Tuesday, October 28, 2014
Go travel, see the world, and be humble!
Tuesday, May 26, 2009
Morning conversation with Deo
Saya (S): Deo gimana tidurnya? Enak ga?
Deo (D): Iyah... {sambil ngucek-ngucek matanya}
S: Deo bangun gini ga cari Papa?
D: Ndak...
S: Emang Papa dimana sih?
D: Itayi... (Italy)
S: Oh gitu. Papa ke Italy naek apa?
D: Nae pecawak (naik pesawat)
S: Deo mau ikut juga?
D: Iyah...
S: Deo naik apa dong ke Italy?
D: Nae taci... (naik taxi)
S: Loh, kok taxi... Entar ga sampe2 dong kalo pake taxi. Naik pesawat aja ya?
D: Ndak, Deo... taci aja... (Deo naik taxi ajah)
S: Ya udah. Mau pake taxi apa?
D: Taci biyu... (taxi biru aka Bluebird :))
S: Loh, bukan yang merah ya?
D: Miyah... Papa, miyah... Papa (kalo merah itu mobil Papa)
Saya selalu berusaha untuk membuat Deo ingat akan Papanya. Orang-orang di rumah juga saya beritahu supaya Deo selalu diajak ngobrol tentang Papanya. Foto Papanya juga sering kami perlihatkan. Mudah-mudahan Deo bisa tetap ingat sampe tiba saatnya dia bertemu lagi dengan Papanya :)
Tuesday, March 10, 2009
Please keep praying for Deo
last wednesday, on the 3rd of march
my 18 mos son was taken to hospital
due to high fever that made him unconscious
doctor initially diagnosed he got Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)
*atau Demam Berdarah (DB)
but three days ago the diagnosis turn to be typhus
and yesterday doctor said that he probably got the meningitis symptoms
my son is still lying on the bed in hospital
every morning his blood is taken
four times a day he gets injection for some antibiotics
and his infuse has to be replaced almost in every three days
yes, his physical is ill
but the sadden thing is
he becomes traumatic each time he sees
all the uniformed nurses
and the medical stuffs
he often wakes up in the night
screaming and crying out
not for the pain
but for the fears he feels deep inside
my tears, my prayers
seem to be nothing compared to his sufferings
i tried to negotiate with GOD
if it's possible
*and i believe that nothing is impossible for Him
i would take over all my son's sufferings
children shouldn't be hurt
neither by injection nor by other medical treatment
GOD has designed children
to be our little angel
to be an apple of our eyes
to cheerful our days
they are created to be happy
i thank you all, dear friends
for the encourage messages you text me
and for the prayers you send for my son
please, keep mention AMADEO in your prayers
thank you!
Tuesday, February 17, 2009
Bila Anak Anda Kidal (Kompas.com)
Bila Anda memiliki anak kidal, inilah beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan:
1. Terimalah dan bantulah anak.
Anda harus bersikap menerima dan support anak. Jangan malah merendahakna dirinya, misalnya, “Ih, apaan tuh, pakai tangan kiri, jelek!” Pnerimaan orangtua bisa membangun rasa percaya diri anak sehingga ia bisa kuat menghadapi lingkungannya. Anak akan merasa biasa-biasa saja meski dirinya berbeda dari anak lain.
2. Tidak memaksa anak menggunakan tangan kanan.
Untuk aktivitas bina diri atau aktivitas lain yang tidak terlalu terkait dengan relasi interpersonal semisal menulis, menggambar, makan, pakai baju, biarkan ia memilih menggunakan tangan kirinya yang dianggap nyaman untuk beraktivitas. Jadi, jangan Anda malah memaksanya mengganti dengan tangan kanan. Boleh saja Anda menyarankan anak untuk mencobanya, tapi buka suatu keharusan. Jika kualitas kerjanya menurun dan ia merasa tak nyaman, biarkan anak bekerja dengan tangan yang paling nyaman. Sebaliknya, jika ia bisa menunjukkan kualitas kerja yang sama baiknya, atau bahkan lebih baik, segeralah berikan pujian agar perilakunya berulang.
