Showing posts with label response. Show all posts
Showing posts with label response. Show all posts

Tuesday, June 10, 2014

Sharing pengalaman apply visa UK dari Jerman

Beberapa waktu yang lalu, saya apply visa UK dari Jerman (Düsseldorf). Mengingat minimnya referensi yang saya butuhkan untuk apply visa ketika itu, maka saya bagikan pengalaman saya di sini. Semoga bisa bermanfaat bagi yang teman2 di Jerman yang akan berkunjung ke UK. :)

Kenapa saya pilih untuk apply via British Consulate di Düsseldorf dan bukan di Berlin ataupun München? Selain karena jarak dari kota tempat tinggal saya (Bremen) lebih dekat ke Düsseldorf, juga karena biaya untuk apply visa di Düsseldorf lebih murah. Kalau apply via BC di Berlin atau München ada tambahan biaya sekitar 115 Euro, kalau tidak salah (mesti cek lagi berapa pastinya).

Untuk apply visa UK, ada tiga website penting yang terkait proses aplikasi ini:
  1. Informasi penting sebelum apply visa: https://www.gov.uk/government/organisations/uk-visas-and-immigration. Silahkan diobok2 website itu, sampe hapal ya :p
  2. Untuk apply online: https://www.visa4uk.fco.gov.uk
  3. Untuk konfirmasi appointment penyerahan dokumen dan pembuatan data Biometric: http://www.ge2de.tpcontact.co.uk
Kepergian saya ke UK adalah untuk menghadiri sebuah konferensi/seminar, karena itu saya pilih tipe visa: Academic Visitor. Pastikan bahwa tipe visa yang dipilih adalah benar. Jika keliru, maka Anda harus menghapus data yang sudah diisikan dan mengulangi lagi dari awal.

Ok, setelah website nomor 1 sudah selesai dibaca dan dipahami dengan baik, selanjutnya siapkan dokumen2 yang diperlukan. Daftar dokumen yang diperlukan untuk setiap tipe visa bisa dibaca dan didownload di sini. Sementara itu, ada beberapa dokumen yang diperlukan untuk pengisian aplikasi online:
  1. Pasport yang masih valid dan juga yang tidak valid lagi
  2. Invitation letter dari UK -- Kalau ikut konferensi, pihak organizer pasti akan memberikan invitation letter
  3. Jadwal keberangkatan dan kembali ke kota asal -- Sebaiknya sudah membeli tiket penerbangan sebelum mengisi aplikasi online
  4. Akomodasi -- Pastikan juga sudah ada tempat tinggal sebelum mengisi aplikasi online
  5. Rincian keuangan -- Saya ngeprint bank statement secara online, tidak perlu minta ke bank. :D
Setelah dokumen lengkap, silahkan untuk membuat aplikasi online pada website nomor 2. Untuk yang baru pertama kali apply mesti register dulu. Ingat, account pada web ini sebaiknya dicatat dan disimpan dengan baik, karena valid selama 2 tahun. Jadi jika dalam waktu 2 tahun kedepan ingin apply visa UK lagi, tidak perlu membuat account baru.

Data yang perlu diisikan pada aplikasi online ini lumayan banyak. Jadi sebaiknya jangan dikerjakan mepet2 ya. Pengalaman saya pribadi, butuh 2 hari penuh untuk mengisi data online ini. Mungkin karena saya terlalu hati2, atau bisa jadi karena saya juga tulalit. Lol.
Data yang diisikan bisa disave dan diedit kemudian jika perlu. Jika sudah yakin tidak ada lagi yang perlu diedit, silahkan disubmit. Di bagian akhir Anda akan diminta untuk menentukan appointment untuk menyerahkan langsung dokumen ke BC di Düsseldorf. Tips sebelum menentukan appointment: cek jadwal kereta dari kota tempat tinggal Anda. Karena proses penyerahan dokumen dan pembuatan Biometric itu cepat, jadi tidak perlu menginap di Düsseldorf, kecuali kalau memang ingin sekalian jalan2...
Pada saat mengisi data, Anda akan mendapatkan nomor GWF. Nomor ini yang nantinya akan dipakai sebagai identitas Anda. Meskipun nantinya akan dikirimkan via email, tapi sebaiknya dicatat juga supaya lebih aman.

Nah, setelah selesai apply online, jangan lupa untuk masuk ke website nomor 3. Di sini Anda harus membuat konfirmasi untuk appointment penyerahan dokumen dan pembuatan Biometric. Appointment yang Anda buat pada website nomor 2 tidak berlaku jika Anda tidak mengkonfirmasi dengan memasukkan appointment yang sama pada website nomor 3. Ribet ya? Ember... :D

Setelah selesai apply online, siap2 untuk berangkat ke Düsseldorf. Jangan lupa untuk menyiapkan bukti appointment, copy passport yang masih berlaku dan copy Residence Permit card (depan dan belakang) -> dokumen ini akan dicek oleh petugas di pintu depan BC. Di Düsseldorf, tidak perlu bingung mencari lokasi BC. Begitu keluar dari Hauptbahnhof, jalan lurus kedepan sekitar 100 meter, nyampe deh.

