Showing posts with label pregnancy. Show all posts
Showing posts with label pregnancy. Show all posts

Tuesday, August 07, 2007

Coba tebak: boy or girl!

Mengetahui jenis kelamin bayi yang masih dalam kandungan selalu menjadi hal yang menarik. Sangat menyenangkan jika jenis kelamin bayi tersebut sesuai dengan yang diidamkan oleh pasangan yang bersangkutan.
Dan ini juga didukung oleh kemajuan teknologi saat ini, dengan USG misalnya, jenis kelamin bayi sudah dapat diketahui pada usia kehamilan 20 minggu. Kemudian baru2 ini di Inggris ditemukan satu metode baru yang disebut sebagai Kit Pengujian DNA, yang bisa mengetahui jenis kelamin bayi meski usia kehamilan si ibu baru menginjak enam minggu!
Well, teknologi memang semakin canggih namun tetap saja Tuhan yang menentukan. Jenis kelamin bayi yang sudah bisa diprediksi sebelum bayi dilahirkan, bisa saja meleset hasilnya.

Sejak awal kehamilan, saya dan suami sudah sepakat tidak ingin mengetahui jenis kelamin bayi kami sebelum dia lahir. Meski rasa penasaran itu ada, tapi kami berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya. Dan waktu itu rasanya memang semakin excited saja bisa tetap menyimpan pertanyaan itu dan membiarkannya terjawab hingga saatnya nanti.
Tapi pada suatu hari...
Dokter kandungan saya itu memang terlalu sanguin. Meski sejak awal kami sudah wanta-wanti tidak ingin diberitahu jenis kelamin anak kami, tapi pada suatu hari dia sempat kelepasan ngomong... Weleh-weleh... Jadi sekarang kami (mau tak mau) sudah tau jenis kelamin si kecil :)

Ok, supaya ini tetap jadi sesuatu yang menarik, kami putuskan untuk tidak memberitahukan jenis kelamin si kecil kepada orang lain (kecuali orang tua dan saudara kandung). Teman2 banyak yang makin penasaran karena bingung mau pilih warna untuk kado si kecil. Kami sarankan mereka untuk memilih warna2 netral saja seperti hijau, kuning, putih, apa aja deh asal jangan biru dan pink :)

Nah, di sini saya mau bikin permainan tebak2an jenis kelamin anak kami. Saya minta teman2 untuk ngasih komen tentang dua hal ini:
- tebak jenis kelamin bayi, dan
- alasan menebak

Kata orang, salah satu variabel yang bisa digunakan untuk menebak jenis kelamin sang bayi adalah dengan melihat raut wajah si ibu dan bentuk perutnya.
Jadi dengan agak tersipu malu, di sini saya sertakan foto terakhir saya dalam masa kehamilan ini. Jangan kaget ya, sampai saat ini berat badan saya sudah naik drastis sampe 15 kg!!

Kalau Tuhan ijinkan, tgl 17 Agt besok ini adalah due-date persalinan saya. Tolong didoakan supaya lancar dan selamat ya.
So, masih ada waktu sekitar semingguan buat nebak. Nantinya akan diundi tebakan yang benar dan yang menang akan mendapatkan hadiah: foto2 exclusive si kecil lengkap dengan tanda-tangannya! :D
Hayoo atuh, ditunggu ya komennya...

Sunday, July 22, 2007

Shopaholic & Baby

Di salah satu halaman Kompas hari ini, Gramedia memasang iklan besar tentang buku2 baru terbit dengan harga diskon 10%. Salah satu buku yang menarik perhatian saya adalah Shopaholic & Baby karangan Sophie Kinsella, versi Indonesia. Ahh, buku favorit saya sudah ada terjemahannya rupanya.

Edisi pertama buku ini terbit Januari 2007, versi Inggris tentunya. Tapi sudah sejak akhir tahun 2006 saya menanti-nantikan buku ini. Tidak sabar ingin baca pengalaman Becky Bloomwood yang lagi hamil pertama, sama seperti saya! hehehe.
Begitu buku ini terbit (kebetulan waktu itu saya masih di Bremen), saya langsung berburu ke toko buku Thalia. Mau langsung beli, tapi suami waktu itu mengingatkan supaya saya konsentrasi dulu sampai selesai defense thesis (dia tahu betul kalo saya sudah pegang buku itu, gak akan saya lepasin sampe selesai bacanya:)). Akhirnya saya batalin beli buku itu.

