I travel a lot, both for business/research and for leisure. Mostly alone.
Let me count travels I've been doing in 2014.
Mid January: I traveled from Bremen to Surabaya with Emirates then Air Asia
Between February-March: I traveled to Solo, Yogyakarta, and Pekalongan (all by train)
In the end of March: Back to Bremen
April: I traveled to Duesseldorf
May: I traveled to London with Ryan Air
July: I traveled to London (again) then Oxford
In the end of July: Back to Surabaya with Lufthansa, Singapore Airlines, then Garuda
August: I traveled to Semarang
September: I traveled to Bali; and this time with family!
Early October: Back to Bremen
Mid October: I traveled to Leiden
That's all the travels I could remember... :D
There's another trip to Edinburgh and Manchester in beginning of November, but I had to cancel it due to health issue. And soon in mid December I'll be traveling again...
Showing posts with label traveling. Show all posts
Showing posts with label traveling. Show all posts
Friday, November 28, 2014
Tuesday, June 10, 2014
Sharing pengalaman apply visa UK dari Jerman
Beberapa waktu yang lalu, saya apply visa UK dari Jerman (Düsseldorf). Mengingat minimnya referensi yang saya butuhkan untuk apply visa ketika itu, maka saya bagikan pengalaman saya di sini. Semoga bisa bermanfaat bagi yang teman2 di Jerman yang akan berkunjung ke UK. :)
Kenapa saya pilih untuk apply via British Consulate di Düsseldorf dan bukan di Berlin ataupun München? Selain karena jarak dari kota tempat tinggal saya (Bremen) lebih dekat ke Düsseldorf, juga karena biaya untuk apply visa di Düsseldorf lebih murah. Kalau apply via BC di Berlin atau München ada tambahan biaya sekitar 115 Euro, kalau tidak salah (mesti cek lagi berapa pastinya).
Untuk apply visa UK, ada tiga website penting yang terkait proses aplikasi ini:
- Informasi penting sebelum apply visa: https://www.gov.uk/government/organisations/uk-visas-and-immigration. Silahkan diobok2 website itu, sampe hapal ya :p
- Untuk apply online: https://www.visa4uk.fco.gov.uk
- Untuk konfirmasi appointment penyerahan dokumen dan pembuatan data Biometric: http://www.ge2de.tpcontact.co.uk
Kepergian saya ke UK adalah untuk menghadiri sebuah konferensi/seminar, karena itu saya pilih tipe visa: Academic Visitor. Pastikan bahwa tipe visa yang dipilih adalah benar. Jika keliru, maka Anda harus menghapus data yang sudah diisikan dan mengulangi lagi dari awal.
Ok, setelah website nomor 1 sudah selesai dibaca dan dipahami dengan baik, selanjutnya siapkan dokumen2 yang diperlukan. Daftar dokumen yang diperlukan untuk setiap tipe visa bisa dibaca dan didownload di sini. Sementara itu, ada beberapa dokumen yang diperlukan untuk pengisian aplikasi online:
- Pasport yang masih valid dan juga yang tidak valid lagi
- Invitation letter dari UK -- Kalau ikut konferensi, pihak organizer pasti akan memberikan invitation letter
- Jadwal keberangkatan dan kembali ke kota asal -- Sebaiknya sudah membeli tiket penerbangan sebelum mengisi aplikasi online
- Akomodasi -- Pastikan juga sudah ada tempat tinggal sebelum mengisi aplikasi online
- Rincian keuangan -- Saya ngeprint bank statement secara online, tidak perlu minta ke bank. :D
Setelah dokumen lengkap, silahkan untuk membuat aplikasi online pada website nomor 2. Untuk yang baru pertama kali apply mesti register dulu. Ingat, account pada web ini sebaiknya dicatat dan disimpan dengan baik, karena valid selama 2 tahun. Jadi jika dalam waktu 2 tahun kedepan ingin apply visa UK lagi, tidak perlu membuat account baru.
Data yang perlu diisikan pada aplikasi online ini lumayan banyak. Jadi sebaiknya jangan dikerjakan mepet2 ya. Pengalaman saya pribadi, butuh 2 hari penuh untuk mengisi data online ini. Mungkin karena saya terlalu hati2, atau bisa jadi karena saya juga tulalit. Lol.
Data yang diisikan bisa disave dan diedit kemudian jika perlu. Jika sudah yakin tidak ada lagi yang perlu diedit, silahkan disubmit. Di bagian akhir Anda akan diminta untuk menentukan appointment untuk menyerahkan langsung dokumen ke BC di Düsseldorf. Tips sebelum menentukan appointment: cek jadwal kereta dari kota tempat tinggal Anda. Karena proses penyerahan dokumen dan pembuatan Biometric itu cepat, jadi tidak perlu menginap di Düsseldorf, kecuali kalau memang ingin sekalian jalan2...