3. Ajarkan norma sosial yang berlaku umum di masyarakat.
Berkaitan dengan nilai dan budaya timur umumnya, anak bisa diajarkan menggunakan tangan kanannya untuk bersalaman, cium tangan, menerima sesuatu, memberikan sesuatu, dan seterusnya. Sehingga, anak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya, bisa diterima secara sosial, tidak dianggap anak tak sopan, dan sebagainya. Lagipula gerakan seperti itu bukanlah sesuatu yang sulit untuk diajarkan.
4. Tinggalkan stigma “tangan kiri jelek”.
Tangan kiri sama bagusnya dengan tangan kanan. Jangan pernah orangtua memarahi anak apalagi menggunakan nada tinggi karena anak menggunakan tangan kiri untuk beraktivitas. Cara seperti ini akan membuat anak merasa tertekan.Bisa-bisa anak malah mengurungkan niatnya untuk belajar menggunakan tangan kanannya dengan lebih sering.
5. Tetap latih penggunaan tangan kanannya.
Tujuannya untuk lebih menyeimbangkan fungsi otak kanan dan kirinya. Melatihnya pun dalam hal-hal yang lekat dengan aktivitas anak sehari-hari seperti makan, mewarnai gambar, menggambar dan kegiatan lainnya. Bila anak melakukan aktivitas dengan tangan kirinya, mintalah ia mengulangi kegiatan yang sama dengan tangan kanannya, sambil memujinya.
6. Beri pemahaman pada lingkungan.
Seringkali lingkungan sosial di luar keluarga merupakan tantangan bagi anak. Sementara anak usia ini sosialisasinya sudah lebih luas lagi di mana ia mulai bersekolah, bermain di lingkungan sekitar rumah, dan lainnya. Nah, untuk meminimalkan dampak psikis karena dirinya yang berbeda, orangtua bisa konsultasikan pada guru di sekolah agar mereka pun memahami kondisi anak kidal, dengan tidak memaksakan atau mengatakan bahwa penggunaan tangan kirinya jelek dan buruk.
Dedeh Kurniasih
Wednesday, August 20, 2008
20-08-2008... Deo genap 1 tahun
Itu hanya sebagian kecil dari kisah kehidupan awal Deo :)
Dan waktu terus berjalan... Hari ini Deo genap berusia 1 tahun.
Banyak hal yang sudah terjadi. Setiap hari selalu saja ada perkembangan baru, yang membuat saya semakin takjub akan cara Allah berkreasi dalam hidup anak saya. Seringkali ketika sedang bermain bersama Deo, saya dan suami sering heran: "kok bisa ya Tuhan membentuk Deo sampe jadi kayak gini...:))".
Beberapa milestones Deo dan hal2 penting lainnya yang tersimpan dalam memori saya:
* 4 minggu: Deo sudah bisa melihat.
* 6 minggu: Deo pertama kali membalas senyum saya. Waktu lihat dia senyum, saya sampe nangis loh, padahal itu jam 01.00 loh :)
* 3 bulan: Di suatu pagi Deo mengangetkan saya dan papanya yang sedang tidur karena dia tiba2 bilang "Dheo, Dheo". Dia memanggil namanya sendiri :) -- Deo sudah bisa tengkurap.
* 6 bulan: Deo pertama kali bilang"mama" -- Deo mulai makan bubur instan (hanya mau Milna dan Mealtime ajah), sebelum makan saya ajari berdoa sambil melipat tangan -- Deo mulai ambil ancang2 merangkak -- Sangat suka musik, gak bisa tidur kalau gak dengar musik.
* 7 bulan: Deo mulai makan bubur tim buatan saya (setelah kenal bubur tim, gak mau lagi makan bubur instan, hehe) -- Deo sudah bisa duduk tegak sendiri dan mulai merangkak kemana2 (tempat favoritnya adalah dapur!).
* 8 bulan: Deo pertama kali digunduli.
