Showing posts with label chronicle. Show all posts
Showing posts with label chronicle. Show all posts

Sunday, March 02, 2008

Selamat Jalan Johan

Namanya Johan Imanuel Kirdjo. Lahir September 2005 di RS Boromeus, Bandung. Ayahnya bernama Ageng Kirdjo dan ibunya adalah Hesti Retno TW (biasa kami panggil Mbak Hesti). Mbak Hesti ini adalah orang yang pertama kali memuridkan saya sewaktu masih di Bandung.

Johan lahir prematur (30 minggu, 1.45kg) dengan kelainan bawaan (bukan karena keprematurannya) yang disebut pure esophageal atresia (pure EA atau EA type A), dimana kerongkongan (esofagus) atas dan bawah tidak tersambung. Kelainan ini cukup jarang, 1 dari 4000 – 10000 kelahiran. [1]

Setelah menjalani beberapa kali operasi (yang pertama dalam waktu kurang dari 24 jam sejak lahir - dokter membuatkan lubang di lambung (gastrostomy), dimana kateter untuk memberi dia makan ditempatkan dan kerongkongan atas dikeluarkan di leher untuk mengeluarkan ludahnya - kemudian operasi yang kedua dan ketiga tahun 2007 di NUH, Singapore), Johan berangsur pulih...

Tapi sms yang saya terima dari Mas Setyo pagi tadi sangat mengejutkan, isi pesannya:
Setelah kritis karena infeksi dll, Johan anak Ageng wafat kemarin (Sabtu) jam 19:15 di RS Boromeus, dimakamkan hari ini di Bdg, dari rumah jam 13:00. Doakan Ageng+Hesti.
/Setyo

Sedih sekali. Duka yang sangat dalam dan airmata mengalir ketika saya mengingat perjuangan Johan (dan kedua orang tuanya) semasa hidupnya. Sungguh tidak disangka akan berakhir seperti ini...

Selamat jalan Johan. Tenanglah di rumah Bapa sekarang. Dan doa kami semoga Mas Ageng, Mbak Hesti, dan segenap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan penghiburan sejati dari Bapa.

Alle Wege haben ein Ende,
ein frühes oder spätes Ziel.
Drum falt' im tiefsten Schmerz die Hände
und sprich in Demut: Wie Gott will.

Alles hat seine Zeit,
die Zeit der Liebe,
der Freude und des Glücks,
die Zeit der Sorgen und des Leids.
Es ist vorbei. Die Liebe bleibt.

Alles hat seine Zeit.
Es gibt eine Zeit der Stille,
eine Zeit des Schmerzes und der Trauer,
aber auch eine Zeit der dankbaren Erinnerung.

Alles im Leben hat seine Zeit,
jedes Ding hat seine Stunde unter dem Himmel.
Für das Geboren werden gibt es eine Zeit
und eine Zeit für das Sterben.
(Kohelet)

---
[1] Surat Kesaksian yang dikirimkan Mbak Hesti pada Juni 2007.

Monday, February 18, 2008

A visit from friends

Lars and Marlen, our beloved friends who live in Bremen, visited us on 9-11 January 2008. Yes, it was last mont. Frankly, I was intending to write about their visit on the day they left, but.....
Ok, ok, you know me, so I don't have to create any rationalized reasons... :)

Anyway, their visit was great. We went shopping, we chatted and played cards till midnight, and we drank v**** (sangat sangat sedikittt sekali), huehehe. Glad that Familie Sitompul could join us too. That was a memorable reunion.

Lars und Marlen, danke für euren Besuch, ihr seid beide klasse! Wir freuen uns schon wenn ihr uns bald wieder besuchen kommt, dann fliegen wir nach Lombok (vielleich...). Wünsch euch alles beste and der Liebe Gott segne euch!





Monday, December 31, 2007

End of Year Reflection

Year 2007 will be going in some hours. Many things happened, good and bad things, or just in between. Above all, I praise the Lord for His love, blessing, and guidance that never end. His provision was all around.
Here I'm writing a summary upon this whole year through. I don’t know if I can accurately sum up my experiences within this limited time, but at least I will write a reflection on what has happened and what I have learnt during the year.