Pada saat mengisi data, Anda akan mendapatkan nomor GWF. Nomor ini yang nantinya akan dipakai sebagai identitas Anda. Meskipun nantinya akan dikirimkan via email, tapi sebaiknya dicatat juga supaya lebih aman.
Nah, setelah selesai apply online, jangan lupa untuk masuk ke website nomor 3. Di sini Anda harus membuat konfirmasi untuk appointment penyerahan dokumen dan pembuatan Biometric. Appointment yang Anda buat pada website nomor 2 tidak berlaku jika Anda tidak mengkonfirmasi dengan memasukkan appointment yang sama pada website nomor 3. Ribet ya? Ember... :D
Setelah selesai apply online, siap2 untuk berangkat ke Düsseldorf. Jangan lupa untuk menyiapkan bukti appointment, copy passport yang masih berlaku dan copy Residence Permit card (depan dan belakang) -> dokumen ini akan dicek oleh petugas di pintu depan BC. Di Düsseldorf, tidak perlu bingung mencari lokasi BC. Begitu keluar dari Hauptbahnhof, jalan lurus kedepan sekitar 100 meter, nyampe deh.
Setelah penyerahan dokumen dan pembuatan Biometric, tunggu selama kurang lebih 2 minggu (10 hari kerja). Tracking progress aplikasi bisa dicek di website nomor 3. Tapi sayangnya ketika saya apply visa, tracking systemnya tidak berfungsi dengan baik. Progres tidak berubah sejak saya mulai apply hingga visa saya terima. :D
Ok, sukses ya buat aplikasi visanya. Dan jangan lupa untuk BERDOA! :)
Thursday, April 16, 2009
Mudik ke Kendari
Hari ini kami sekeluarga akan mudik ke Kendari, ke kampung halaman suami saya :)
Kemudian tgl 19 Apr dari Kendari kami akan terbang ke Makassar.
Rencana kembali ke Surabaya tgl 21 malam.
Tolong didoakan supaya semuanya berjalan dengan baik dan lancar, juga supaya Deo bisa menikmati setiap penerbangan.
Terima kasih.
Hesti melaporkan dari Executive Lounge Juanda :)
Kemudian tgl 19 Apr dari Kendari kami akan terbang ke Makassar.
Rencana kembali ke Surabaya tgl 21 malam.
Tolong didoakan supaya semuanya berjalan dengan baik dan lancar, juga supaya Deo bisa menikmati setiap penerbangan.
Terima kasih.
Hesti melaporkan dari Executive Lounge Juanda :)
Tuesday, March 18, 2008
Mudik ke Makassar
Kami sekeluarga akan pulang ke Makassar tgl 19-25 Maret ini. Besok pagi jam 04:00 kami sudah harus keluar rumah, berangkat ke Juanda. Pesawat rencananya berangkat jam 06:00.
Ini adalah penerbangan pertama Deo. Mohon didoakan supaya dia bisa tetap kuat dan sehat, dan bisa menikmati perjalanan besok.
Buat teman2 yang merayakan Paskah: Happy Easter. He is risen!
Ini adalah penerbangan pertama Deo. Mohon didoakan supaya dia bisa tetap kuat dan sehat, dan bisa menikmati perjalanan besok.
Buat teman2 yang merayakan Paskah: Happy Easter. He is risen!
Monday, September 25, 2006
HK, ternyata tak seperti yang kubayangkan...
Pagi ini, pesawat yang kami tumpangi mendarat di Hong Kong.
Melihat gedung2 tinggi yang dikelilingi gunung, membuat saya jadi excited banget, jadi lupa kalo selama 10 jam terbang saya tidak tidur sama sekali -- karena keasikan nonton Poseidon dan Just My Luck.
Selesai ngurus bagasi, kami langsung cabut ke hotel. Karena saya dan suami masing2 cuma nenteng satu ransel dan satu kamera, kami putuskan untuk naik bis kota saja. Ini adalah kali pertama kami ke HK, makanya sempat celingak-celinguk dulu. Nah, dari sinilah beberapa hal yang tak kusangka tak kuduga terjadi...
Sebelum cabut saya sempatin ke toilet airport dulu. Di depan pintu toilet saya sempat bingung melihat tanda 'man' dan 'woman' yang rada gak jelas. Takut keliru, akhirnya saya tanya sama petugasnya.