* 10 bulan: Gigi pertama akhirnya nongol juga (lama boo nungguinnya) -- Deo sudah bisa berdiri sendiri dan mulai minta dititah kalau jalan -- Mulai menunjukkan minat yang mendalam pada benda2 elektronik seperti hp, remote, kamera, laptop, kalkulator (kami suka guyon dan bilang ke Deo kalo gedenya dia bisa jadi tukang servis atau montir yang handal, hehe).
* 12 bulan: Berat badan 9 kg, tinggi 73 cm -- Gigi sudah 5 biji -- Tangan dan kaki kirinya lebih aktif dan lebih bertenaga -- Deo sudah berani jalan sambil bawa bola besar kesayangannya (hadiah dari Om Christmas!).
Begitulah perkembangan Deo dalam satu tahun ini. Selain sangat concern dengan perkembangan fisik, motorik, mental, dan intelektualitasnya, kami juga sangat memperhatikan perkembangan karakternya. Kami ingin supaya Deo tumbuh jadi anak yang takut akan Tuhan. Satu hal yang sampai sekarang masih sulit untuk saya terapkan adalah membacakan Firman Tuhan atau cerita2 Alkitab setiap hari untuk Deo. Itu PR penting buat saya :)
Kami bersyukur untuk hari ini, hari yang telah Tuhan tetapkan untuk Deo.
Terima kasih juga untuk teman2 yang selama ini selalu setia mengikuti perkembangan Deo, baik lewat blog ini maupun lewat email dan sms. Special thanks buat mbak Maria Prihandrijanti yang sering jadi tempatku bertanya dan curhat gak karuan (hehe), juga mbak Jisca yang jadi teman sharing via email...
Tuhan memberkati.
Friday, April 11, 2008
ASI vs Susu Formula
Pro dan kontra antara pemberian ASI dan susu formula juga bermunculan. Ada satu pendapat yang menyiratkan bahwa pertumbuhan bayi yang (hanya) diberi susu formula oleh ibunya tidak akan sebaik bayi yang memperoleh ASI eksklusif. Saya yang hanya jadi pengamat setia (hanya ngikutin diskusi tanpa berani berkomentar), jadi sedikit teriritasi membaca postingan itu. Kenapa? Deo, anak saya yang saat ini berusia 7.5 bulan sudah tidak lagi minum ASI, hanya mengandalkan susu formula dan makanan pendamping. Beberapa teman dekat tentu tahu betul alasannya...
Sampai akhirnya seorang mentor (yang sudah sangat senior) menuliskan bahwa ASI ataupun susu formula, bukan itu yang terpenting dalam membesarkan anak, tetapi keharmonisan dalam rumah tangga dan bagaimana mendidik anak, itulah yang sangat menentukan. Kombinasi dari nutrisi yang diberikan pada anak, ditambah dengan atmosfer dalam rumah dan lingkungan pergaulan, dan didikan dari orang tua, itulah yang nantinya akan membentuk si anak.
Saya pribadi sangat setuju dengan tulisan si mentor ini. Bukan karena menemukan alasan untuk membenarkan diri saya, tapi karena saya sendiri mengalami apa yang dibagikan si mentor ini.
Mendidik Deo, mengajarkan dia setiap hal, mengenalkan dia pada benda2 asing, menolong dia melakukan sesuatu yang belum bisa dia kerjakan sendiri, membentuk dia menjadi anak yang takut akan Tuhan, sambil tetap menjaga keharmonisan dalam rumah (hubungan dengan suami, pembantu, dll), bukanlah perkara yang mudah. Perlu banyak doa, hikmat, kesabaran, dan airmata...
Saya cuplikkan sebagian dari isi email si mentor, yang dia tuliskan berdasarkan prinsip2 Kristiani, tapi saya rasa baik untuk dibaca oleh semua ibu... Semoga berguna!