Minggu ketiga Februari, begitu saya study saya selesai dan sekitar empat hari sebelum balik ke Indonesia, saya pergi lagi ke Thalia. Tapi saya kaget sekaligus sedih karena rupanya buku yang saya idam2kan itu sudah habis. Si mbak penjualnya bilang saya bisa pesan dan buku itu akan datang dalam waktu kurang dari seminggu. Alamak, tgl segitu mah saya sudah berpanas2-ria di Surabaya...
Saking sedihnya (atau mungkin karena kurang cerdas juga kali ya), saya sampe gak terpikir untuk mencari di toko buku lainnya. Saya pulang dengan tangan hampa. Sampai rumah langsung buka amazon.de, hmm semua seller ada di UK, belum ada seller dari Jerman. Artinya, kalaupun saya order, tetap saja nyampenya semingguan. Ok, amazon dilewatin saja. Saya coba cek ebay.de, ternyata belum ada yang jual:(
Keesokan harinya, ketika pikiran saya sudah mulai waras, saya coba ke Thalia cabang lainnya (kebetulan di Bremen ada tiga cabang). Sukur banget di salah satu cabang ternyata masih ada sisa stok, cuman satu biji loh! Horeee...

Shopaholic & Baby memang bacaan hiburan yang tepat untuk ibu2 muda terutama yang baru pertama kali hamil. Buku ini penuh dengan kisah2 konyol si Becky, beberapa diantaranya kalau dipikir secara logika rasanya gak mungkin terjadi. Tapi dibalik semua itu, saya pribadi sungguh terhibur dengan buku ini. Saya jadi merasa tidak sendirian mengalami beberapa 'keanomalian' selama masa hamil ini, misalnya kadang2 saya dihinggapi rasa kuatir dan cemas yang berlebihan, atau tiba2 saja saya bisa menangis karena sesuatu yang sepele saja, dsb. Kisah keseharian si Becky membuka mata saya kalau perasaan2 seperti itu memang biasa terjadi pada wanita hamil. Dan itu semua diceritakan dengan ringan dan jenaka...
Juga kisah tentang persiapan Becky dalam menyambut kehadiran si bayi, mulai dari kontrol rutin ke dokter, ikut kelas pre-natal, sampai ketika dia berbelanja perlengkapan bayinya yang tidak dia ketahui jenis kelaminnya!
Masih banyak lagi kisah seputar kehamilan si Becky yang sangat menginspirasi. So, buat ibu2 yang lagi hamil pertama, buku ini very recommended!

Monday, July 02, 2007

Mendidik anak...

...sejak dalam kandungan.

Sejak usia kehamilan memasuki bulan kelima, saya sudah mulai merasakan gerakan2 si kecil dalam kandungan saya. Awalnya pelan dan hanya sesekali saja, tapi makin hari gerakan2nya makin terasa dan intensitasnya juga meningkat.
Dari beberapa buku yang saya baca, disarankan bahwa ketika si kecil sudah mulai bergerak, sebaiknya makin sering diajak berkomunikasi. Beberapa hal yang sejak awal saya dan suami sering lakukan (dan akhirnya jadi kebiasaan) adalah:
  • Pagi hari ketika bangun, suami membacakan (atau tepatnya membisikkan) satu-dua ayat buat si kecil. Kalo lagi begini, biasanya si kecil diam saja... Kami pikir, ohh mungkin dia juga lagi 'saat teduh' :)
  • Ketika suami sedang mendoakan si kecil dengan menumpangkan tangan di perut saya, saat itu si kecil suka bergerak2. Sepertinya dia mau bilang kalo dia senang jika didoakan...

Saat ini usia kandungan saya sudah masuk minggu ke-33. Si kecil makin sering melakukan manuver2 yang tak terprediksikan :) My godness, it's kicking and jumping almost all the time! Dia memang aktif sekali. Pada saat2 seperti itu, rasanya amazing banget. Saya dan suami tak henti2nya merasa heran, takjub, dan sangat bersyukur bisa mengalami masa2 seperti sekarang ini.