Setelah penyerahan dokumen dan pembuatan Biometric, tunggu selama kurang lebih 2 minggu (10 hari kerja). Tracking progress aplikasi bisa dicek di website nomor 3. Tapi sayangnya ketika saya apply visa, tracking systemnya tidak berfungsi dengan baik. Progres tidak berubah sejak saya mulai apply hingga visa saya terima. :D

Ok, sukses ya buat aplikasi visanya. Dan jangan lupa untuk BERDOA! :)

Monday, April 06, 2009

First Blogging Award ^_^

On of my student, Budiharja, sent me a message through Facebook.
He said that my blog just got an award from him :)
What a surprise!
And, here is the award:
The aims of this award:
As a dedication for those who love blogging activity and love to encourage friendships through blogging.
• To seek the reasons why we all love blogging!

Here are the rules of the award:
Put the award in one post as soon as you receive it.
• Don’t forget to mention the person who gives you the award.
• Answer the award’s question by writing the reason why you love blogging.
• Tag and distribute the award to as many people as you like.
• Don’t forget to notify the award receivers and put their links in your post.

-------------------------------------------------------------------------------------------------
Following the rules of the award, here is some reasons (not all) why I do love blogging:
1. Blogging is just a kinda activity for relaxing, getting me out of daily routines for some time.
2. This blog is like my treasure house. I put some of my precious experiences here. And it's always good to read it the day later.
3. I love to receive comments from readers and to know what they think about my writings.

Next, I would distribute this award to these people:
1. Angela Adelia
2. Merlyna Lim
3. Pratanti

Congrats! ^_^

Tuesday, March 31, 2009

Pelayan di Kantin Kampus yang Kasar dan Tidak Sopan

Hari ini saya tidak bawa bekal dari rumah.
Jam 12.30 perut sudah mulai lapar.
Tapi karena saya masih menyelesaikan satu pekerjaan yang lagi tanggung, jadi saya tahan laparnya.
Jam 13.00 perut makin lapar, kepala mulai pusing.
Maka saya pun turun ke bawah, ke kantin.
Rencananya saya mau bungkus makan saja untuk saya bawa ke ruangan.
Maksudnya mau makan sambil melanjutkan kerjaan.

Tiba di kantin, antrian panjang sekali.
Seperti rel kereta api.
Sebenarnya saya bisa saja ambil "jalur khusus" supaya tidak perlu berdesakan dengan mahasiswa.
Tapi saya tidak mau begitu.
Jadi saya pun ikutan antri.
Bebek saja bisa antri, masa saya ga bisa? :D

Waktu tiba giliran saya, saya bilang ke seorang ibu di kantin kalau saya mau dibungkuskan.
Si ibu cuman lewat aja sambil bilang supaya saya minta ke (pelayan) yang lain saja.
Oke, saya tunggu sampai ada pelayan yang free.
Waktu saya lihat ada mba yang lagi free, saya kembali minta dibungkuskan.
Si mba cuek saja, dia malah mengambil sendok dan melayani mahasiswa di belakang saya.
Loh, kok saya dilewatin ya.
Mulailah saya merasa "panas".
Tapi saya coba untuk menahan diri, meski perut makin perih dan kepala nyut-nyutan.
Saya panggil lagi mba-nya dan bilang kalo saya mau bungkus.
Akhirnya si mba "mudeng" juga.
Dia ambil selembar kertas coklat pembungkus makanan.
Horeee, akhirnya saya diladeni juga, begitu pikir saya.
Tapi ternyata kertas itu malah dilemparkan ke saya.
Sekali lagi: DILEMPARKAN.

Saya: Mba, saya ini mau bungkus makan...
Si mba: Iya, itu kan sudah ada kertasnya. Nasinya ada di situ (katanya sambil menunjuk ke pojok), bungkus sendiri kan bisa toh...
Saya: Ya, bisa sih. Tapi kan biasanya kalo bungkus emang dibungkusin sama mba2 di sini. Lagian, saya mau pesen ayam penyet. Kan ada di dalam, ga bisa ngambil dari sini.
(Bukannya mau sok dilayani, tapi biasanya kalo pesen makan bungkus, ya emang dibungkusin sama pelayannya. Dimana-mana juga begitu, kan?)
Si mba: Iyaaa, tu nasinya kan sudah ada, tinggal disendok aja baru dibungkus. Masa ga bisa sih?
Kemudian dia melengos pergi...

Perut lapar, kepala pusing, dapat perlakuan kasar dan ga sopan lagi.
Beberapa mahasiswa yang antri di depan dan di belakang saya melihat kejadian itu.
Kalau ga ingat sopan santun yang sudah diajarkan oleh orang tua, rasanya mau tak lempar sepatu si mba itu.
Saya tidak mengharapkan dilayani seperti raja.
Saya hanya ingin, si mba itu menjalankan tugasnya dengan baik.
Tugas dia di situ kan untuk melayani, tapi ternyata dia tidak melakukan bagiannya dengan baik.
Kalo mahasiswa ganteng aja, baru mau dia layani.
Dasar pelayan ganjen.

Maaf, kalau ada kata-kata yang kurang berkenan.
Saya memang benar-benar kesal sama si mba itu.
Duh, Tuhan, ampuni saya...

