Showing posts with label inspiration. Show all posts
Showing posts with label inspiration. Show all posts

Monday, April 06, 2009

First Blogging Award ^_^

On of my student, Budiharja, sent me a message through Facebook.
He said that my blog just got an award from him :)
What a surprise!
And, here is the award:
The aims of this award:
As a dedication for those who love blogging activity and love to encourage friendships through blogging.
• To seek the reasons why we all love blogging!

Here are the rules of the award:
Put the award in one post as soon as you receive it.
• Don’t forget to mention the person who gives you the award.
• Answer the award’s question by writing the reason why you love blogging.
• Tag and distribute the award to as many people as you like.
• Don’t forget to notify the award receivers and put their links in your post.

-------------------------------------------------------------------------------------------------
Following the rules of the award, here is some reasons (not all) why I do love blogging:
1. Blogging is just a kinda activity for relaxing, getting me out of daily routines for some time.
2. This blog is like my treasure house. I put some of my precious experiences here. And it's always good to read it the day later.
3. I love to receive comments from readers and to know what they think about my writings.

Next, I would distribute this award to these people:
1. Angela Adelia
2. Merlyna Lim
3. Pratanti

Congrats! ^_^

Tuesday, February 17, 2009

Bila Anak Anda Kidal (Kompas.com)

Kompas.com - Minggu, 21 Desember 2008 | 11:41 WIB


Bila Anda memiliki anak kidal, inilah beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan:

1. Terimalah dan bantulah anak.
Anda harus bersikap menerima dan support anak. Jangan malah merendahakna dirinya, misalnya, “Ih, apaan tuh, pakai tangan kiri, jelek!” Pnerimaan orangtua bisa membangun rasa percaya diri anak sehingga ia bisa kuat menghadapi lingkungannya. Anak akan merasa biasa-biasa saja meski dirinya berbeda dari anak lain.

2. Tidak memaksa anak menggunakan tangan kanan.
Untuk aktivitas bina diri atau aktivitas lain yang tidak terlalu terkait dengan relasi interpersonal semisal menulis, menggambar, makan, pakai baju, biarkan ia memilih menggunakan tangan kirinya yang dianggap nyaman untuk beraktivitas. Jadi, jangan Anda malah memaksanya mengganti dengan tangan kanan. Boleh saja Anda menyarankan anak untuk mencobanya, tapi buka suatu keharusan. Jika kualitas kerjanya menurun dan ia merasa tak nyaman, biarkan anak bekerja dengan tangan yang paling nyaman. Sebaliknya, jika ia bisa menunjukkan kualitas kerja yang sama baiknya, atau bahkan lebih baik, segeralah berikan pujian agar perilakunya berulang.

3. Ajarkan norma sosial yang berlaku umum di masyarakat.
Berkaitan dengan nilai dan budaya timur umumnya, anak bisa diajarkan menggunakan tangan kanannya untuk bersalaman, cium tangan, menerima sesuatu, memberikan sesuatu, dan seterusnya. Sehingga, anak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya, bisa diterima secara sosial, tidak dianggap anak tak sopan, dan sebagainya. Lagipula gerakan seperti itu bukanlah sesuatu yang sulit untuk diajarkan.

4. Tinggalkan stigma “tangan kiri jelek”.
Tangan kiri sama bagusnya dengan tangan kanan. Jangan pernah orangtua memarahi anak apalagi menggunakan nada tinggi karena anak menggunakan tangan kiri untuk beraktivitas. Cara seperti ini akan membuat anak merasa tertekan.Bisa-bisa anak malah mengurungkan niatnya untuk belajar menggunakan tangan kanannya dengan lebih sering.

5. Tetap latih penggunaan tangan kanannya.
Tujuannya untuk lebih menyeimbangkan fungsi otak kanan dan kirinya. Melatihnya pun dalam hal-hal yang lekat dengan aktivitas anak sehari-hari seperti makan, mewarnai gambar, menggambar dan kegiatan lainnya. Bila anak melakukan aktivitas dengan tangan kirinya, mintalah ia mengulangi kegiatan yang sama dengan tangan kanannya, sambil memujinya.

