Pagi tadi ada kejadian menarik ketika saya naik kereta tujuan Bremerhaven.
Seperti biasa kalo naik kereta, saya memang selalu cari gerbong yang agak kosong supaya bisa tenang kalo baca buku atau... tidur! :D
Dan tadi pagi itu saya naik ke gerbong yang cukup sepi, hanya ada 2 orang ibu selain saya. Asik nih pikir saya, kemudian saya mulai ngeluarin Sophaholic Takes Manhattan yang lagi seru2nya saya baca.
Beberapa saat sebelum kereta jalan, tiba2 naik seorang anak muda. Sekilas terlihat penampilannya rapi dan perlente, pake kacamata dengan rambut model Hugh Grant gitu.
Saya tadinya tidak memperhatikan dia lebih detil lagi, sampe ketika dia jalan menuju ke tempat duduk saya dan tiba2 menjatuhkan diri duduk di sebelah saya. Kaget tapi saya tetap pura2 cuek baca buku.
Kemudian dia tanya saya,
"Wo farht diese Zug?" (kemana tujuan kereta ini?).
Dari bau mulutnya saya langsung mencium bau tajam bir. Wah lagi mabok rupanya. Trus sekilas saya lihat ditangannya ada 2 kaleng bir Becks. Gawat, pikirku...
Dengan mata tetap menatap ke buku, saya jawab dia seasalnya saja,
"...nach Bremerhaven" (ke Bremerhaven). Harapan saya, setelah ini dia akan diam.
Tapi ternyata dia malah ngoceh gak karuan. Saya sampe bingung dia ini ngomong apa...
Trus tiba2 dia mencoba memegang tangan saya. Karena kaget, saya refleks menepis tangan dia. Kemudian saya pindah duduk ke kursi seberang. Ehh, dia malah ikut berdiri dan mencoba memegang tangan saya lagi, akhirnya saya bentak dia,
"Nein!"Salah satu ibu yang duduk di gerbong itu bilang ke saya,
"Kommst Du zu mir" (ayo kamu ke tempat saya saja). Tergesa2 saya berdiri dan pindah duduk ke sebelah ibu itu. Ternyata cowo itu juga ikut berdiri dan ngikut saya ke tempat ibu itu. Dan kali dia mencoba untuk memeluk saya. Tapi si ibu yang baik itu langsung memegang kedua tangan cowo itu, menahan supaya dia gak nyentuh saya. Saya masih ingat ibu itu mencoba menenangkan cowo itu, kira2 dia bilang begini:
"Ini masih pagi, kamu kok malah mabuk? Sebaiknya kamu pulang saja ke rumah..."Cowo itu malah jadi marah, dia tarik tangannya dan mulai mencekik leher ibu itu.
Melihat kejadian ini saya langsung panik, berdiri, dan mulai teriak2 di gerbong,
"Hilfe, hilfe... Polizei, hilfe..." (tolong, tolong... Polisi, tolong...).
Selama beberapa saat, si ibu masih tetap tenang meski wajahnya mulai memerah dicekik oleh cowo itu. Dan saya mulai menangis... trus mulai komat-kamit berdoa dalam hati...
Entah kenapa, tiba2 cowo itu melepaskan cekikannya, kemudian dia memandang ke saya.
Saya udah siap2, kalo dia mau menyerang saya, mau saya dorong dia sekuat tenaga.
Tapi ternyata dia cuman mengangkat telunjuknya ke arah saya dan bilang,
"Du, scheiße!" (f*** you!).
Setelah itu dia pergi, pindah ke gerbong sebelah. Lega rasanya. Berulang kali saya mengucapkan terima kasih ke ibu tadi sambil menanyakan keadaan dia. Saya kuatir sekali sama dia, tapi dengan semangatnya ibu itu malah cerita kalo anak2 muda jaman sekarang ini memang makin gak beres, kerjanya cuman party dan mabuk2an. Kayaknya kejadian tadi malah sama sekali gak bikin dia shock.
Beberapa saat kemudian, dua orang petugas keamanan masuk ke gerbong sebelah. Dari balik kaca pembatas saya melihat mereka berbicara dengan cowo tadi. Sepertinya meminta cowo itu untuk turun karena kereta sudah mau jalan (sudah telat 15 menit soalnya). Cowo itu kelihatan ngotot dan tidak mau turun. Kemudian datang lagi 2 petugas keamanan lainnya, kali ini yang badannya jauh lebih gede dari yang sebelumnya :)
Oleh 2 petugas ini, kemudian cowo itu ditarik keluar dari kereta. Di luar kereta, saya melihat cowo ini berusaha melepaskan diri. Kelihatannya dia mencoba bicara baik2 dengan 4 petugas ini. Akhirnya dia dilepaskan. Tapi tiba2 salah satu tangannya mencoba memukul wajah seorang petugas dengan kaleng birnya. Untung petugas lainnya bisa bergerak lebih cepat sehingga kaleng bir itu terlempar ke arah lain. Dan bagaikan melihat adegan silatnya Jet Lee, petugas ini mengangkat tubuh cowo ini, kemudian membantingnya ke lantai. Cowo ini teriak kesakitan. Petugas keamanan itu kemudian duduk di atas tubuh cowo ini, sementara teman2nya tampak sibuk menelpon, sepertinya meminta bala bantuan lain.
Kejadian ini belangsung cepat sekali, saya serasa sempat berhenti bernapas melihatnya. Dan sampai kereta jalanpun, situasinya masih tetap sama, cowo itu masih terbaring tak berkutik di lantai dan di atasnya duduk seorang petugas.
Di Jerman ini sering sekali saya bertemu dengan orang2 mabuk, tapi belum pernah saya melihat yang seagresif ini. Setahu saya, orang mabuk di sini kontrol dirinya cukup bagus, mereka ngoceh gak karuan tapi tidak sampai menyerang fisik orang lain. Sepertinya meski mereka mabuk tapi alam bawah sadarnya masih bisa mengingat kalo mereka sampai melukai orang lain, mereka akan kena denda (kalo gak salah sekitar 5.000 Euro -- CMIIW).
Lama setelah kereta jalan, saya baru mikir... halahh, tadi kenapa gak bawa kamera ya? Kan lumayan bisa bikin jurnalistik foto. Dasar tukang poto! :D