Saturday, January 03, 2009

Awal 2009

sudah tahun 2009 rupanya
lama sekali saya "tertidur"
sampe kadang lupa hari
lupa tanggal
lupa berdoa kalo baru bangun
lupa sisiran kalo habis mandi
lupa sudah makan atau belum
lupa ngecek email
lupa bales sms
lupa bayar tagihan bulanan
lupa memindahkan ribuan foto2 lama dari kamera ke komputer
lupa punya banyakkk buku yang belum kebaca
lupa kalo punya blog yang lama ga keisi
*parah banget kan?

tapi untung saya belum lupa nama saya sendiri
belum lupa alamat rumah saya
belum lupa nomer telpon dan hp saya
belum lupa kalo saya punya suami
belum lupa kalo saya punya anak
belum lupa jadwal imunisasi anak saya
belum lupa janji2 saya sama beberapa teman
belum lupa kalo ADA yang selalu setia menjagai saya

terima kasih Tuhan Yesus
untuk tidak pernah lupa mengirim MalaikatMu berjaga2
untuk tidak pernah lupa memberi fajar di pagi hari
untuk tidak pernah lupa memberi pelangi setelah hujan
untuk tidak pernah lupa menepati janji2Mu
pada Abraham
pada Ishak
pada Yakub
...
...
...
dan pada saya...

[di tahun 2009 saya ga pingin jadi orang yang lupaan terus]

Thursday, December 25, 2008

Selamat Natal

Selamat Hari Natal
dan
Selamat Tahun Baru


[Felix-Hesti-Deo]


Monday, December 31, 2007

End of Year Reflection

Year 2007 will be going in some hours. Many things happened, good and bad things, or just in between. Above all, I praise the Lord for His love, blessing, and guidance that never end. His provision was all around.
Here I'm writing a summary upon this whole year through. I don’t know if I can accurately sum up my experiences within this limited time, but at least I will write a reflection on what has happened and what I have learnt during the year.

There are three important points in 2007 I want to highlight here...
In February, I finished my study in Germany. It was the end of two years four months of my study.
The hardest time of my study was in the last phase, when I worked on my thesis. Due to some reasons, I had to work from in Indonesia for four months. During the time, I communicated with my supervisors through email. Sometimes it was answered, sometimes not...

Working under very minimum supervision was not easy for me. And meanwhile, I was in the beginning periods of pregnancy. I believe you all could imagine how hard to work on designing, to get concentrate on programming, to read dozens of articles and books, and so on, while you got headache, tiredness, and always sleepy. Ok ok, I didn't experience all those pregnancy symptoms (morning sickness, backache, strong food craving, etc.) and hamilnya juga gak rewel2 amat. But still, it was really tough and uncomfortable.
Oh well, that moment has passed by. I'm glad that I finally could complete my study two months earlier than the official schedule. Each time I remember that moments, I'm always amazed by His awesome works.

After getting my study done, late February early March, we (my husband, the tiny embryo in my womb, and I) left Bremen and back to Indonesia (now I'm talking about the second hightlighted point in 2007). My feelings were mixed at that moment. Laughs and cries came altogether. Friends came to say goodbye and to give hugs. Saying goodbye is never an easy thing :(( Tons of precious memories will be remaining in our hearts.
Inspite everything, again I thank God for always keeping me in His hand, always be with me passing the winters, springs, summers, and autumns...

The third thing that really higlighted year 2007 happened in August. After six years married, on 20th August, I normally delivered a baby boy. He is named Amadeo Constantine Pasila. The name has been prepared since 2004, when we started to pray for having a baby.
'Amadeo' is an Italian name, meaning: the one who loves God. 'Constantine' is originally a Latin name (Konstantinus), meaning: strong, constant, endlessly. 'Pasila' is definitely a surname :)
So, we do hope that our son could be: the one who loves God endlessly.

Amadeo is the most priceless treasure that we have ever. He is the answer of our prayers. He proves us that God's promise will be done at His convenient time. He reminds us that the same God has also promised to Abraham that his descendants would be blessed (and yes, they are!), promised to Sarah that she would get a child (and yes, she have it!), promised to Noah that there won't be another overflowed water (and yes, look at the rainbow after the rain!)...

There all you have my sum up for 2007.
For the year 2008, I have some hopes for my country, my family, and myself. The hopes that are followed by faith along with love. The hopes that could make me living in His promises and standing firmly in His way. Hopefully.

HAPPY NEW YEAR 2008!

Thursday, October 11, 2007

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Kepada teman2 yang merayakan, saya dan keluarga ingin mengucapkan:

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1428 H
Mohon maaf lahir dan batin


Meski tidak merayakan Lebaran, tetapi hari raya umat Muslim ini selalu punya makna tersendiri buat saya.
Semasa kanak-kanak, Lebaran selalu jadi momen dimana keakraban dan kekeluargaan antar tetangga (di sekitar rumah saya) jadi benar2 (lebih) nyata. Saling mengunjungi dan bersilaturahmi, saling kirim-mengirim kue dan makanan khas Lebaran (ketupat, opor ayam, kue kurma, dsb).
Kami sesama anak2 biasanya saling membanggakan jumlah kiriman yang diterima. Memang seringkali berbeda jumlahnya antar satu rumah dengan rumah lainnya. Jumlah kiriman itulah yang secara tidak langsung menggambarkan seberapa luas relasi kita dengan tetangga sekitar. Dan yang menyenangkan, rumah saya hampir selalu jadi peneriman kiriman yang paling banyak :)
Akibatnya, kalau Natal tiba, rumah saya juga yang akan jadi pengirim makanan yang paling banyak. Tapi itu semua sangat menyenangkan dan sama sekali bukanlah beban bagi kami. Bukan kirim-mengirimnya yang penting, tapi ada nilai2 kekeluargaan dan kebaikan yang ingin kami pelihara. Budaya kirim-mengirim itu bisa jadi media untuk menjaga hubungan dengan tetangga.
Masihkah kebiasaan kirim-mengirim makanan itu ada sampai hari ini?