6. Beri pemahaman pada lingkungan.
Seringkali lingkungan sosial di luar keluarga merupakan tantangan bagi anak. Sementara anak usia ini sosialisasinya sudah lebih luas lagi di mana ia mulai bersekolah, bermain di lingkungan sekitar rumah, dan lainnya. Nah, untuk meminimalkan dampak psikis karena dirinya yang berbeda, orangtua bisa konsultasikan pada guru di sekolah agar mereka pun memahami kondisi anak kidal, dengan tidak memaksakan atau mengatakan bahwa penggunaan tangan kirinya jelek dan buruk.


Dedeh Kurniasih

Friday, September 08, 2006

hari-hari setiap hari

Sang Pemazmur bilang, hari-hari manusia itu seperti rumput. Seperti bunga di padang ia berbunga. Apabila angin melintasinya, maka tak ada lagi ia, dan tempatnya pun tidak lagi mengenalnya...

Hari-hariku terus bergilir. Susah dan senang selalu ada. Dan dengan keterbatasanku, semua terekam dengan baik di memory. Perasaan hati senantiasa ikut menemani. Ketika susah, dia akan berduka, menangis, bahkan meraung. Tetapi ketika senang, dia akan membawaku untuk tersenyum dan tertawa.
Ahh, bagaimana mungkin angin bisa menerbangkan segala kekompleksan ini. Tidakkah itu terlalu 'berat' baginya?

Kemudian Sang Pemazmur juga bilang, kasih setia Tuhan akan tetap selama-lamanya. Atas orang-orang yang takut akan Dia. Dan keadilan bagi orang yang berpegang pada perjanjianNya, dan ingat untuk melakukan titahNya.

Semua yang ada padaku, semua yang sudah boleh terjadi, semata-mata hanya karena kasih karuniaNya saja...

Mmm, itu tadi penggalan lagu dari Mazmur 103. Pernah dengar dinyanyikan? Kalo belum, ntar kalo ketemu pasti akan saya coba nadakan dengan suara falsku :D

Wednesday, August 02, 2006

Long-lost-friends

"A friend is a treasure"
~ Anonymous

Hidup jauh dari tanah air, membuatku seringkali terkenang akan kehidupan masa lalu, terutama ingatan akan teman2 lama... Setiap kali telpon ke rumah, hampir selalu saya menanyakan kabar teman2 masa kecil di sekitar rumah, teman2 Sekolah Minggu, dan beberapa teman2 SMP dan SMA yang kadang masih telpon ke rumah.

Terdorong oleh kenangan2 itu, membuat saya rajin googling nama teman2 di internet. Kadang2 saya search juga di Friendster, di mailing-list2 sekolah (alumni), dll. Hasilnya tidak terlalu mengecewakan :)

Akhir tahun lalu saya sempat menemukan nama seorang kakak kelas yang rupanya sudah bekerja dan menetap di Houston, TX. Senang banget bisa kontak2an lagi...
Kemudian beberapa bulan yang lalu, saya berhasil menemukan teman main di SMA yang lama ngilang. Terakhir kali kirim postcard, dia sempat cerita tentang kuliahnya di Vermont dan kisah kasihnya dengan teman sekelasnya yang bernama Tracy, si mata biru yang jauh lebih tinggi dari dia (tuh, inget banget aku!). Setelah itu aku pindah kost, dan gak pernah lagi dapat kabar dari dia. Makanya berasa terharu banget bisa nemuin lagi bocah satu itu. Itupun gak sengaja nemunya. Aku coba google family-name dia, ternyata dapetnya email kakak dia. Iseng aja aku email kakaknya, ehh ternyata kebeneran email itu diforward ke adiknya. Nah, jadilah aku kontak2an lagi sama temenku ini :)

Kalo tadi ceritanya tentang bagaimana aku 'menemukan' teman2 lama, selanjutnya kisah gimana aku 'ditemukan' oleh teman2ku. Rupanya bukan hanya saya yang sering searching nama2 orang di internet. Beberapa teman saya juga punya ide yang sama. Hasilnya??