There are three important points in 2007 I want to highlight here...
In February, I finished my study in Germany. It was the end of two years four months of my study.
The hardest time of my study was in the last phase, when I worked on my thesis. Due to some reasons, I had to work from in Indonesia for four months. During the time, I communicated with my supervisors through email. Sometimes it was answered, sometimes not...

Working under very minimum supervision was not easy for me. And meanwhile, I was in the beginning periods of pregnancy. I believe you all could imagine how hard to work on designing, to get concentrate on programming, to read dozens of articles and books, and so on, while you got headache, tiredness, and always sleepy. Ok ok, I didn't experience all those pregnancy symptoms (morning sickness, backache, strong food craving, etc.) and hamilnya juga gak rewel2 amat. But still, it was really tough and uncomfortable.
Oh well, that moment has passed by. I'm glad that I finally could complete my study two months earlier than the official schedule. Each time I remember that moments, I'm always amazed by His awesome works.

After getting my study done, late February early March, we (my husband, the tiny embryo in my womb, and I) left Bremen and back to Indonesia (now I'm talking about the second hightlighted point in 2007). My feelings were mixed at that moment. Laughs and cries came altogether. Friends came to say goodbye and to give hugs. Saying goodbye is never an easy thing :(( Tons of precious memories will be remaining in our hearts.
Inspite everything, again I thank God for always keeping me in His hand, always be with me passing the winters, springs, summers, and autumns...

The third thing that really higlighted year 2007 happened in August. After six years married, on 20th August, I normally delivered a baby boy. He is named Amadeo Constantine Pasila. The name has been prepared since 2004, when we started to pray for having a baby.
'Amadeo' is an Italian name, meaning: the one who loves God. 'Constantine' is originally a Latin name (Konstantinus), meaning: strong, constant, endlessly. 'Pasila' is definitely a surname :)
So, we do hope that our son could be: the one who loves God endlessly.

Amadeo is the most priceless treasure that we have ever. He is the answer of our prayers. He proves us that God's promise will be done at His convenient time. He reminds us that the same God has also promised to Abraham that his descendants would be blessed (and yes, they are!), promised to Sarah that she would get a child (and yes, she have it!), promised to Noah that there won't be another overflowed water (and yes, look at the rainbow after the rain!)...

There all you have my sum up for 2007.
For the year 2008, I have some hopes for my country, my family, and myself. The hopes that are followed by faith along with love. The hopes that could make me living in His promises and standing firmly in His way. Hopefully.

HAPPY NEW YEAR 2008!

Wednesday, May 30, 2007

Hidup kembali

Setelah melalui berbagai proses yang cukup berbelit2, akhirnya Senin kemarin rumah kami sudah punya fix-lined. Dan yang lebih asik lagi, mulai hari ini kami sudah bisa konek internet. Yippie!
Berasa hidup kembali deh :) Danke Gott!

Tuesday, May 15, 2007

Togamas dekat rumah

Ada yang menarik yang baru aku ketahui sejak tinggal di kawasan kampung rumahku. Rumahku ternyata dekat sekali dengan toko buku Togamas. Yes!!
Mungkin karena lokasi rumah kami itu dekat sama beberapa kampus besar seperti UBAYA (ini mah tinggal lompatin jalan gede di depan komplek) dan UK Petra (cuman 12 menit pake kendaraan pribadi), makanya Togamas sampe buka cabang khusus deket kampus2 itu dan menyebut dirinya: Togamas Kampus.

Alhasil, sebagai seorang yang lagi 'break' panjang (untuk memperhalus bahasa aslinya: pengangguran), jadilah saya orang yang kayaknya paling sering nongol dan nongkrong di Togamas. Seminggu sekali main ke situ, sekali main bisa milah-milih buku sampe 2 jam. Makanya petugas2nya jadi apal sama tampang saya :) Belum lagi kalo pas lagi musim diskon kayak sekarang ini, buku2 terbitan Gramedia diskon 20%-25%, kalo terbitan KPG diskon 25%-30%. Hmm, perempuan mana sih yang gak suka sama diskonan? Saya yang lagi kere aja bisa langsung beli 3-4 buku :)

Sore2, sambil leha2 di sofa rumah, di atas meja sudah ada segelas teh dingin nan segar plus high-calcium-cookies, dan sambil dengerin music (biar bayi saya juga bisa ikutan nyante), mulailah saya membabat habis buku2 itu.
Begitulah kehidupanku saat ini. Sedap nian, bukan?