Sunday, August 05, 2007

Respon terhadap tulisan Nesia [2]

Baca ini dulu: http://nesiari.multiply.com/journal/item/292/Yehova5_Inspirasi_vs_Wahyu

Saya akan coba membagikan kepada Nesia 'sedikit' dari apa yang saya pahami tentang sejarah penulisan Alkitab. Dan tulisan saya di bawah ini sama sekali tidak akan membahas atau membuat perbandingan dengan kitab2 lain yang menjadi pegangan umat lain.
Aduh aduh, siapakah saya ini sehingga saya dengan gagahnya bisa menuliskan pengetahuan saya yang hanya secuil tentang kitab pegangan umat lain? Saya ini terlalu kecil untuk hal yang sebesar itu :)

Alkitab memang dituliskan oleh 'manusia biasa' yang saya percaya sudah sejak awal mereka memang didesign Allah untuk dipakai menjadi penulis Alkitab. Para penulis ini berulangkali menyatakan bahwa mereka menyampaikan Firman Allah itu bersumber dari Allah sendiri, yang sama sekali tidak mengandung kesalahan dan memiliki otoritas. Sangatlah menakjubkan jika seorang penulis mengatakan hal tersebut, dan jika 40 orang penulis Alkitab dengan keliru mengklaim hal tersebut, maka pastilah mereka semua berdusta atau tidak waras atau keduanya.
Alkitab memuat pernyataan yang kuat dihubungkan dengan sumber, inspirasi dan isinya. Alkitab menyatakan bahwa Allah sendiri adalah arsitek sekaligus penulisnya. Hal itu dikuatkan dengan pernyataan2 berikut:
  • Ketahuilah, tak satu pun ramalan dalam Alkitab berasal dari interpretasi manusia, sebab ramalan bukan berasal dari manusia, akan tetapi para pengikut Tuhan berkata-kata dengan bimbingan Roh Kudus (2 Petrus 1:20-21)
  • Semua Firman Allah diberikan berdasarkan inspirasi Allah dan itu menguntungkan doktrin, sebagai bukti, koreksi, instruksi akan kebenaran (2 Timotius 3:16)
  • Surga dan dunia bisa musnah, tapi firmanKu tinggal tetap (Matius 24:35)

Dihadapkan pada beberapa pernyataan ini, beban untuk membukti kebenaran isinya seharusnya terletak pada pundak orang2 yang meragukannya.
Jika seseorang mau dan dengan sungguh2 menyelidiki bukti2 alkitabiah ini, maka dia akan menemukan bahwa klaim pengilhaman ilahi tersebut (yang dinyatakan lebih dari 3.000 kali dengan berbagai cara) sangat bisa dibenarkan.
Bukti mengagumkan tentang nubuat yang digenapi hanyalah salah satunya. Ratusan nubuat didalam Alkitab telah digenapi, secara spesifik dan mendetail, seringkali lama setelah penulis nubuat tersebut meninggal.
Contohnya, Daniel meramalkan pada tahun 538 SM (Daniel 9:24-27) bahwa Kristus akan datang sebagai Juru Selamat dan Raja Israel yang dijanjikan 483 tahun setelah Raja Persia mengijinkan orang-orang Yahudi membangun kembali Yerusalem, yang pada saat itu masih berupa reruntuhan. Nubuat ini dengan jelas dan pasti akhirnya digenapi beberapa ratus tahun kemudian.
Banyak nubuat yang berkenaan dengan berbagai bangsa dan kota yang dengan berjalannya sejarah secara umum, digenapi semuanya secara literal. Lebih dari 300 nubuat digenapi oleh Kristus sendiri pada kedatanganNya yang pertama. Nubuat lain berhubungan dengan penyebaran kekristenan, agama-agama palsu, dan pokok-pokok lainnya.

Kemudian beberapa fakta yang mendukung keakuratan Alkitab secara ilmiah dinyatakan di sini:

  • Alkitab menyatakan bahwa bumi itu bulat lebih dari 2.200 tahun sebelum abad ke-15 dimana penjelajahan dilakukan untuk membuktikan bahwa bumi itu tidak datar. (Yesaya 40:22): “Dia yang bertahta di atas bulatan bumi…” Bahasa Ibrani menerjemahkannya sebagai ‘lingkaran’ yang maksud sebenarnya dalam ayat ini adalah ‘bulatan’.
  • Sebelum ada penemuan teleskop, Ptolemy menetapkan jumlah bintang sebanyak 1.056; Tycho Brahe 777, dan Kepley menghitung 1.005. Hitungan ini tampak konyol untuk orang yang hidup di abad 20, tetapi 600 tahun SM, Nabi Yeremia menyatakan bahwa bintang2 itu tidaklah terhitung jumlahnya (Yeremia 33:22).