Sekitar awal tahun ini, seorang teman SMP saya tiba2 kirim email sambil marah2 kok saya menghilang dan tau2 dia baca kabar saya sudah di Jerman :)
Kemudian, ada lagi seorang teman yang menemukan saya lewat info di sebuah milist.
Dan masih ada lagi beberapa kisah menemukan dan ditemukan lewat kecanggihan teknologi internet.
Thanks to teknologi, thanks to si penemu internet. Siapa namanya? Wikipedia memberikan terlalu banyak irrelevant-clue...

Saturday, July 15, 2006

30

This is the day that the Lord has made...
I will rejoice and be glad of Him.
~ Don Moen

Again, another year has passed. Everytime I remember of the past years, I'm always wonderfully amazed at God. In good and bad times, He never leave me alone. The way He works and helps me has been a trully answer to experience my life within His plan and purpose. And I've learned that as I stay true to Him, He will accomplish it.

Today is my 30th birthday. I considered this as a great number :) Thus some weeks ago I've planned to celebrate my birthday with some close friends. But then by some unplanned events, I thought better to cancel the celebration...
Still I really enjoyed this great day. Going out and had a lunch in Chinese restaurant with my husband, taking some pictures in this sunny day, shopping, staring at the people who passed by in front of us while enjoying the ice-cream, and cooking for dinner when we back home.
Other things that definitely make this day so beautiful are lovely greetings from family and friends.
Since I don't have enough energy to reply all of them, now let me take this moment to declare my appreciation to all my friends.

Thousands of thanks for those who have gave me a call, sent me an sms, left offline message on YM, sent me either an email or e-card, and gave me testimonial on friendster...
Ghalib, Trio, Lala, Tante Lily, iHOET, Mbak Maria (Rome), Mbak Mer (LA), Condro, Bang Ivan-Mbak Santi, Mbak Dian, Viona, Helen, Lars-Marlen, Yanti, Shierly, Feldrica, Sonya, Iqbal (FN), Indar, Harmoko (Pittsburgh?), Mas Yadi-Mbak Mia, Mbak Dina, Messalina, Nugroho (FN), Rhemanatha, Namrata (Punee), Sebastian-Delpi, Tante Martha, Reyne, temen2 PPI-Bremen,...
Who else? Ugghh, apologies if I forgot mention your name here...
Later I want to end this day by giving another thanks to God on bended knee.

Monday, July 03, 2006

Songs for today

These are two songs we sang in our church this morning. Both of them are pretty old but everytime we sing them my heart is touched and my tears will uncontrolable be falling down (abis itu panik cari tissue, malu2in aja deh :D). They both remind me of the greatest thing He has given in my life, and of the work He has done for me.
I downloaded the songs and have uploaded them onto my multiply music page. Hope you could enjoy and be blessed with them.

Wonderful, Merciful Saviour
(Dawn Rodgers, Eric Wyse)

Wonderful, merciful Saviour
Precious Redeemer and Friend
Who would've thought that a Lamb could
Rescue the souls of men
Oh, You rescue the souls of men

Counselor, Comforter, Keeper
Spirit we long to embrace
You offer hope when our hearts have
Hopelessly lost our way
Oh, we've hopelessly lost the way

CHORUS
You are the One that we praise
You are the One we adore
You give the healing and grace
Our hearts always hunger for
Oh, our hearts always hunger for

Almighty, infinite Father
Faithfully loving Your own
Here in our weakness You find us
Falling before Your throne
Oh, we're falling before Your throne

© 1989 Word Music

Great is the Lord and Most Worthy of Praise
(Words and Music by
Steve McEwan)

Great is the Lord and most worthy of praise
The city of our God, the holy place
The joy of the whole earth

Great is the Lord in whom we have the victory
He aids us against the enemy
We bow down on our knees

And Lord, we want to lift Your name on high
And Lord, we want to thank You
For the works You've done in our lives
And Lord, we trust in Your unfailing love
For You alone are God eternal
Throughout earth and heaven above

© 1985 Body Songs

Wednesday, January 18, 2006

Konsep Diri

Oke, kayaknya ini bahasan yang sudah basi deh ya. Tapi biar saja, wong saya lagi pengen nulis ini kok, hehehe...