"Excuse me, could you please tell me which one for woman?", kataku sambil nunjuk kedua toilet itu. Petugas itu menatap aku dengan diam. Takut sayanya yang salah ngomong, akhirnya saya ulangi lagi pertanyaannya. Ehh dia malah pergi... Tapi kemudian dia segera kembali bersama seorang teman. Sekali lagi saya ulangi pertanyaan saya. Tiba2 teman si petugas ini malah nyerocos pake bahasa Mandarin atau bahasa apalah yang saya benar2 gak ngerti. Melihat tampang saya yang bingung, dia ulangi lagi kalimatnya. Karena semakin bingung, akhirnya saya cuman bilang "kamsia", dan pergi...
Hare gene, ternyata masih ada juga ya orang yang gak bisa bahasa Inggris di HK, di international airport lagi!
Dalam perjalanan ke hotel, kami melewati jalan2 yang macet dan bising. Padahal itu masih jam 9 pagi loh. Duh, pikirku, ternyata gak beda sama Jakarta dan Surabaya ya. Mana panas lagi...
Sore hari, kami melancong ke Temple Street yang terkenal itu. Rame banget. Herannya, kalo nanya barang tapi gak jadi beli, tak jarang penjualnya jadi marah, ngomel2 gak jelas. Persis deh kayak di pasar Wonokromo kalo lagi mau beli sayuran :)
Trus kalo nego, bahasa yang dipergunakan bukan Inggris ataupun bahasa mereka, tapi pake bahasa kalkulator! Hehe, lucu juga...
Yang menarik di sekitar lokasi ini adalah banyak resto2 yang menjual Chinese food. Mirip kayak di Kya-kya Surabaya. Karena kami berdua sama2 penggemar Chinese food, makanya perhatian kami jadi beralih ke aneka-ragam makanan yang ditawarkan. Apalagi suamiku, kayaknya segala jenis jajanan dicobai semua :)
Dan saat ini, di malam ini, aku hanya bisa berbaring di kamar sambil sesekali nginternetan. Perutku sakit minta ampun dan beberapa kali harus bolak-balik ke kamar kecil. Duh, entah makanan apa tadi yang masuk dan bikin aku sampe diare gini...
Benar kan, HK ternyata gak beda jauh dengan keadaan di Indonesia. Mulai dari orang2nya, macet dan panasnya, sampe ke makanan yang enak2 tapi kalo gak hati2 malah bikin sakit perut. Sebelumnya ini tak pernah kubayangkan...
Atau mungkin sayanya yang terlalu udik ya? :)
---
Hesti yang lagi sakit perut melaporkan langsung dari Hong Kong
PS. Foto2 akan saya upload setelah tiba di Indonesia
Melihat gedung2 tinggi yang dikelilingi gunung, membuat saya jadi excited banget, jadi lupa kalo selama 10 jam terbang saya tidak tidur sama sekali -- karena keasikan nonton Poseidon dan Just My Luck.
Selesai ngurus bagasi, kami langsung cabut ke hotel. Karena saya dan suami masing2 cuma nenteng satu ransel dan satu kamera, kami putuskan untuk naik bis kota saja. Ini adalah kali pertama kami ke HK, makanya sempat celingak-celinguk dulu. Nah, dari sinilah beberapa hal yang tak kusangka tak kuduga terjadi...
Sebelum cabut saya sempatin ke toilet airport dulu. Di depan pintu toilet saya sempat bingung melihat tanda 'man' dan 'woman' yang rada gak jelas. Takut keliru, akhirnya saya tanya sama petugasnya.
"Excuse me, could you please tell me which one for woman?", kataku sambil nunjuk kedua toilet itu. Petugas itu menatap aku dengan diam. Takut sayanya yang salah ngomong, akhirnya saya ulangi lagi pertanyaannya. Ehh dia malah pergi... Tapi kemudian dia segera kembali bersama seorang teman. Sekali lagi saya ulangi pertanyaan saya. Tiba2 teman si petugas ini malah nyerocos pake bahasa Mandarin atau bahasa apalah yang saya benar2 gak ngerti. Melihat tampang saya yang bingung, dia ulangi lagi kalimatnya. Karena semakin bingung, akhirnya saya cuman bilang "kamsia", dan pergi...
Hare gene, ternyata masih ada juga ya orang yang gak bisa bahasa Inggris di HK, di international airport lagi!
Dalam perjalanan ke hotel, kami melewati jalan2 yang macet dan bising. Padahal itu masih jam 9 pagi loh. Duh, pikirku, ternyata gak beda sama Jakarta dan Surabaya ya. Mana panas lagi...