Ada satu hal yang belakangan ini kami coba terapkan: mengajarkan matematika pada si kecil. Malam hari adalah waktu favorit si kecil bermain2 dalam perut saya (ini menurut perasaan saya loh). Nah, saat itulah suami biasanya ngajak dia berhitung. Biasanya suami mengetuk perut saya beberapa kali, dan setelah itu si kecil pasti bales merespon dengan menendang. Maunya kami, kalo diketuk satu kali, si kecil juga bales nendang sekali, diketuk dua kali dia bales nendang dua kali, dst. Tapi kenyataan sering lain. Kadang suami ngetuk dua kali, dibales cuman sekali, atau kalau suami ngetuk sekali, dia malah nendang berulang kali. Kami pikir, wah matematikanya masih kacau nih :)
Gak papa, karena bukan itu sebenarnya point pentingnya. Yang kami ingin nikmati adalah adanya interaksi dengan si kecil. Setiap respon yang dia berikan, bagi kami seperti menunjukkan karakter dia yang mau dengar2an sama orang tua dan harapan kami nantinya dia akan jadi anak yang takut akan Dia.

Satu pengalaman yang gak bisa saya lupakan. Sekitar tiga minggu yang lalu ketika USG (usia kandungan 30 minggu), saat itu posisi si kecil masih sungsang: kepalanya masih di atas dan kaki di bawah. Orang bilang itu biasa kok, nanti juga muter sendiri. Tapi bagi saya itu sudah jadi sesuatu yang sangat menguatirkan (dasar paranoid ya!). Selain berdoa, saya juga jadi makin sering ngomong sama si kecil, saya minta supaya dia pelan2 muter ke bawah karena kalo gak gitu mamanya pasti dioperasi saat melahirkan dia. Dan saya jelasin juga kalo mamanya ini paling takut dioperasi, selain itu biaya operasi kan gak murah...
Beberapa hari yang lalu ketika USG lagi, ehh ternyata si kecil sudah muter, posisinya sudah gak sungsang lagi. Duh, pinternya anakku ini :)

Saat ini juga si kecil juga sudah mulai menunjukkan selera musiknya. Kalo saya dengar Mozart atau Handel, biasanya dia diam banget. Saya pikir, dia sedang menikmati, hmm oke juga selera dia :) Dan kalo saya puterin Enya atau Shania Twain, biasanya dia akan gerak2. Saya pikir, ohh dia lagi ikutan joget nih :)
Memang sering sekali pikiran2 saya ikut terlibat setiap kali si kecil menunjukkan responnya. Saya suka memberikan penilaian yang absolut, apakah itu berarti si kecil suka atau tidak. Bisa saja yang saya pikirkan itu benar, tapi bisa jadi itu karena saya memang berharapnya seperti itu. Harap dimaklumi saja, namanya juga pengalaman pertama...

Tuesday, June 12, 2007

Makanan pantang untuk ibu hamil

Berikut ini adalah makanan yang disarankan oleh dokter saya (dan beberapa mentor) untuk dihindari selama masa kehamilan. So, buat ibu2 yang lagi hamil, bisa jadi bahan pertimbangan nih. Just to be on the safe side, right? :)
  1. Salad segar, terutama yang ada daun2an hijaunya - ini penting dihindari terutama di usia kehamilan tri-semester pertama, katanya ada zat2 tertentu di daun2an itu yang bisa mempengaruhi pertumbuhan otak janin. Selain itu mungkin karena pertimbangan higienitas.
  2. Sate ayam, sate kambing, dan sate2 lainnya - kadang bakarnya kurang matang dan bekas arang yang nempel di daging tidak sehat untuk janin.
  3. Daging asap, ikan asap - mirip dengan sate, kadang masih kurang matang jadi bakteri masih bisa hidup di situ.
  4. Gule kambing - kalo ini mah karena bikin panas, tekanan darah bisa naik, dll.
  5. Siput dan Kerang - duh, saya lupa kenapa gak boleh makan ini, dulu pernah baca di majalah. Yah pokoke dihindari sajalah :)

Ini opini pribadi ya. Tiap orang kan punya kondisi fisik dan pengalaman yang berbeda. Bisa saja ada ibu2 lain yang meski hamil tapi tetap boleh makan salad misalnya (apalagi yang tinggal di Eropa, saladnya kan beda banget kualitasnya).
Yang jelas saya sangat 'tersiksa' karena gak boleh makan sate, huhuhu. Padahal dekat rumah saya ada rumah makan yang jualan Sate Ponorogo dan tiap malam selalu rame pengunjungnya. Setiap kali lewat situ, saya berusaha memalingkan muka, gak pengen liat, tapi tetap saja bau satenya kecium. Bah, benar2 menggoda iman!