***********
dear teman-teman sesama ortu,
dari pengamatan saya, tampaknya anak sehat (jasmani dan rohani) itu adalah hasil sinergi dari faktor berikut:
1. SUSU FORMULA + kasih sayang ortu+'anugerah dan rancangan Tuhan untuk anak itu' = anak sehat
2. ASI + kasih sayang ortu+ 'anugerah Tuhan dan rancangan Tuhan untuk anak itu' = anak sehat
karena ASI maupun penggantinya sudah tersedia, maka faktor kasih sayang orangtua dan pemahaman tentang anugerah dan rancangan Tuhan sangat menentukan pertumbuhan dan arah masa depan anak. kasih sayang orangtua disini maksudnya adalah keharmonisan hubungan orangtua, yang tentu saja sangat ditentukan oleh prinsip yang dianut oleh orangtua dalam hal hubungan suami-isteri. Kalau suami mengasihi isteri walau bagaimanapun isterinya dan isteri tunduk total kepada suaminya walau bagaimanapun suaminya **deleted**, maka atmosfir keluarga Kerajaan Allah akan dirasakan oleh si bayi/anak sehingga akan menghasilkan suasana kondusip untuk tumbuh sehat (jasmani dan rohani).
contoh: dua hari lalu di KL saya baca di koran setempat yang melaporkan adanya seorang anak jenius umur 14 tahun hingga dapat beasiswa masuk perguruan tinggi paling top di Inggris ('MIT' nya Inggris). ceritanya anak itu ditemukan polisi melarikan diri dari orangtuanya dan tidak mau kembali ke rumah, alasannya adalah rumahnya bersuasana seperti neraka karena kedua orangtuanya sangat menuntut, tidak harmonis dan ambisius mendidik dengan cara yang membuat anak tertekan.
teman sekolah anak saya, melarikan diri dari sekolah, karena merasa tertekan, padahal anaknya pandai dg IQ > 125, karena stressnya dia tidak bisa mengerjakan satu soalpun ulangan atau ujian hariannya, tampaknya ortunya sangat menuntut dirinya untuk berhasil di sekolah itu.
kalau kita balik, jika kita paham betul akan anugerah Tuhan dan rancangan Tuhan untuk anak itu dan kita sebagai orangtua memberi suasana kasih sayang/keharmonisan, maka walau ASI tersendat dan duit pas-pasan untuk beli susu formula atau susu sapi kaleng, anak akan dijamin tetap sehat, karena Tuhan yang berdaulat atas masa depan anak itu. jadi, mari kita mencemaskan tentang hubungan harmonis ortu dan pemahaman akan anugerah Tuhan dan rancanganNya, sehingga kita cukup 'confident' dalam soal makanan dan sekolah anak-anak kita.
**deleted**
***********
Sunday, March 02, 2008
Deo bilang "mama"
Saya pikir saya yang salah dengar. Tapi ternyata itu diulanginya lagi di depan papanya, dengan mulut yang dimonyongkan :)
Duh, sangat mengharukan. Deo pertama kali bilang "mama" di umur enam bulan sebelas hari...
Monday, October 15, 2007
Lebaran Storyboard

Update: Kayaknya message board di sini gak ngijinin buat file gede. Silahkan lihat original fotonya di: http://i90.photobucket.com/albums/k248/hestiasari/LebaranStoryboard.jpg
Monday, October 08, 2007
The Baby Book... by Sears
The Baby Book: Everything You Need to Know About Your Baby From Birth to Age Two by William Sears, Martha Sears, Robert Sears, and James Sears---
This book is one of my long-felt wants. I have been wanting it since mid period of my pregnancy. Sad that no bookstore in Indonesia have it. Then there was a friend of mine in the States who planned to back home. Jadi deh nitip ke dia :) Thanks Ira, you're my angle!
Now the book is on my bed (bad habit: always sleep with the book I'm reading). Don't know when I will complete it, pretty thick indeed. Every time I'm about to start reading it, my infant has calling me first :)
From a few first pages I have read, I could say that this is a great book. It offers wonderful advices on everything new mommy wonder about, like feeding the baby and sleep schedules. Really, this is the 'baby bible'. Every new mom should have one.
Monday, July 02, 2007
Mendidik anak...
Sejak usia kehamilan memasuki bulan kelima, saya sudah mulai merasakan gerakan2 si kecil dalam kandungan saya. Awalnya pelan dan hanya sesekali saja, tapi makin hari gerakan2nya makin terasa dan intensitasnya juga meningkat.