Mengutip kalimat Nesia bagian paling akhir: Kebenaran mutlak pasti cuma satu, dan untuk sampai ke sana, tidak mungkin kalau tidak memakai pikiran, tidak hompimpa tahu-tahu inilah yang benar.
Setuju, kebenaran mutlak memang cuma satu. Tetapi untuk sampai kesana tidak harus dengan mengandalkan pikiran. Kenapa? Ada banyak hal yang karena keterbatasan pikiran manusia tidak dapat dipahaminya. Bukankah Allah itu maha segalanya? Bisakah pikiran Allah sepenuhnya dipahami oleh manusia? Tidak. Segala apa yang ada padaNya itu tidak akan pernah terjangkau oleh manusia.

Bumi itu bulat, tetapi Raja Nebukadnezar dalam Daniel 4:10-11 bermimpi melihat di tengah-tengah bumi ada sebatang pohon yang sangat tinggi, yang bertambah besar dan kuat, tingginya sampai ke langit, dan dapat dilihat sampai ke ujung seluruh bumi...
Seperti yang tersirat di tulisan Nesia, secara logika ini memang sulit diterima; lain halnya jika bumi ini datar. Tapi coba deh dibaca ayat2 selanjutnya, di Daniel 4:20-22 dijelaskan secara detil arti dari mimpi si raja: sama sekali tidak ada hubungannya dengan bentuk bumi ini!

Saya seringkali terkagum2 melihat bagaimana Allah dengan begitu cerdas dan berseninya dalam mengungkapkan isi hatiNya. Dia memang ahli sejarah, ahli matematika, ahli kesusasteraan, ahli segala ilmu pengetahuan. Jika Allah memberi penglihatan lewat mimpi atau ilham atau wahyu atau apapun itu namanya, meski itu sulit dipahami secara pikiran dan logika manusia, tapi disitulah letak kemahakuasaan Allah. Manusia dengan segala keterbatasannya, harus bisa menerima itu. Dan disinilah iman harus diaplikasikan. Berbahagialah mereka hidup karena iman, yang tidak melihat tetapi percaya...

Semoga berguna ya Nes... :)

Friday, August 03, 2007

Respon terhadap tulisan Nesia [1]

Baca ini dulu: http://nesiari.multiply.com/journal/item/291

Pertama-tama, saya mau minta ijin dulu ke Nesia (ini temen SMA saya yang sekarang sudah menetap di Jepang), karena di sini saya telah dan akan menyebut namanya beberapa kali... Juga minta ijin yang kedua karena tulisan saya ini memang bertujuan khusus untuk meresponi tulisan Nesia di blog MPnya yang berjudul: [Yehova4] Kontradiksi 1: Tak ada yang bisa melihat Tuhan...
Ketiga, ijinkan saya untuk menyampaikan rasa kagum saya akan pengetahuan Nesia tentang kitab yang jadi pegangan umat Kristiani, juga kagum saya akan proses pembelajaran Nesia...

Ketika membaca tulisan Nesia itu (dan beberapa tulisan sebelumnya), saya sempat terdiam, kemudian berpikir, dan akhirnya dengan berbagai pertimbangan saya putuskan untuk meresponi tulisan itu di sini, di blog saya sendiri. Respon ini saya tuliskan dengan segala kerendahan hati, bukan untuk menghakimi siapa2, tapi karena saya merasa bahwa saya yang masih terus belajar ini juga harus terbuka dalam membagikan apa yang selama ini saya yakini kebenarannya :)

Saya sebagai seorang Kristen mengimani bahwa tidak ada kontradiksi dalam Alkitab (Bible). Semua yang tertulis di situ adalah benar dan pasti selalu ada penjelasannya. Seringkali orang mendapatkan tafsiran yang kurang tepat (atau bahkan keliru) karena membaca ayat sepotong2, atau membaca satu pasal tanpa merunut pasal sebelum dan sesudahnya.

Kontradiksi pertama yang diangkat oleh Nesia adalah ayat di Kejadian (Genesis) 32:30 dan Keluaran (Exodus) 33:11 dengan Yohanes (John) 1:18.
Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Itu benar. Tidak perlu ada keraguan terhadap pernyataan ini.
Dalam kitab Perjanjian Lama, dari Kejadian (Genesis) hingga Maleakhi (Malachi), seringkali diceritakan bagaimana Allah menampakkan diri kepada manusia, tetapi bukan dalam wujud Allah yang sesungguhnya. Dia bisa datang dalam manifestasi sebagai seorang laki-laki biasa
(seperti kisah pergulatan Yakub di Kejadian 32), sebagai tiang awan dan tiang api (Keluaran 13:21), dan yang paling sering sebagai Malaikat (dengan huruf kapital 'M').
Selanjutnya, dalam kitab Perjanjian Baru, mulai dari Matius (Matthew) hingga Wahyu (Revelation), Allah menyatakan diriNya sebagai manusia sesungguhnya, yaitu Yesus yang disebut sebagai Anak Allah. Ayat yang dikutip Nesia jelas sekali menuliskan: Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya (Yohanes 1:18).

Masih ingat kisah kejatuhan manusia Adam dan Hawa ke dalam dosa kan? Sejak itulah manusia diberi label sebagai makhluk berdosa, tidak kudus. Sementara Allah sendiri adalah kudus adanya. Layakkah yang tidak kudus bertemu langsung dengan yang Maha Kudus?

Hakim-hakim (Judges) 13:22 Berkatalah Manoah kepada isterinya: "Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah."

