I was completely wrong.

Arthur Golden has been tremendously telling us about the hard life of a Geisha. A Geisha has to learn so hard in order to be capable in singing, playing Japan traditional music, doing a beautiful traditional dancing, etc. Besides, a Geisha is expected to be smart in entertaining her guest.

Ok, this is a short overview of the book I copied from Yahoo! Movies.

In the years before World War II, a Japanese child is torn from her penniless family to work as a geisha house. Despite a treacherous rival who nearly breaks her spirit, the girl blossoms into the legendary geisha Sayuri. Beautiful and accomplished, Sayuri captivates the most powerful men of her day, but is haunted by her secret love for the one man beyond her reach.

I'm happy that Columbia Pictures in collaboration with DreamWorks SKG decided to produce the movie of this book. And they did a great casting since Ziyi Zhang, Ken Watanabe, Gong Li, and Michelle Yeoh are on the artists list. Perfect! No wonder if the movie has been on the box office list in some last weekends in the USA.