Dari beberapa buku yang saya baca, disarankan bahwa ketika si kecil sudah mulai bergerak, sebaiknya makin sering diajak berkomunikasi. Beberapa hal yang sejak awal saya dan suami sering lakukan (dan akhirnya jadi kebiasaan) adalah:
- Pagi hari ketika bangun, suami membacakan (atau tepatnya membisikkan) satu-dua ayat buat si kecil. Kalo lagi begini, biasanya si kecil diam saja... Kami pikir, ohh mungkin dia juga lagi 'saat teduh' :)
- Ketika suami sedang mendoakan si kecil dengan menumpangkan tangan di perut saya, saat itu si kecil suka bergerak2. Sepertinya dia mau bilang kalo dia senang jika didoakan...
Saat ini usia kandungan saya sudah masuk minggu ke-33. Si kecil makin sering melakukan manuver2 yang tak terprediksikan :) My godness, it's kicking and jumping almost all the time! Dia memang aktif sekali. Pada saat2 seperti itu, rasanya amazing banget. Saya dan suami tak henti2nya merasa heran, takjub, dan sangat bersyukur bisa mengalami masa2 seperti sekarang ini.
Ada satu hal yang belakangan ini kami coba terapkan: mengajarkan matematika pada si kecil. Malam hari adalah waktu favorit si kecil bermain2 dalam perut saya (ini menurut perasaan saya loh). Nah, saat itulah suami biasanya ngajak dia berhitung. Biasanya suami mengetuk perut saya beberapa kali, dan setelah itu si kecil pasti bales merespon dengan menendang. Maunya kami, kalo diketuk satu kali, si kecil juga bales nendang sekali, diketuk dua kali dia bales nendang dua kali, dst. Tapi kenyataan sering lain. Kadang suami ngetuk dua kali, dibales cuman sekali, atau kalau suami ngetuk sekali, dia malah nendang berulang kali. Kami pikir, wah matematikanya masih kacau nih :)
Gak papa, karena bukan itu sebenarnya point pentingnya. Yang kami ingin nikmati adalah adanya interaksi dengan si kecil. Setiap respon yang dia berikan, bagi kami seperti menunjukkan karakter dia yang mau dengar2an sama orang tua dan harapan kami nantinya dia akan jadi anak yang takut akan Dia.
Satu pengalaman yang gak bisa saya lupakan. Sekitar tiga minggu yang lalu ketika USG (usia kandungan 30 minggu), saat itu posisi si kecil masih sungsang: kepalanya masih di atas dan kaki di bawah. Orang bilang itu biasa kok, nanti juga muter sendiri. Tapi bagi saya itu sudah jadi sesuatu yang sangat menguatirkan (dasar paranoid ya!). Selain berdoa, saya juga jadi makin sering ngomong sama si kecil, saya minta supaya dia pelan2 muter ke bawah karena kalo gak gitu mamanya pasti dioperasi saat melahirkan dia. Dan saya jelasin juga kalo mamanya ini paling takut dioperasi, selain itu biaya operasi kan gak murah...
Beberapa hari yang lalu ketika USG lagi, ehh ternyata si kecil sudah muter, posisinya sudah gak sungsang lagi. Duh, pinternya anakku ini :)
Saat ini juga si kecil juga sudah mulai menunjukkan selera musiknya. Kalo saya dengar Mozart atau Handel, biasanya dia diam banget. Saya pikir, dia sedang menikmati, hmm oke juga selera dia :) Dan kalo saya puterin Enya atau Shania Twain, biasanya dia akan gerak2. Saya pikir, ohh dia lagi ikutan joget nih :)
Memang sering sekali pikiran2 saya ikut terlibat setiap kali si kecil menunjukkan responnya. Saya suka memberikan penilaian yang absolut, apakah itu berarti si kecil suka atau tidak. Bisa saja yang saya pikirkan itu benar, tapi bisa jadi itu karena saya memang berharapnya seperti itu. Harap dimaklumi saja, namanya juga pengalaman pertama...