Matius (Matthew) 5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Ibrani (Hebrew) 12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

3 Yohanes (John) 1:11 Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.

Tetapi karena Allah begitu mengasihi dunia ini, mengasihi manusia yang berdosa, maka Allah pun menyatakan diriNya dengan berinkarnasi sebagai Yesus, satu figur yang dapat dilihat dengan mata jasmani, dapat diajak berbicara langsung, dan dapat disentuh secara nyata.

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Bagian terakhir dari tulisan Nesia adalah tentang Yakub yang telah menang bergumul dengan Allah... Kejadian 32:28.
Kalau kita baca kisah Yakub dari awal (di pasal2 sebelumnya), ada kisah bagaimana dia mengambil hak kesulungan Esau, kakaknya. Hal inilah yang membuat Esau marah dan menimbulkan permasalahan besar dengan Yakub. Yakub kemudian lari karena takut akan dibunuh oleh Esau. Hingga pada suatu malam dia bergumul dengan seorang laki-laki dan pada akhirnya dia dinyatakan menang melawan Allah dan manusia.
Dalam NIV (New International Version), menang diungkapkan dengan kata: overcome (mengatasi, menanggulangi). Dalam KJV (King James Version), menang diungkapkan sebagai: prevailed (berlaku, menang yang lebih kepada pengaruh).
Menang disini bukanlah menang secara fisik. Toh ternyata laki-laki itu bisa memukul sendi pangkal paha Yakub dan kalau dia mau dia bahkan bisa saja membunuh Yakub pada saat itu. Di sini Allah hanya ingin menyatakan bahwa Dia memang benar ada dan bisa melakukan apa saja atas diri Yakub. Yakub yang sadar dengan siapa dia berhadapan, akhirnya minta diberkati oleh laki-laki itu dan berkata bahwa nyawanya telah diselamatkan (Kejadian 32:30).
Kemudian di pasal selanjutnya diceritakan bagaimana Yakub akhirnya berdamai dengan Esau (Kejadian 33). Yah, Yakub memang telah menang atas pergumulannya dengan Allah... dan manusia.

Monday, July 16, 2007

Terima kasih!

Terima kasih untuk setiap doa dan ucapan selamat yang diberikan tgl 15 Juli kemarin, baik yang disampaikan lewat email japri, milis, message dan comment di MP dan FS, lewat sms, ataupun telpon.
Saya masih ingat, 3 x 15 Juli yang lalu ngerayainnya masih di Bremen. Tapi 15 Juli tahun ini ngerayain dari negeri sendiri.
Kalau mau dibandingin, ada banyak perbedaan: ada yang dulu ada menjadi hilang, tapi ada juga yang dulu sempat hilang sekarang datang kembali :)
Satu yang tetap ada: kasih dan penyertaanNya yang tak berkesudahan, yang tak mampu saya hitung satu per satu, yang membuat saya tetap dan terus tertegun setiap kali mengingatnya. ..
Sekali lagi terima kasih!

Wednesday, May 02, 2007

Singkong Keju Meletus

Kemarin siang di salah satu stasiun tv swasta, dalam acara Wisata Kuliner, ditampilkan salah satu jajanan baru yang saat ini lagi ngetrend di Bandung. Namanya Singkong Keju Meletus (SKM).
Waktu saya liat bentuk dan warnanya, saya langsung tau kalo ini jajanan asli Surabaya yang lebih dikenal dengan nama Pohong Keju. Trus pas diceritakan proses pembuatan, jadi makin yakin kalo ini jajanan yang sama. Lucunya, si produsen sekaligus penjual SKM ini mengklaim kalo dia yang pertama ngejual makanan ini di Bandung. Ha! Pertama di Bandung tapi idenya dari Surabaya tuh... Jadi ceritanya itu orang Bandung nyontek nih yee :p

Tapi gpp kok. Kalo soal makanan, rasanya wajar2 saja kalo 'dicontek', apalagi kalo emang beneran enak, pasti makin banyak deh tiruannya. Waktu pertama kali pindah dari Bandung ke Surabaya (Jan 2000), di Surabaya waktu itu belum ada jajanan khas yang terkenal dari Bandung, misalnya kue Molen Kartika, atau batagor, atau pisang sale. Tapi saat ini, kalo pengen makanan2 itu, gak usah jauh2 ke Bandung, di Surabaya juga sudah banyak banget 'tiruannya'.

Balik ke SKM lagi nih. Kalo ada yang pengen coba bikin, gini nih caranya:
- Singkong muda (8-10 bulan) dikupas, diserut, dan dibersihkan. Trus dipotong2 dengan panjang 3-5 cm.
- Setelah itu singkong direbus setengah matang dalam air bersih.
- Setelah agak dingin, singkong direndam dalam air bumbu. Bumbunya: bawang putih yang banyak yang sudah dihaluskan (diblender) + garam secukupnya. Rendam singkong setengah matang ini sampe mulai memecah (meletus).
- Trus goreng deh sampe matang bener (sesuai selera, mau sampe gosong juga boleh :D).
- Siap dihidangkan.

Nah, kira2 gitu deh cara bikinnya. Ntar kalo ada yang sudah berhasil, tolong kasih tau saya ya. Soalnya saya juga belum pernah nyoba bikin, hihihi...

Trus, kenapa kok namanya pake 'keju' padahal bikinnya gak pake keju sama sekali? Karena setelah jadi, rasanya emang kayak ada kejunya. Mungkin efek dari bawang putih kali ya?!