Tuesday, February 13, 2007

Keseleo

Batuk dan flu sudah mendingan, sakit mata sudah sembuh (yang ini saya gak cerita, malu kok kesannya sakit2an mulu :D), bisul juga sudah mulai hilang, tapi sekarang ada lagi nih yang bikin sengsara...

Dua hari yang lalu ketika beranjak bangun pagi, kaki kiri saya salah posisi waktu turun dari tempat tidur. Jadi keseleo deh. Waktu itu masih gak kerasa apa2. Jadi saya juga nyante aja.
Tapi lama-kelamaan kok mulai kerasa nyeri ya... Akhirnya semalam sama suami diolesin Counterpain, tapi gak pake urut, takut salah soalnya. Habis pake Counterpain, rada lumayan, gak nyeri lagi.

Tapi pagi ini ketika saya bangun, kaget liat kaki kiri sudah membengkak. Wah, gimana nih ya. Kata suami saya, itu bagian dari proses penyembuhan. Moga2 saja dia bener...

Dari sakit flu, trus sakit mata, kemudian bisulan, ehh sekarang malah kaki bengkak karena keseleo. Benar2 masa depan suram...

Saturday, February 10, 2007

Bisul

Harga daging di Bremen ini relatif murah, dibanding harga daging di Surabaya.
Akibatnya, suami saya yang termasuk 'karnivora sejati' itu jadi kalap melihat daging2an di sini. Sejak kami datang sampe sekarang, tiap hari dia masak daging terus. Sop sapi, kari ayam, sampe (maaf) yang 'haram2' pun selalu aja ada.
Saya yang jadi eneg tiap kali melihat daging2an itu. Jangankan buat makan, ngeliatnya aja sudah eneg duluan.
Jadi sejak beberapa hari yang lalu saya diet total sama daging2an. Saya cuma mau makan ikan dan telur pake timun segar. Itu aja.
Hasilnya? Telur yang memang terkenal akan proteinnya yang super tinggi itu berhasil bikin bisul di kepala saya. Ada satu di atas kepala, ini kecil dan gak sakit. Yang gede ada satu di dahi, yang ini sakit banget kalo kesentuh.
Tapi lucu juga kalo umur segini masih bisulan. Seingat saya terakhir kali bisulan waktu masih sma. Itupun di kaki jadi gak terlalu keliatan :D

Sunday, February 04, 2007

Jetlag - dingin - flu

Ketika saya posting tulisan ini, saya pikir kami sudah tidak akan kembali lagi ke Bremen. Tapi ternyata, Tuhan punya rencana lain.

Hari ini tepat seminggu kami balik ke Bremen, tepat seminggu kami jetlag, tepat seminggu kami kedinginan, dan tepat seminggu kami kena flu berat :)
Cuaca dan suhu di Bremen yang sangat berbeda dengan Surabaya membuat tubuh kami butuh waktu beberapa saat supaya bisa adaptasi lagi.
Tapi suamiku sudah mendingan, pelan2 dia mulai keliatan seperti biasa lagi. Meski masih agak flu, tapi paling tidak dia sudah kembali 'ceria' dan 'on'.
Yang repot ya saya ini... Kondisi tubuh yang mungkin sejak berangkat emang gak terlalu fit, ditambah dengan tekanan karena mengejar target harus selesai bulan ini, plus kondisi cuaca di Bremen yang tidak terlalu bersahabat, bikin tubuh saya jadi makin drop.

Satu hal yang agak keliru saya lakuin adalah Jumat malam lalu saya keluar rumah. Meski tahu kondisi belum fit, tapi karena sudah terlalu kangen sama teman2, akhirnya saya paksakan juga keluar rumah.
Sepulang dari ngumpul2, badan kembali demam dan malam itu saya nyaris gak bisa tidur karena batuk gak bisa berhenti.
Mau minum obat saya gak berani. Orang bilang kalo lagi berbadan dua sebaiknya menghindari minum obat2an. Ya saya ikuti itu...

Mudah2an minggu depan sudah rada mendingan. Tolong doain ya.