Wednesday, May 09, 2007

Dari ngidam sampai ke UGD

Sudah jadi rahasia umum kalo tiga bulan pertama masa kehamilan adalah saat2 yang berat. Pusing, mual, dan berbagai kondisi morningsickness lainnya adalah hal yang harus diakrabi. Belum lagi kalo sudah mulai ngidam yang aneh2. Duh, jadi wanita hamil itu gak gampang loh...

Mungkin saya cukup beruntung karena sejak awal kehamilan saya gak ngerasain morningsickness dan ngidam yang aneh2. Memang sih di bulan ke-2 sempat pusing, mual, dan (maaf) muntah2 selama beberapa hari, tapi itupun karena dipicu oleh penyakit maag saya. Selebihnya, saya fine2 aja tuh. Teman2 malah pada heran, ada orang hamil tapi gak kayak orang hamil :) Kalo mereka mau main ke rumah, pasti telpon dulu dan tanya saya mau dibawain makanan apa. Karena saya emang gak pengen apa2, ya saya bilang apa adanya saja. Makin heranlah mereka.

Ada yang bilang kalo ngidam itu hanya mitos saja. Ada pembimbing rohani saya malah yang bilang kalo ngidam itu menandakan bahwa sang istri kurang perhatian dari suaminya :)
Ibu saya adalah orang pertama yang protes berat waktu saya bilang begitu. Katanya dulu waktu beliau hamil anak2nya, beliau gak pernah kekurangan perhatian, tapi tetap aja ngidam2. Dan karena banyak yang gak keturutan, beliau sampe jadi kurus. Beliau juga bilang kalo ngidam itu emang beneran ada, sudah kodrat alam, dan bukan mitos belaka. Iya deh, kalo ngomong sama nyokap saya ngalah aja...

Sekitar dua minggu yang lalu, waktu itu kandungan saya masuk minggu ke-22, tiba2 saja saya kepengen jajan pasar. Apa aja, pokoknya pengen kue2 tradisional yang gak ada di supermarket.
Akhirnya suami nganter ke pasar. Karena pengen banget, saya sampe ngeborong banyak kue2 itu: kue koci2, kue lumpur, kue cucur, dll (namanya aneh2 ya, tapi rasanya sungguh tak ada duanya). Sampe rumah langsung saya makan dengan rakusnya, hahaha. Seneng dan puas banget rasanya. Inikah yang disebut ngidam?

Besok paginya, mulailah malapetaka itu. Tiba2 saja saya merasa mules, benar2 sakit perutnya, rasanya seperti melilit gak karuan. Saya sampe beberapa kali harus bolak-balik ke belakang. Karena sudah gak tahan, akhirnya telpon dokter keluarga dan disaranin buat minum New Diatabs (katanya itu obat diare yang paling aman dan gak pengaruh ke bayi). Belum juga semenit minum obatnya, saya jadi muntah. Terus dan terus muntah...
Karena sudah lemes banget, suami akhirnya bawa saya ke RS. Sampe di RS, saya langsung dirujuk ke UGD (Unit Gawat Darurat). Duh, kebayang gak sih gimana rasanya lagi hamil gini tiba2 harus masuk RS, ke UGD lagi.
Di UGD saya harus cek darah dan diinfus karena kehilangan banyak cairan. Waktu itu yang saya pikirin cuman bayi saya aja. Meski perut melilit dan merasa mual, saya masih bisa berdoa supaya bayi saya gak kenapa2. Sedih dan nyesal banget karena kerakusan saya sehingga saya sampe harus mempertaruhkan bayi saya. Mungkin kedengarannya terlalu hiperbolik, tapi bener deh waktu itu saya takut sekali dan merasa gak akan bisa maafin diri saya kalo sampe bayi saya yang kenapa2.

Puji Tuhan, malamnya kondisi saya membaik dan dokter akhirnya memperbolehkan pulang (tapi tetep harus kontrol). Besoknya saya kontrol ke dokter keluarga dan diingatkan untuk gak jajan sembarangan. Untungnya lagi dokter bilang bayinya gpp, lah wong masih aktif gerak2 kok :) Saya sih pengennya langsung kontrol ke dokter kandungan saya. Sayang waktu itu dia lagi cuti dan jalan2 ke LN.