Wednesday, April 25, 2007

Blogspot vs Multiply

Belakangan ini saya baru sadar, kenapa kok kayaknya postingan di blogspot ini sepi komentar. Rupanya beberapa teman lebih sering bertandang ke 'rumah' saya yang satunya lagi, yang di multiply, dan ngasih komen di situ. Gitu toh yoo. Padahal saya cukup jarang juga ngelirik ke multiply. Postingan di sana itu hasil dari ngelink postingan yang di blogspot ini.

Trus ada juga teman yang kirim email tanya kok saya lama gak nulis2 di blog. Bukannya gak pengen, tiap hari rasanya ada aja yang bisa ditulis, tapi kondisinya yang gak memungkinkan.
Di Surabaya ini, kami tinggal di rumah baru, dalam perumahan baru, yang berada di kawasan (baca: kampung) baru. Jaringan telepon belum ada (tuh, gawat gak tuh, hare gene loh!), jadi belum punya fix-lined dan belum bisa pasang internet. Untung saja sudah ada listrik dan air ledeng, hehehe.
Kalo sudah mendesak banget, biasanya kami konek internet pake hp CDMA dari rumah. Tapi lama2 kok mulai berasa juga ya tagihannya yang gila2an.
Jadi ya sudah, saat ini kami belajar untuk menikmati hidup apa adanya, tanpa internet... hiks...

Saturday, July 15, 2006

30

This is the day that the Lord has made...
I will rejoice and be glad of Him.
~ Don Moen

Again, another year has passed. Everytime I remember of the past years, I'm always wonderfully amazed at God. In good and bad times, He never leave me alone. The way He works and helps me has been a trully answer to experience my life within His plan and purpose. And I've learned that as I stay true to Him, He will accomplish it.

Today is my 30th birthday. I considered this as a great number :) Thus some weeks ago I've planned to celebrate my birthday with some close friends. But then by some unplanned events, I thought better to cancel the celebration...
Still I really enjoyed this great day. Going out and had a lunch in Chinese restaurant with my husband, taking some pictures in this sunny day, shopping, staring at the people who passed by in front of us while enjoying the ice-cream, and cooking for dinner when we back home.
Other things that definitely make this day so beautiful are lovely greetings from family and friends.
Since I don't have enough energy to reply all of them, now let me take this moment to declare my appreciation to all my friends.

Thousands of thanks for those who have gave me a call, sent me an sms, left offline message on YM, sent me either an email or e-card, and gave me testimonial on friendster...
Ghalib, Trio, Lala, Tante Lily, iHOET, Mbak Maria (Rome), Mbak Mer (LA), Condro, Bang Ivan-Mbak Santi, Mbak Dian, Viona, Helen, Lars-Marlen, Yanti, Shierly, Feldrica, Sonya, Iqbal (FN), Indar, Harmoko (Pittsburgh?), Mas Yadi-Mbak Mia, Mbak Dina, Messalina, Nugroho (FN), Rhemanatha, Namrata (Punee), Sebastian-Delpi, Tante Martha, Reyne, temen2 PPI-Bremen,...
Who else? Ugghh, apologies if I forgot mention your name here...
Later I want to end this day by giving another thanks to God on bended knee.

Thursday, March 30, 2006

FgPE

Hari ini dikasih penghargaan sebagai Fotografer Pilihan Editor (FgPE) di fotografer.net.
Seneng, bangga, sekaligus terkejut kok bisa ya... Soalnya kalo ngeliat foto2 saya, kayaknya belum layak dapet penghargaan itu. Udah gitu, banyak teman2 fotografer yang kirim messages ucapan selamat. Makin seneng dah :)
Terima kasih Tuhan.

Thursday, February 02, 2006

3 things

It's February now.
I have to discipline myself.
3 things should be finished today.

- magazine cover for Paul Renner (Typography and Layout)
- poster for Paul Renner (Typography and Layout)
- flash design for Joan Truckenbrod (Hypermedia)

So now... ACTION!

Wednesday, January 18, 2006

Konsep Diri

Oke, kayaknya ini bahasan yang sudah basi deh ya. Tapi biar saja, wong saya lagi pengen nulis ini kok, hehehe...

Tadi pagi saya ujian presentasi di kelas Hypermedia. Buat anak2 Digital Media, yang namanya presentasi itu seharusnya sudah jadi makanan empuk, saking seringnya (harus) berpresentasi di depan kelas :). Kalo diitung2 mungkin ada 5 kali dalam tiap semester.
Sayangnya, saya ini punya konsep diri yang kurang baik (baca: sangat tidak PD-an). Belum juga apa2, sudah panik duluan, takut kaki gemeteran, kuatir kalo ntar ada pertanyaan yang gak bisa dijawab gimana ya, trus ditambah lagi dengan perut mules yang bikin tampangku jadi makin tidak karuan... Kasian banget deh saya ini, huhuhu...

Suamiku adalah orang yang paling sering ngomongin konsep diri. Akibatnya, aku jadi ikutan sering mikirin ini, tapi belum bisa nerapin semuanya.
Konsep diri itu seperti cara pandang atau cara menilai diri sendiri. Orang yang punya konsep diri negatif akan cenderung bersikap pesimis, mudah menyerah, gampang kuatir, mudah dipengaruhi karena tidak punya pendirian, dsb. Akibatnya dia akan tampak seperti orang yang kurang PD dan seringkali mengkritik dirinya sendiri.
Sebaliknya, orang yang punya konsep diri positif akan terlihat lebih optimis dan sangat PD.
Idealnya sih tentu saja menjadi orang dengan konsep diri positif. Tapi menurut saya, kalo terlalu PD juga bisa kebablasan jadi terkesan sombong ya... Yaa pokoknya diatur2 sajalah supaya tepat pada porsinya.