Tuesday, September 12, 2006

iscab

Namanya Ignatius Sapto Condro Atmawan Bisawarna, disingkat jadi 'iscab', 26 thn, single. Bekennya dipanggil Condro. Kuliahnya di Uni-Bremen, di jurusan yang sama dengan suamiku, tapi selisih 2 angkatan.
Sudah beberapa hari ini tuh anak tiap pagi nelpon ke hp saya untuk ngebangunin kita, tepatnya ngebangunin suamiku karena memang ada janji pagi2 dengan Condro.
Tapi pagi ini, rasanya Condro gak ada janji apa2 dengan suamiku, tapi tetep nelpon tuh...
Waktu itu masih sekitar jam 9-an. Buat kami itu masih pagi banget, soalnya kami (khususnya saya) baru tidur jam 5 pagi. Dengan kepala berat, aku angkat telponnya...

Hesti (H): Hallo...
Condro (C): Hallo, Condro nih...
H: Iya tau, ada apa?
C: Mmm, pernah transfer data gak di Jerman?
H: Apa? Maksudnya?
C: Iya, transfer data. USB stick saya kena virus dari komputernya Ilham.
H: Ooo, iya tuh, kemarin2 komputer Ilham emang kena virus, makanya dia sampe format harddisk. Trus gimana dengan data2 kamu?
C: Yaa gak papa sih, untung kedeteksi sama Panda. Eh, Panda itu bagus gak sih?
H: Hmm, lumayan. Aku juga pake soalnya. Trus aku pake AVG juga.
C: Ohh AVG ya, itu bagus ya? Soalnya sama Panda virusnya sudah dinetralisir.
H: Mmm, bagus dong kalo gitu, brarti dibersihin kan? AVG malah biasanya kalo nemuin virus cuman dikerangkeng doang. Maklum, pake yang free-version sih.
C: Saya juga ada AVG. Bagus mana ya sama Panda?
H: (masih ngantuk2) Wah kalo soal antivirus mah jangan tanya saya. Tanya Indar aja, dia tuh yang jago.
C: Ooo, gitu ya...

Kemudian hening. Saya pikir sudah selesai. Tapi karena yang nelpon si Condro, gak enak dong kalo saya yang mutusin telponnya. Jadi saya tunggu beberapa saat, tapi karena gak ada juga suara, akhirnya dengan menahan kantuk saya coba ngomong...

H: Cond, udah selesai kan? Itu aja kan?
C: Iya, udah. Ehh, tunggu dulu...
H: Apaan?
C: (dengan semangat) Kemarin dengar di radio katanya tahun lalu tingkat perceraian di Jerman meningkat sampe 4000!
H: Haa?? (mataku seketika langsung melek)

Astaganaga.
Belum pernah ada orang yang membangunkan saya untuk urusan antivirus dan berita perceraian! Saking takjubnya, saya akhirnya malah jadi tertawa dan bilang ke Condro kalo saya akan menulis ini di blog saya :)

Duh tuh anak, memang unik sekali dia. Dari cara berpikir, cara ngomong, cara berpakaian, dll, keliatan kalau dia ini lain daripada yang lain. Coba lihat di sini.
Seorang classmate dia (anak India) yang kebetulan tinggal di apartment sebelah pernah nyelutuk ke suamiku kalo Condro itu salah satu calon the-best-student di jurusannya. Nilai2nya menakjubkan.
Nah karena si Condro itu tanggal lahirnya tepat sama dengan saya, 15 Juli, makanya waktu dengar berita itu, saya jadi ikutan senang. Trus mulai mikir, hmm memang anak2 yang lahir 15 Juli itu 'ditakdirkan' punya nilai2 bagus kalo sekolahnya di Jerman.
Hahaha. Apa hubungannya ya? Maksa banget yak? :))

Buat Condro, kalo kamu baca tulisan ini, TIDAK BOLEH PROTES!! :)

~ Didedikasikan untuk mereka yang belum mengenal Condro...

Tuesday, July 18, 2006

Hilfe... Polizei...