Sore hari, kami melancong ke Temple Street yang terkenal itu. Rame banget. Herannya, kalo nanya barang tapi gak jadi beli, tak jarang penjualnya jadi marah, ngomel2 gak jelas. Persis deh kayak di pasar Wonokromo kalo lagi mau beli sayuran :)
Trus kalo nego, bahasa yang dipergunakan bukan Inggris ataupun bahasa mereka, tapi pake bahasa kalkulator! Hehe, lucu juga...
Yang menarik di sekitar lokasi ini adalah banyak resto2 yang menjual Chinese food. Mirip kayak di Kya-kya Surabaya. Karena kami berdua sama2 penggemar Chinese food, makanya perhatian kami jadi beralih ke aneka-ragam makanan yang ditawarkan. Apalagi suamiku, kayaknya segala jenis jajanan dicobai semua :)
Dan saat ini, di malam ini, aku hanya bisa berbaring di kamar sambil sesekali nginternetan. Perutku sakit minta ampun dan beberapa kali harus bolak-balik ke kamar kecil. Duh, entah makanan apa tadi yang masuk dan bikin aku sampe diare gini...
Benar kan, HK ternyata gak beda jauh dengan keadaan di Indonesia. Mulai dari orang2nya, macet dan panasnya, sampe ke makanan yang enak2 tapi kalo gak hati2 malah bikin sakit perut. Sebelumnya ini tak pernah kubayangkan...
Atau mungkin sayanya yang terlalu udik ya? :)
---
Hesti yang lagi sakit perut melaporkan langsung dari Hong Kong
PS. Foto2 akan saya upload setelah tiba di Indonesia
Friday, July 21, 2006
bablas...
Kalo postingan sebelumnya agak2 serem, kali ini ceritanya rada lain.
Masih seputar kereta juga, antara Bremen-Bremerhaven.
Pagi kemarin kembali lagi saya naik kereta ke Bremerhaven, ada janji dengan teman. Buat yang tinggalnya bukan di Bremen dan sekitarnya, bisa lihat route perhentian kereta di bawah ini supaya ntar bisa ngebayangin.
Bremen -- Osterholz -- Bremerhaven -- Bremerhaven-Lehe
Perjalanan Bremen-Bremerhaven cuman sekitar 35 menit. Gak lama emang, tapi kalo sendiri ya garing juga. Untung ada Sophaholic Takes Manhattan! :D
Waktu kereta berhenti di Osterholz, saya sempat mengangkat muka melihat keluar jendela. Orang2 banyak yang naik dan turun. Membuat konsentrasi jadi pecah. Berisik soalnya. Begitu kereta jalan lagi, saya langsung tenggelam kembali dengan bukuku.
Beberapa saat kemudian, kereta berhenti lagi. Akhirnya sampai juga, pikirku. Aku biarkan orang2 turun duluan. Kemudian mataku mencari2 keluar jendela. Kebetulan di depan ada plang tertulis: Bremerhaven-Lehe. Ha!
Sejenak saya sempat bengong. Kemudian dalam sekejap langsung melompat dari kursi dan berlari keluar kereta. Setengah gak percaya, saya pandangi lagi plang itu. Kok bisa saya tau2 sudah sampe di sini. Perasaan tadi gak ada stop lagi setelah dari Osterholz.
Tapi bukan Hesti namanya kalo gak akal panjang, hehehe. Bremerhaven-Lehe ini adalah perhentian terakhir, jadi kereta ini pasti akan balik lagi ke Bremen dan pasti juga akan melewati Bremerhaven lagi. Ya toh? :)
Supaya lebih yakin, aku cari petugas kereta. Pas ketemu aku tanya dan dia jawab: ya, tentu.
Dengan PD aku masuk dan duduk kembali ditempatku semula. Lanjut lagi baca bukunya...
Tapi dari belakang saya ngerasa kalo petugas itu ikut masuk juga dan mengikuti saya. Begitu dia sampai di sebelah kursi saya, dia bilang: ehm, kereta ini memang akan balik ke Bremen, tapi masih satu jam lagi. Astaga.
Aku lihat jam, 15 menit lagi jam 11. Sementara saya janjiannya jam 11 tepat. Waduh gimana ini...
Melihat tampangku yang bingung, petugas itu kemudian menyarankan supaya aku jalan keluar stasiun saja karena di depan ada banyak bus yang langsung ke Bremerhaven. Cuman 19 menit pula.
Sukur akhirnya aku bisa selamat juga sampai tujuan, meski agak2 telat :)
Duh, baca Sophaholic itu ternyata bisa bikin heboh juga. Once you start read it, you won't be able to make a pause even for a minute. Cobain deh.
Masih seputar kereta juga, antara Bremen-Bremerhaven.