Tadi pagi saya ujian presentasi di kelas Hypermedia. Buat anak2 Digital Media, yang namanya presentasi itu seharusnya sudah jadi makanan empuk, saking seringnya (harus) berpresentasi di depan kelas :). Kalo diitung2 mungkin ada 5 kali dalam tiap semester.
Sayangnya, saya ini punya konsep diri yang kurang baik (baca: sangat tidak PD-an). Belum juga apa2, sudah panik duluan, takut kaki gemeteran, kuatir kalo ntar ada pertanyaan yang gak bisa dijawab gimana ya, trus ditambah lagi dengan perut mules yang bikin tampangku jadi makin tidak karuan... Kasian banget deh saya ini, huhuhu...

Suamiku adalah orang yang paling sering ngomongin konsep diri. Akibatnya, aku jadi ikutan sering mikirin ini, tapi belum bisa nerapin semuanya.
Konsep diri itu seperti cara pandang atau cara menilai diri sendiri. Orang yang punya konsep diri negatif akan cenderung bersikap pesimis, mudah menyerah, gampang kuatir, mudah dipengaruhi karena tidak punya pendirian, dsb. Akibatnya dia akan tampak seperti orang yang kurang PD dan seringkali mengkritik dirinya sendiri.
Sebaliknya, orang yang punya konsep diri positif akan terlihat lebih optimis dan sangat PD.
Idealnya sih tentu saja menjadi orang dengan konsep diri positif. Tapi menurut saya, kalo terlalu PD juga bisa kebablasan jadi terkesan sombong ya... Yaa pokoknya diatur2 sajalah supaya tepat pada porsinya.

Konsep diri sangat dipengaruhi oleh pembentukan karakter sejak kecil, di dalam keluarga dan di sekolah. Selain itu, 'dengan siapa kita berteman' juga sangat mempengaruhi konsep diri kita.
Saya pernah punya teman yang selalu melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin dia lakukan, dan dia pergi ke sana dan ke sini hanya untuk mendapatkan satu penghargaan dari orang2 tertentu di sekitarnya (ini menurut pengakuan dia sendiri). Dalam mata saya, dia sebenarnya orang yang hebat, dia punya segalanya: pinter, cantik, dan berduit. Tapi yang membuat saya heran kenapa konsep dirinya masih bisa dipengaruhi oleh 'apa kata orang nantinya'. Satu hal yang pasti, dia berteman dengan beberapa orang dari satu kelompok tertentu dan teman saya ini ingin sekali diterima di kelompok itu. Akibatnya hidup teman saya ini jadi seperti bergantung sekali pada komentar dari orang2 di kelompok itu. Sayang sekali...

Satu contoh lain. Sewaktu masih kerja di Surabaya, saya punya teman dekat yang akhirnya jadi seperti mbakku sendiri: Mbak Dina. Orangnya pinter dan pengalaman kerjanya oke banget, tapi dia tetap rendah hati. Yang membuat saya kagum adalah konsep dirinya yang kuat sekali. Saya seringkali terpana ngeliat bagaimana dia bisa tetap tegar dan tidak terpengaruh dengan sekelilingnya. Entah orang mau bilang apa, dia tetap jalan. Tentunya ini menyangkut hal2 yang baik dan benar.

Ingat pesan dari orang tua kita: Kebiasaan yang baik, jangan sampai jadi rusak hanya karena pergaulan yang tidak tepat.

..to be continued..

Sunday, January 08, 2006

Song for today: Great is the Lord

This is the song that we sang today at the IBC Bremen service...
-----

Great is the Lord

Great is the Lord and most worthy of praise
The city of our God, the holy place
The joy of the whole earth

Great is the Lord in whom we have the victory
He aids us against the enemy
We bow down on our knees

And Lord we want to lift Your Name on high
And Lord we want to thank you
for the works You've done in our lives.

And Lord we trust in Your unfailing love
For you alone are God eternal
Throughout earth and heaven above

©1985 Maranatha! Music
Words and Music by Steve McEwan

Saturday, November 26, 2005

Snow in Bremen

God's promises are yes and amen. He said that he would sent wondrous signs.
Two days ago, after the gentle refreshing rain fell down, I saw a beauty rainbow on the sky. Then I knew, He still and will always remember His promise to Noah.