Pagi tadi ada kejadian menarik ketika saya naik kereta tujuan Bremerhaven.
Seperti biasa kalo naik kereta, saya memang selalu cari gerbong yang agak kosong supaya bisa tenang kalo baca buku atau... tidur! :D
Dan tadi pagi itu saya naik ke gerbong yang cukup sepi, hanya ada 2 orang ibu selain saya. Asik nih pikir saya, kemudian saya mulai ngeluarin Sophaholic Takes Manhattan yang lagi seru2nya saya baca.
Beberapa saat sebelum kereta jalan, tiba2 naik seorang anak muda. Sekilas terlihat penampilannya rapi dan perlente, pake kacamata dengan rambut model Hugh Grant gitu.
Saya tadinya tidak memperhatikan dia lebih detil lagi, sampe ketika dia jalan menuju ke tempat duduk saya dan tiba2 menjatuhkan diri duduk di sebelah saya. Kaget tapi saya tetap pura2 cuek baca buku.
Kemudian dia tanya saya, "Wo farht diese Zug?" (kemana tujuan kereta ini?).
Dari bau mulutnya saya langsung mencium bau tajam bir. Wah lagi mabok rupanya. Trus sekilas saya lihat ditangannya ada 2 kaleng bir Becks. Gawat, pikirku...
Dengan mata tetap menatap ke buku, saya jawab dia seasalnya saja, "...nach Bremerhaven" (ke Bremerhaven). Harapan saya, setelah ini dia akan diam.
Tapi ternyata dia malah ngoceh gak karuan. Saya sampe bingung dia ini ngomong apa...
Trus tiba2 dia mencoba memegang tangan saya. Karena kaget, saya refleks menepis tangan dia. Kemudian saya pindah duduk ke kursi seberang. Ehh, dia malah ikut berdiri dan mencoba memegang tangan saya lagi, akhirnya saya bentak dia, "Nein!"
Salah satu ibu yang duduk di gerbong itu bilang ke saya, "Kommst Du zu mir" (ayo kamu ke tempat saya saja). Tergesa2 saya berdiri dan pindah duduk ke sebelah ibu itu. Ternyata cowo itu juga ikut berdiri dan ngikut saya ke tempat ibu itu. Dan kali dia mencoba untuk memeluk saya. Tapi si ibu yang baik itu langsung memegang kedua tangan cowo itu, menahan supaya dia gak nyentuh saya. Saya masih ingat ibu itu mencoba menenangkan cowo itu, kira2 dia bilang begini: "Ini masih pagi, kamu kok malah mabuk? Sebaiknya kamu pulang saja ke rumah..."
Cowo itu malah jadi marah, dia tarik tangannya dan mulai mencekik leher ibu itu.
Melihat kejadian ini saya langsung panik, berdiri, dan mulai teriak2 di gerbong, "Hilfe, hilfe... Polizei, hilfe..." (tolong, tolong... Polisi, tolong...).
Selama beberapa saat, si ibu masih tetap tenang meski wajahnya mulai memerah dicekik oleh cowo itu. Dan saya mulai menangis... trus mulai komat-kamit berdoa dalam hati...
Entah kenapa, tiba2 cowo itu melepaskan cekikannya, kemudian dia memandang ke saya.
Saya udah siap2, kalo dia mau menyerang saya, mau saya dorong dia sekuat tenaga.
Tapi ternyata dia cuman mengangkat telunjuknya ke arah saya dan bilang, "Du, scheiße!" (f*** you!).
Setelah itu dia pergi, pindah ke gerbong sebelah. Lega rasanya. Berulang kali saya mengucapkan terima kasih ke ibu tadi sambil menanyakan keadaan dia. Saya kuatir sekali sama dia, tapi dengan semangatnya ibu itu malah cerita kalo anak2 muda jaman sekarang ini memang makin gak beres, kerjanya cuman party dan mabuk2an. Kayaknya kejadian tadi malah sama sekali gak bikin dia shock.
Beberapa saat kemudian, dua orang petugas keamanan masuk ke gerbong sebelah. Dari balik kaca pembatas saya melihat mereka berbicara dengan cowo tadi. Sepertinya meminta cowo itu untuk turun karena kereta sudah mau jalan (sudah telat 15 menit soalnya). Cowo itu kelihatan ngotot dan tidak mau turun. Kemudian datang lagi 2 petugas keamanan lainnya, kali ini yang badannya jauh lebih gede dari yang sebelumnya :)
Oleh 2 petugas ini, kemudian cowo itu ditarik keluar dari kereta. Di luar kereta, saya melihat cowo ini berusaha melepaskan diri. Kelihatannya dia mencoba bicara baik2 dengan 4 petugas ini. Akhirnya dia dilepaskan. Tapi tiba2 salah satu tangannya mencoba memukul wajah seorang petugas dengan kaleng birnya. Untung petugas lainnya bisa bergerak lebih cepat sehingga kaleng bir itu terlempar ke arah lain. Dan bagaikan melihat adegan silatnya Jet Lee, petugas ini mengangkat tubuh cowo ini, kemudian membantingnya ke lantai. Cowo ini teriak kesakitan. Petugas keamanan itu kemudian duduk di atas tubuh cowo ini, sementara teman2nya tampak sibuk menelpon, sepertinya meminta bala bantuan lain.