Pagi kemarin kembali lagi saya naik kereta ke Bremerhaven, ada janji dengan teman. Buat yang tinggalnya bukan di Bremen dan sekitarnya, bisa lihat route perhentian kereta di bawah ini supaya ntar bisa ngebayangin.
Bremen -- Osterholz -- Bremerhaven -- Bremerhaven-Lehe
Perjalanan Bremen-Bremerhaven cuman sekitar 35 menit. Gak lama emang, tapi kalo sendiri ya garing juga. Untung ada Sophaholic Takes Manhattan! :D
Waktu kereta berhenti di Osterholz, saya sempat mengangkat muka melihat keluar jendela. Orang2 banyak yang naik dan turun. Membuat konsentrasi jadi pecah. Berisik soalnya. Begitu kereta jalan lagi, saya langsung tenggelam kembali dengan bukuku.
Beberapa saat kemudian, kereta berhenti lagi. Akhirnya sampai juga, pikirku. Aku biarkan orang2 turun duluan. Kemudian mataku mencari2 keluar jendela. Kebetulan di depan ada plang tertulis: Bremerhaven-Lehe. Ha!
Sejenak saya sempat bengong. Kemudian dalam sekejap langsung melompat dari kursi dan berlari keluar kereta. Setengah gak percaya, saya pandangi lagi plang itu. Kok bisa saya tau2 sudah sampe di sini. Perasaan tadi gak ada stop lagi setelah dari Osterholz.
Tapi bukan Hesti namanya kalo gak akal panjang, hehehe. Bremerhaven-Lehe ini adalah perhentian terakhir, jadi kereta ini pasti akan balik lagi ke Bremen dan pasti juga akan melewati Bremerhaven lagi. Ya toh? :)
Supaya lebih yakin, aku cari petugas kereta. Pas ketemu aku tanya dan dia jawab: ya, tentu.
Dengan PD aku masuk dan duduk kembali ditempatku semula. Lanjut lagi baca bukunya...
Tapi dari belakang saya ngerasa kalo petugas itu ikut masuk juga dan mengikuti saya. Begitu dia sampai di sebelah kursi saya, dia bilang: ehm, kereta ini memang akan balik ke Bremen, tapi masih satu jam lagi. Astaga.
Aku lihat jam, 15 menit lagi jam 11. Sementara saya janjiannya jam 11 tepat. Waduh gimana ini...
Melihat tampangku yang bingung, petugas itu kemudian menyarankan supaya aku jalan keluar stasiun saja karena di depan ada banyak bus yang langsung ke Bremerhaven. Cuman 19 menit pula.
Sukur akhirnya aku bisa selamat juga sampai tujuan, meski agak2 telat :)
Duh, baca Sophaholic itu ternyata bisa bikin heboh juga. Once you start read it, you won't be able to make a pause even for a minute. Cobain deh.
Thursday, March 09, 2006
Traveling? Yeah, why not?!
As far as most things are concerned, my husband and I are in perfect synchronicity. For instance, we share the same interests of life such as fave food, crazy on football, music style, and a keen on traveling. I highlighted the term of 'traveling' since I would point it here.
I don't remember since when exactly we love to do traveling. Hmm, let me think...
I guess since we were here in Germany. We come here for study. True. But we also need another thing to do for fun. And we think that traveling is a great choice as compensation of our study. Right? :)
We really enjoyed some traveling we have done so far. Visited nice places, met with people around the world, enjoyed the culture, the food, the building style...
Still want to do some more. Some places are in our list: Rome, Praha, London, Stockholm, Venezia, etc.
But in the other side we should be wise to use our limited money :) Try to consider smartly each of nice traveling offer, even it's quite cheap though.
The next traveling would be a trip to Sonderborg and continued to Copenhagen, hopefully in April. So now, we are so excited waiting for announcement from Mbak Mia and Mas Yadi. Yippieee!
I don't remember since when exactly we love to do traveling. Hmm, let me think...
I guess since we were here in Germany. We come here for study. True. But we also need another thing to do for fun. And we think that traveling is a great choice as compensation of our study. Right? :)
We really enjoyed some traveling we have done so far. Visited nice places, met with people around the world, enjoyed the culture, the food, the building style...
Still want to do some more. Some places are in our list: Rome, Praha, London, Stockholm, Venezia, etc.
But in the other side we should be wise to use our limited money :) Try to consider smartly each of nice traveling offer, even it's quite cheap though.
The next traveling would be a trip to Sonderborg and continued to Copenhagen, hopefully in April. So now, we are so excited waiting for announcement from Mbak Mia and Mas Yadi. Yippieee!
Subscribe to:
Posts (Atom)