Konsep diri sangat dipengaruhi oleh pembentukan karakter sejak kecil, di dalam keluarga dan di sekolah. Selain itu, 'dengan siapa kita berteman' juga sangat mempengaruhi konsep diri kita.
Saya pernah punya teman yang selalu melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin dia lakukan, dan dia pergi ke sana dan ke sini hanya untuk mendapatkan satu penghargaan dari orang2 tertentu di sekitarnya (ini menurut pengakuan dia sendiri). Dalam mata saya, dia sebenarnya orang yang hebat, dia punya segalanya: pinter, cantik, dan berduit. Tapi yang membuat saya heran kenapa konsep dirinya masih bisa dipengaruhi oleh 'apa kata orang nantinya'. Satu hal yang pasti, dia berteman dengan beberapa orang dari satu kelompok tertentu dan teman saya ini ingin sekali diterima di kelompok itu. Akibatnya hidup teman saya ini jadi seperti bergantung sekali pada komentar dari orang2 di kelompok itu. Sayang sekali...

Satu contoh lain. Sewaktu masih kerja di Surabaya, saya punya teman dekat yang akhirnya jadi seperti mbakku sendiri: Mbak Dina. Orangnya pinter dan pengalaman kerjanya oke banget, tapi dia tetap rendah hati. Yang membuat saya kagum adalah konsep dirinya yang kuat sekali. Saya seringkali terpana ngeliat bagaimana dia bisa tetap tegar dan tidak terpengaruh dengan sekelilingnya. Entah orang mau bilang apa, dia tetap jalan. Tentunya ini menyangkut hal2 yang baik dan benar.

Ingat pesan dari orang tua kita: Kebiasaan yang baik, jangan sampai jadi rusak hanya karena pergaulan yang tidak tepat.

..to be continued..

Monday, January 16, 2006

Boring

Just back from AVM class.. and sad to say that I felt so bored in the class..
The worse fact is that I have to face and be ready for another shooting (again) tomorrow. Ohh no!

Saturday, December 31, 2005

Happy New Year!

Time goes by so fast. Year 2005 is about to go some hours left and here I am, celebrating my 2nd New Year in Germany with my best friend, my lover, my husband: Felix.
Let me spend some times of the last day in this year by sitting in front of my computer, trying to count some tremendous events happened during year 2005. Some points I would like to highlight now...

Starting from the sad occurences. Some good friends who have been such a bro and sis for us, had to leave Germany for good. Novi had to go back to Indonesia, Lala had to move to USA (but currently she is spending holidays in Jakarta -- good to know that!), and Viona moved to Hirrlingen (another corner in South Germany). It wasn't easy at all for us since we used to spend most of our times with them. Met up and visited each other, chatted on the phone... They were really friends we could trust on, friends who would always be around us in good and bad times. I will always keep the memories deeply in my heart.
Lucky that we still have Hellen, Marlen, and Lars here in Bremen.

Another sad thing came in the middle of the year. I heard that a newborn baby boy of my cousin in Makassar, died some hours after born. Hard to believe it, mais c'est la vie... Couldn't do anything at that moment :(.

Well now, let's jump to the pleasant things. Start with our moving to a new renovated apartment in the beginning of May (I know there is no way to express my thankful to Jimmy, Lala, Widha, and Syakir for their help and support on that hard day!). The location is a bit hectic because it's in the center area of the city. But still, some friends said that the flat itself is quite nice and modern though. I personally would say that it's much better than the one we had before :).

The next fabulous thing highlighted this year was a new job I got from my Professor. I'm so blessed by offered this job as sometimes I think that I don't qualify for the post. Doing some literature researches to assist my Professor in writing her cookbook. Meanwhile, it has been unconciously enriching my own knowledges. The good thing of this job is I could do it from home... Yeah!!
Then a great thing happened to my husband. He got two jobs at the same time! Thanks God! One is a work in Fallturm Uni-Bremen (a space research center) -- in my eyes, he deserves for that position. And another one is a work in Bombay Restaurant near by our apartment.

Last but not the least that really higlighted year 2005 was some trips to other places: Amsterdam, Berlin, Düsseldorf, Köln, and ended by celebrating Christmas in Paris. On the trip to Amsterdam, we met new friends from India: Namrata and Nirdesh, and still keep in touch with them till right now. In Berlin, we had wonderful times with my husband's DAAD friends and we were so lucky because of the whole journey and accomodation were funded by DAAD. In Paris, we were glad to see again our friend from long time, Gregory. He came with his mother, Nelly -- it was the first time we met Nelly face to face :).

There all you have sum-up of year 2005 from me.
Now, let us pray for the coming new year, that there will be no bomb anymore in Indonesia (some people will doubt this), and put our hopes in all the way just in Him.
For ourselves, we hope that we could finish our thesis by end of July 2006 and could experience to have a baby wherever and whenever in 2006.

HAPPY NEW YEAR!

Many greetings from the snowy Bremen.