Kejadian ini belangsung cepat sekali, saya serasa sempat berhenti bernapas melihatnya. Dan sampai kereta jalanpun, situasinya masih tetap sama, cowo itu masih terbaring tak berkutik di lantai dan di atasnya duduk seorang petugas.

Di Jerman ini sering sekali saya bertemu dengan orang2 mabuk, tapi belum pernah saya melihat yang seagresif ini. Setahu saya, orang mabuk di sini kontrol dirinya cukup bagus, mereka ngoceh gak karuan tapi tidak sampai menyerang fisik orang lain. Sepertinya meski mereka mabuk tapi alam bawah sadarnya masih bisa mengingat kalo mereka sampai melukai orang lain, mereka akan kena denda (kalo gak salah sekitar 5.000 Euro -- CMIIW).

Lama setelah kereta jalan, saya baru mikir... halahh, tadi kenapa gak bawa kamera ya? Kan lumayan bisa bikin jurnalistik foto. Dasar tukang poto! :D

Tuesday, July 04, 2006

Panas!

Cuman mau bilang kalo hari ini di Bremen panasnya minta ampun...
Siang tadi suhu sampe 35 derajat! Dan udah tengah malam gini suhu masih tetep aja panas, 24 derajat!
Kalau di Surabaya hampir tiap rumah pake AC, di sini mah bisa dihitung jari berapa rumah atau apartment yang pake AC, ada juga wajibnya punya pemanas ruangan :D

Duh, jadi pengen mandi mulu nih...

Thursday, June 15, 2006

Leaving Bremen for good...

Waktu berlalu cepat sekali. Tgl 1 Juni kemarin kami sudah melapor ke pemilik apartment kalau study kami sudah akan selesai dan rencananya kami akan pulang ke Indonesia akhir Agustus ini. Si Bapak pemilik apartment sempat kaget dan sedih juga. Katanya kenapa kami gak menetap saja di Jerman, hehehe. Dia sudah kadung senang sama kami, jadi dia minta kalau ada teman orang Indonesia yang ingin menggantikan kami, dia akan senang sekali dan dia percaya saja dengan rekomendasi kami.




Terlepas dari urusan rumah, rasanya masih banyak sekali hal2 yang perlu kami selesaikan menjelang kepulangan ini. Mulai dari melapor dan memutuskan rekening telpon dan internet, SWB (strom), televisi, handphone, dsb. Belum lagi kami harus mulai packing barang (terutama buku2 dan ole2 untuk keluarga) dan membuang barang2 yang tidak kami perlukan. Selain itu kami juga harus melaporkan diri ke KBRI di Hamburg.
Aduh, rasanya banyak sekali yang harus dilakukan...
Sementara pada saat yang bersamaan, kami dikejar waktu untuk menyelesaikan thesis kami. Dan sebenarnya itu yang paling utama untuk diselesaikan saat ini!

Ada rasa sedih dan berat untuk meninggalkan Bremen, meninggalkan kehidupan yang sudah mulai kami nikmati di sini, meninggalkan apartment kami, teman dan sahabat2 yang sudah seperti saudara sendiri, dan meninggalkan pelayanan kami.
Tapi disisi lain ada juga rasa deg2an dan senang karena sebentar lagi akan bertemu dan kumpul kembali dengan keluarga di Indonesia.
Saya sudah mulai ngebayangin kehidupan yang akan kembali saya jalani begitu tiba di Indonesia nanti. Bisa jajan segala macam makanan, nongkrong di Gramedia, ngegosip sama adik2, wahh asik sekali...
Saya percaya, ketika ada hal baru yang kita dapatkan, kadang2 ada hal lain yang harus kita relakan untuk dilepas... Dan Tuhan selalu baik, semua pasti indah pada waktunya.