And yesterday morning when I woke up, I looked out of my apartment, I saw snow on the ground. It was amazing to me to see snow at this time. I remember in last winter the snow was falling down in the middle of December, just very little. But since yesterday till now, we have a really snow! Yes, winter is coming!
Even I don't like winter, but I always enjoy the snow. It's so soft, pure and white.

I took some pics with some different views from the 4th floor, Daniel-von-Bueren-Str. 54, 28195 Bremen.

Friday, November 04, 2005

I am sad..

Today my project team has a meeting with our client. The meeting was about the storyboard we created for the CBT.
I can feel that the meeting wasn't so good, quite boring if I'm allowed to say that...
And now, I'm so sad because of the meeting...

It's normal when somebody feel the sadnees, but then it becomes hard if you can't deal with it.
I know, I'm not alone. Everybody gets sad.
To be honest, sometimes with sadness, there are other feelings mixed in too. When you're sad, you might also feel angry or guilty. You might feel like blaming others or even blaming yourself.
And that's not good. You should finish it soon and make a reconsiliation.

So now, I think I have to go into my room, get on my knees, and talk to Him...

Tuesday, October 25, 2005

Autumn

This is the second Autumn that I have experienced since I came here.
Yesterday I talked to Sebastian and Farhan about this.
I told them how I admired the beauty of Autumn, when the sun reflects the colors, the golden yellows, the crimson reds, all seem to blend together so perfectly. And when the Autumn rain starts falling, bathing the leaves upon the ground, I often pause and stand in wonder at God's beauty scattered all around.
It's like a simple reminder of who's in charge and blesses us with this beauty so rare.
I feel that God is showing us a bit of heaven as we look :)

Friday, October 14, 2005

Thank You

Thank You.

Princess Diana used to said that they are only two small words but mean so much, and people don't say them often enough these days. I most definitely agree this.
As I have also learned from my parents who always saying these two words for every single thing they got from others!

Don't be hesitate to spend a few seconds of your time just to thank someone for the help, kindness, generosity, hospitality, advice, or friendship. Kindly you could take some time to sit down and write a thank you letter.

Tuesday, March 01, 2005

Remember When It Rained - Josh Groban

Wash away the thoughts inside
That keep my mind away from you.
No more love and no more pride
And thoughts are all I have to do.

Ohhhhhh Remember when it rained.
Felt the ground and looked up high
And called your name.
Ohhhhhh Remember when it rained.
In the darkness I remain.

Tears of hope run down my skin.
Tears for you that will not dry.
They magnify the one within
And let the outside slowly die.

Ohhhhhh Remember when it rained.
I felt the ground and looked up high
And called your name.
Ohhhhhh Remember when it rained.
In the water I remain
Running down
Running down
Running down
Running down
Running down
Running down
Running down

Praise Practice - Esther M. Bailey

In a small group where several members were encouraged to vocalize a prayer each week, the leader decided to try an experiment. "Tonight, let's limit our prayer to expressions of praise," he suggested. It didn't work.
Our tendency to focus on personal matters during prayer requires an intentional effort to emphasize praise. You can help your group develop a habit of praise by using the following "prompts."
As you pray, suggest a category and lead with a sentence prayer, then pause so group members can
add their own praises in sentences or phrases.

Praise God for His creation.
What has God created that impresses you? (A mountain? Your favorite fruit? Your children?)

Praise God for His love.
How has God shown His love to you? (By giving His Son to die for your sins? Comforting you during a tough time? Extending forgiveness when you mess up? Sending people to share your burdens?)

Praise God for His Word.
What verse is your source of strength for today's circumstances? What verse has helped you in the past?

Praise God for His intervention.
What mistake might you have made if God had not revealed His wisdom to you? (A disastrous marriage or business partnership?) What ideas and insight has He given you? (An approach that resolved a parenting problem? A plan for a new project?)

Praise God for His character.
What praises flow from your heart as you meditate on God's majesty, His power, His love, His justice, or His presence?

If your group members are open to homework, you might ask them to compose a prayer of praise to pray at the next meeting.

Source: e-Navigator, 28 February 2005