Tuesday, May 30, 2006

Kamera Poket

'OE dan kurang menarik objeknya.... susah memang kalok pakek poket'

Itu komentar paling gak enak yang tertulis di foto terakhir yang tadi aku upload di FN, dengan nilai 1TU.
Jujur saja, itu foto (ternyata) emang gak bagus. Saya bilang 'ternyata' karena saya baru menyadarinya setelah saya upload dan dapat beberapa komen.
Foto itu aku edit dengan laptop, gak pake PC yang biasa kupakai. Contrast dan brightness di kedua layar komputer tsb memang gak sama, sementara mataku belum terbiasa dengan contrast dan brightness di laptopku. Setelah diupload, dapet komen, baru ngeh kalo flare di bagian atas foto emang keliatan dan ganggu banget.
Sempat bengong juga liatnya, lah wong pas ngedit gak keliatan kok...
Ya sutralah, sekalian belajar juga dari komen teman2 fotografer.

Tapi yang mau aku bagiin disini adalah komentar beberapa teman ttg kamera poketku. Di beberapa fotoku yang lain juga pernah ada yang komen gak enak ttg kameraku.
Kadang2 suka sedih juga bacanya. Saya emang cuman bisa beli kamera poket, tidak seperti teman2 fotografer lain yang kameranya hebat2. Dan selama ini saya enjoy2 saja pakai kamera poket ini.
Kalau ternyata hasil jepretannya kurang bagus, bisa jadi karena memang kameranya cuman segitu mampunya, tapi peran saya yang megang kamera juga besar. Kamera bagus kalo fotografernya gak bisa makenya, kan percuma juga ya. Tapi kalo kamera biasa di tangan fotografer yang tepat, nahh itu baru hebat :)
Jadi foto yang gak bagus tadi, itu bukan salah kameranya, tapi emang saya-nya yang gak bisa makenya.
Kamera ini memang belum maksimal di tanganku, karena aku belum benar2 mengenal karakteristiknya. Sempat kepikiran untuk menjualnya di ebay, tapi setelah kupikir2, rasanya sayang juga. Soalnya kamera inilah yang mengantarkanku dapat FgPE di FN. Dan kenangan bersama kamera ini cukup banyak. Perjalanannya pun sudah panjang, sudah banyak moment yang berhasil diabadikannya. Andai suatu hari nanti saya punya kamera yang lebih profesional, kamera poket ini tetap akan kusimpan. Sungguh loh!

Saturday, February 25, 2006

Champions League: Werder Bremen vs Juventus Turin

One more precious moment has been granted into my life. Since I came here I've been praying for the coming of Juventus to Bremen. And God answered me...
On 22nd of February, my husband and I got a chance to watch a big match of 1/8 round of Champions League between Werder and Juventus. The tickets cost 80 Euro for two different-away seats.

I couldn't believe that Nedved -- the best player in the world, at least in my eyes -- was running around the field in front of me. He was so amazing, so strong, and incredible!

to be continued...

Monday, February 06, 2006

xhtml files

Ok.. it's 01:35 am now..
And I'm still struggling with xhtml files..

...
...
...
...
...

HELP!!!

Thursday, February 02, 2006

3 things

It's February now.
I have to discipline myself.
3 things should be finished today.

- magazine cover for Paul Renner (Typography and Layout)
- poster for Paul Renner (Typography and Layout)
- flash design for Joan Truckenbrod (Hypermedia)

So now... ACTION!

Monday, January 23, 2006

Selamat tinggal sepatu butut..

Hari ini, tanpa direncanakan, aku membeli sepatu sport baru di Deichmann.. cihuyy!!
Sudah lama sebenarnya aku harus menanggalkan sepatu butut yang selama ini sudah menjadi teman perjalananku sehari2. Tapi karena aku terlalu sayang dengan sepatu ini, makanya tetap kupakai. Selain karena modelnya yang sederhana, sepatu ini juga sangat nyaman dipakai. Mau nginjek apa aja, kepentok apa aja, kalo pake sepatu ini kayaknya gak akan terlalu berasa deh.

Tapi hari ini, mau tak mau aku harus rela melepasnya. Penggantinya sudah datang..
Sepulang dari Deichmann, kupandangi sepatuku ini lama2 dan baru kusadari kalau ternyata dia memang sudah sangat jelek, bau, dan sangat butut. Sebagai penghargaan terakhir atas jasanya selama 1.5 tahun ini, kufoto dia. Kemudian akhirnya kumasukkan dia ke dalam tempat sampah.

Selamat tinggal sepatu bututku.. Goodbye.. Au revoir.. Tschüß..

Saturday, December 31, 2005

Happy New Year!

Time goes by so fast. Year 2005 is about to go some hours left and here I am, celebrating my 2nd New Year in Germany with my best friend, my lover, my husband: Felix.
Let me spend some times of the last day in this year by sitting in front of my computer, trying to count some tremendous events happened during year 2005. Some points I would like to highlight now...

Starting from the sad occurences. Some good friends who have been such a bro and sis for us, had to leave Germany for good. Novi had to go back to Indonesia, Lala had to move to USA (but currently she is spending holidays in Jakarta -- good to know that!), and Viona moved to Hirrlingen (another corner in South Germany). It wasn't easy at all for us since we used to spend most of our times with them. Met up and visited each other, chatted on the phone... They were really friends we could trust on, friends who would always be around us in good and bad times. I will always keep the memories deeply in my heart.
Lucky that we still have Hellen, Marlen, and Lars here in Bremen.

Another sad thing came in the middle of the year. I heard that a newborn baby boy of my cousin in Makassar, died some hours after born. Hard to believe it, mais c'est la vie... Couldn't do anything at that moment :(.

Well now, let's jump to the pleasant things. Start with our moving to a new renovated apartment in the beginning of May (I know there is no way to express my thankful to Jimmy, Lala, Widha, and Syakir for their help and support on that hard day!). The location is a bit hectic because it's in the center area of the city. But still, some friends said that the flat itself is quite nice and modern though. I personally would say that it's much better than the one we had before :).

The next fabulous thing highlighted this year was a new job I got from my Professor. I'm so blessed by offered this job as sometimes I think that I don't qualify for the post. Doing some literature researches to assist my Professor in writing her cookbook. Meanwhile, it has been unconciously enriching my own knowledges. The good thing of this job is I could do it from home... Yeah!!
Then a great thing happened to my husband. He got two jobs at the same time! Thanks God! One is a work in Fallturm Uni-Bremen (a space research center) -- in my eyes, he deserves for that position. And another one is a work in Bombay Restaurant near by our apartment.

Last but not the least that really higlighted year 2005 was some trips to other places: Amsterdam, Berlin, Düsseldorf, Köln, and ended by celebrating Christmas in Paris. On the trip to Amsterdam, we met new friends from India: Namrata and Nirdesh, and still keep in touch with them till right now. In Berlin, we had wonderful times with my husband's DAAD friends and we were so lucky because of the whole journey and accomodation were funded by DAAD. In Paris, we were glad to see again our friend from long time, Gregory. He came with his mother, Nelly -- it was the first time we met Nelly face to face :).

There all you have sum-up of year 2005 from me.
Now, let us pray for the coming new year, that there will be no bomb anymore in Indonesia (some people will doubt this), and put our hopes in all the way just in Him.
For ourselves, we hope that we could finish our thesis by end of July 2006 and could experience to have a baby wherever and whenever in 2006.

HAPPY NEW YEAR!

Many greetings from the snowy Bremen.

Tuesday, December 27, 2005

Merry Christmas!

After a week wonderful holiday, I'm glad to be home again and get contact back with my computer...

Just wanna say Merry Christmas for those who celebrate it...
Whatever you did to celebrate this wonderful time of year, and whether you headed for the beach, to the slopes, or visited some friends and family, or just stayed at home, I hope you really had a joyous time.



I celebrated the Christmas eve at the Cathédrale Notre Dame, along with my husband, Gregory and mommy Nelly... That was a great moment!
Again, Merry Christmas!